Log in

Muluskan Praktik Suap, Petinggi PDAM Tirtanadi 'Pelihara' Oknum D


Sejumlah rekanan mengaku resah dengan sepak terjang oknum rekanan berinisial D yang diduga sengaja 'dipelihara' oknum petinggi di PDAM Tirtanadi untuk memuluskan praktik suap dalam pengerjaan proyek-proyek di BUMD milik Pemprovsu itu.

Salah seorang rekanan yang minta identitasnya dirahasiakan mengatakan modus yang dijalankan oknum-oknum petinggi di PDAM Tirtanadi ini adalah dengan menyerahkan proyek-proyek di perusahaan itu kepada oknum D.

Lalu rekanan lain yang ingin mendapatkan pekerjaan di PDAM Tirtanadi harus menyetor 10 persen bahkan lebih kepada oknum D tersebut. Kemudian uang setoran dari rekanan diserahkan kepada oknum-oknum petinggi di PDAM Tirtanadi.

"Hampir semua proyek di PDAM Tirtanadi telah dimonopoli si D itu. Diduga dia berani begitu karena atas restu dari oknum-oknum petinggi PDAM Tirtanadi, termasuk Dirut Sutedi Raharjo," tutur sumber, Senin (12/2) di Medan.

Dia menyebutkan, proyek-proyek besar seperti pengadaan sumur bor, pengadaan tawas, pengadaan pipa, dan lainnya, hampir semuanya diserahkan kepada oknum D.  Bahkan, proyek-proyek kecil pun seperti pengadaan cleaning service hingga perawatan taman di kantor-kantor cabang juga diberikan kepada oknum D.

"Kita pun heran, kenapa si D ini begitu dianak-emaskan petinggi PDAM Tirtanadi. Bahkan kesannya Direksi pun seperti tunduk saja dengan si D ini. Jadi, semua pekerjaan sudah diberikan kepada dia. Sementara rekanan yang lain, hanya jadi penonton, tidak kebagian pekerjaan," ungkap sumber lagi.

Dia menuturkan, rekanan yang ingin mendapatkan pekerjaan di PDAM Tirtanadi, maka harus mendapatkannya melalui oknum D tersebut dan harus menyetor 10 persen dari nilai proyek bahkan lebih.  Uang setoran 10 persen yang dari rekanan itu, konon merupakan permintaan dari oknum Direksi PDAM Tirtanadi melalui seorang oknum kepala divisi beinisial F.

Sumber mengatakan, hampir semua rekanan koleganya di PDAM Tirtanadi mengalami hal itu dan mengeluh, namun sepertinya tidak ada ketegasan sikap dari Dirut PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo.

"Dalam hal penyetoran uang 10 persen, itu yang dipinta oknum direksi, lain lagi yang dipinta si F itu. Kalau berkas (rekanan) sudah ke si F, dia mintanya lebih dari 10 persen. Gak tahu sebenarnya dikemanakan uang itu, disetor ke perusahaan atau ke kantong pribadi mereka," tutur sumber kesal.

Sumber juga menyebut, antara oknum kadiv berinisial F itu juga tidak bercakapan dengan oknum kabid bawahannya berinisial I gara-gara persoalan proyek yang dikuasai oknum D ini.

"SPK (surat perintah kerja) yang disuruh Dirut dikasih kepada orang (rekanan lain-red), tapi sampai ke F dikasih ke orang lain. Kita gak mengerti apa yang ada di balik semua ini. Sungguh mengherankan lagi, mengapa rekanan yang mau dikasih SPK harus menyetor kepada D ini. Apa PDAM Tirtanadi ini punya dia?," tuturnya.

Dia berharap Direksi PDAM Tirtanadi memiliki ketegasan untuk memberantas praktik-praktik yang tidak sehat di perusahaan pelat merah itu.

"Kita juga berharap kepada Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi yang baru, turun tangan lah mengawasi persoalan ini. Kami berharap Dewan Pengawas bertindak,"pintanya. (TIM)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 100%

Wind: 6.44 km/h

  • 22 Feb 2018 28°C 23°C
  • 23 Feb 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px