Log in

Napi Tj Gusta Kendalikan Penyelundupan Narkoba

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari saat melihat barang bukti kapal KM Karibia dan memaparkan hasil tangkapan narkotika di Dermaga BC Pelabuhan Belawan, Medan, Rabu (15/1). andalas|desrin Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari saat melihat barang bukti kapal KM Karibia dan memaparkan hasil tangkapan narkotika di Dermaga BC Pelabuhan Belawan, Medan, Rabu (15/1). andalas|desrin

Libatkan Anak-Menantu, BB 73 Kg Sabu dan 10 Ribu Butir Ekstasi

Medan-andalas Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai (BC) mengungkap penyelundupan narkoba melibatkan satu keluarga yang dikendalikan seorang ayah berstatus narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta, Medan.

Dalam pengungkapan ini, lima orang pelaku bersama barang bukti 72 kilogram (Kg) sabu dan 10 ribu butir pil ekstasi berhasil diamankan.

Kelimanya adalah Ramli bin Arbi, Saiful Bahri (28), Muhammad Zubir (28), Muhammad Zakir (23), dan Metaliana (30). Mereka masih memiliki ikatan keluarga, yakni orangtua (ayah), anak, dan menantu.

Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari mengungkapkan, napi yang mengendalikan bisnis narkoba jaringan internasional ini adalah Ramli bin Arbi alias Bang Li, terpidana penjara seumur hidup atas kasus narkoba sebanyak 14 Kg tahun 2018.

"Hal menarik dalam kasus ini adalah kelima orang yang ditangkap dalam bisnis narkoba itu meliputi orangtuanya, anak, dan menantu. Mereka lihai ketika menyelundupkan narkoba melalui beberapa perairan antarnegara," ungkap Arman saat merilis kasus ini di Dermaga Bea Cukai, Pelabuhan Belawan, Medan, Selasa (15/1).

Arman menjelaskan narkotika tersebut dipesan oleh Ramli bin Arbi yang merupakan napi penghuni Lapas Tanjung Gusta. Sabu-sabu itu dipesan dari Malaysia, sedangkan pil ekstasi dipesan dari Thailand.

Narkoba kemudian diantar ke tengah laut di titik koordinat yang telah ditentukan. Selanjutnya Muhammad Zubir yang merupakan suami dari Metaliana melakuan penjemputan bersama Saiful Bahri dan Muhammad Zakir dengan kapal kayu KM Karibia.

Serah terima narkotika dilakukan dari kapal ke kapal atau ship to ship di perairan di perbatasan Malaysia dan Indonesia. Kemudian mereka membawa narkoba itu masuk ke wilayah Aceh.

Petugas gabungan BNN dan BC yang telah melakukan pengintaian kemudian mengejar kapal kayu tersebut dan berhasil mencegatnya di perairan Lhoksukon, Aceh Utara, Aceh, pada Kamis (10/1/2019) pagi.        

Dari hasil penggeledahan ditemukan 70 bungkusan berisi sabu (methapetamine) yang beratnya 72 Kg serta 2 bungkusan berisi pil ekstasi sebanyak 10 ribu butir.

Ketiga pelaku bersama seluruh barang bukti narkotika termasuk kapal kayu yang digunakan pelaku kemudian diamankan.

Dari penangkapan ketiga tersangka tersebut, petugas kemudian melakukan pengembangan dan menangkap tersangka lain, yakni Ramli bin Arbi dan putrinya, Metaliana.

"Mereka sangat lihai dalam menjalankan bisnis haramnya. Petugas kita yang melakukan pengejaran sempat mengalami kesulitan saat akan melakukan penangkapan. Tim gabungan kemudian terus melakukan pencarian dan akhirnya melakukan penangkapan," jelasnya.

Selain menyita barang bukti narkoba, Arman menyebutkan pihaknya juga mengamankan dan menyita barang bukti non-narkoba. Yakni kapal kayu KM Karibia, GPS, dan alat navigasi, handphone, telepon satelit, dan lain-lain.

"Dari hasil penyelidikan kami diketahui seluruh kegiatan penyelundupan narkoba ini dikendalikan oleh narapidana di Lapas Tanjung Gusta, Medan atas nama Ramli. Saat ini semua masih kami lakukan pengembangan," tambah Arman.

Kelima tersangka dijerat dengan Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana hukuman mati.

Terpisah, Kepala Bagian Humas BNN Pusat Kombes Pol Sulistian Liat Moko mengatakan pihak BNN telah mengamati pergerakan komplotan ini sejak dua bulan terakhir.

Sebelum berhasil melakukan penangkapan, pihak BNN sempat mengalami kesulitan untuk mendeteksi keberadaan kelompok ini, karena memiliki dan menggunakan alat navigasi khusus dan peralatan-peralatan canggih.

Menjawab wartawan terkait isu maraknya pasokan bawang ilegal ke perairan Aceh Utara akhir-akhir ini ada kaitannya dengan penyelundupan sabu selama ini, Moko mengaku tidak bisa memberikan komentar.

“Mengenai hal ini, kita tidak bisa berkomentar dan lagi pula bukan ranahnya BNN,” jelasnya. (DP/EN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px