Log in

Mobil Tercebur ke Sungai Wampu, 5 Tewas dan 2 Orang Hilang

Warga saat berusaha menarik mobil yang tenggelam di dasar Sungai Wampu ke darat. Warga saat berusaha menarik mobil yang tenggelam di dasar Sungai Wampu ke darat.

Stabat-andalas Lima orang meninggal dunia, tiga diantaranya anak-anak dan dua orang lagi dinyatakan hilang setelah satu unit mobil Taft berwarna putih yang mereka tumpangi tercebur ke Sungai Wampu saat menyeberang dengan menggunakan getek.

Peristiwa itu terjadi Jumat siang (18/1) sekitar pukul 13.00 WIB di lokasi penyeberangan getek Selayang Pulo-Stungkit, Dusun V, Desa Stungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat.

 Kasubag Humas Polres Langkat AKP Arnold Hasibuan ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. "Lima orang dinyatakan tewas, sedangkan dua orang lagi hilang dan belum ditemukan," katanya saat dikonfirmasi.

Korban yang meninggal, yakni Suyadi Udo Usman (68 tahun), Sarinem (90 tahun), Sujoko Hartawinata (4 tahun), Riski (9 tahun), dan April (4 tahun). Sedangkan koban yang hilang adalah Kliwon (50) dan Nurhayati (48).

Ketujuh korban merupakan warga Desa Stungkit, Kecamatan Wampu dan masih satu keluarga.

Menurut Arnold, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan ini. Selain mengecek ke tempat kejadian perkara (TKP) dan membuat laporan polisi model A, polisi juga telah memeriksa saksi-saksi dan mengamankan barang bukti.

"Terhadap kedua korban yang belum ditemukan, masih dilakukan pencarian," jelasnya.

Sementara keterangan dari kepala dusun setempat, Sunardi, menyebutkan seluruh penumpang yang ada di dalam mobil Taft tersebut merupakan satu keluarga.

"Dua orang yang hanyut dibawa arus sungai belum ditemukan sampai sekarang," beber Sunardi.

Adapun korban yang ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia menurut Sunardi adalah sang pemilik mobil bernama Yadi, Sarinem (ibu Yadi), Tanata (anak Yadi) berusia 4 tahun, serta dua anak Kliwon bernama Riski yang berusia 9 tahun dan April (4 tahun).

Sementara Kliwon dan istrinya (Nurhayati) hingga kini belum ditemukan. "Mereka sekeluarga di dalam mobil. Katanya mau ke Mandailing Natal ngantar Kliwon (korban) pindahan," beber Sunardi.

Saat ini, jasad para korban sudah dibawa ke rumah duka yang berada di Dusun V dan Dusun VII, Desa Stungkit, Kecamatan Wampu.

Informasi diperoleh, mobil Daihatsu Taft BK 1810 PC awalnya menumpang getek untuk menyeberangi Sungai Wampu. Saat mobil sudah naik di atas getek, seluruh penumpang dan sopir masih berada di dalam mobil.

Menurut seorang warga setempat bernama Cilik Pitu, mobil itu tercebur ke sungai dan tenggelam diduga karena pengemudinya menginjak pedal gas saat hendak mematikan mesin mobil.

"Mereka warga Desa Stungkit. Setelah naik di getek dan akan mematikan mesin mobil, tiba-tiba supir terinjak pedal gas, dan mobil langsung terjun bebas ke dalam sungai," ujarnya.

Dari video amatir yang beredar di youtube, terlihat proses evakuasi mobil dan para korban dari dari dasar sungai berlangsung dramatis. Dengan menggunakan tambang puluhan warga berhasil menarik mobil nahas itu dari dasar sungai.

Setelah sebagian badan mobil muncul di permukaan pinggiran sungai,  sejumlah warga dengan cepat membuka pintu bagian kanan mobil. Warga lainnya terlihat membuka paksa kaca jendela belakang.

Lalu satu per satu para korban tampak dikeluarkan dari dalam mobil dan dibawa ke darat. Sayang, seluruh korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. (BD)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px