Log in

Menara Telkomsel Liar di STA Merek Akhirnya Disegel SAT POL PP Kabupaten Karo

Menara Telkomsel yang diduga berdiri ilegal di lokasi STA Merek sudah disegel dan police line Sat Pol PP Kabupaten Karo. Andalas/robert tarigan Menara Telkomsel yang diduga berdiri ilegal di lokasi STA Merek sudah disegel dan police line Sat Pol PP Kabupaten Karo. Andalas/robert tarigan

Kabanjahe-andalas Menara tower provider Telkomsel yang menjulang tinggi bediri 'angkuh' diatas lahan aset milik Pemkab Karo di areal belakang bangunan Stasion Terminal Agribisnis (STA), Desa Bandar Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, akhirnya resmi disegel police line oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karo, Kamis (21/5) sore.

Pasalnya, keberadaan menara tower Telkomsel legalitasnya dipertanyakan banyak pihak dan menjadi perhatian publik, bahkan diduga tidak memiliki IMB (Izin mendirikan bangunan) dari instansi pemerintah setempat. Anehnya, lagi temuan menara tower yang berdiri angkuh menjulang tinggi itu adalah langung temuan Bupati Karo sebagaimana diberitakan andalas sebelumnya.

Secara faktual dilapangan, kita cek bersama dinas terkait bidang IMB dan pengguna aset, jelas semuanya tidak tahu keberadaan konstruksi tower Telkomsel telah kokoh berdiri,  dasar ini kami menyegel guna pengamanan aset milik daerah sesuai tupoksi Datpol PP., tegas Kasat Pol PP, Hendrik Philemon Tarigan saat dikonfirmasi andalas, Jumat pagi.

Langkah ini dilakukan bagian dari fungsi selaku  Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kabupaten Karo yang mempunyai kewenangan mengusut dan menghentikan perbuatan yang dapat merugikan milik negara dalam hal ini Pemkab Karo, jelas Hendrik.

Untuk itu, kedepan kita tunggu etikad baik kedatangan dari pihak Telkomsel, agar kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut, guna disimpulkan kebijakan dan sangsi yang diberikan, apakah teguran, adminitrasi atau bayar denda, sebut Hendrik Tarigan.

Sementara, penjaga malam Stasion Terminal Agribisnis (STA), Ukur Min Ginting mengaku berdirinya tower tersebut, dikarenakan oleh pihak provider Telkomsel saat itu, mengatakan "Numpang parkir" sementara, sehingga saya ijinkan dipasang dibelakang gedung STA yang juga saya tempati, ujarnya.

Ia menambahkan, permintaan oleh pihak Telkomsel tersebut, terkait "Numpang parkir" tidak dilaporkan kepada pihak  Pemkab Karo selaku pemilik lahan aset, dengan alasan, Ukur Min menduga tidak akan menjadi seheboh sekarang ini, tidak sampai pemikiran saya berujung keranah hukum, katanya.

Dari pihak Telkomsel  didapat keterangan saat berkomunikasi, dengan mengaku bernama Surya yang sudah berpindah ke Bengkulu sejak pendirian menara tower temporer selesai dibangun di Bandar Tongging, menjelaskan pihaknya berani membangun tower lantaran sudah ada mengantongi kesepakatan dengan pemilik lahan (Ukur Min Ginting) diatas surat.

Lebih lanjut dikatakannya, terkait masalah IMB, Surya membantah bahwa tower yang berada di STA Bandar Tongging tidak memerlukan izin membangun bangunan, dengan alasan tower tersebut "temporer" bukan permanen. Dia juga berkelit ketika ditanya bahwa plank STA di depan pinggir badan jalan negara Medan-Dairi, tertulis STA terdaftar sebagai aset Prmkab Karo, kenapa seberani itu membuat sebuah bangunan hanya bermodal selembar kertas persetujuan penjaga malam, Surya bungkam.

Dikesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karo, Joses Bangun mengaku sampai detik ini pihak Telkomsel belum pernah ada melakukan pemberitahuan maupun mengurus izin, sebagaimana dalam Permenkominfo 2/2008, pembangunan menara wajib memiliki Izin Mendirikan Bangunan Menara dari Bupati/Walikota setempat, ungkapnya.

Lebih lanjut, dijelaskan saat mendirikan tower pihak Telkomsel dari awal melengkapi persyaratan administratif dan persyaratan teknis. Salah satu adminitrasi, mengecek  status kepemilikan tanah dan bangunan, persetujuan dari warga sekitar dalam radius sesuai dengan ketinggian menara, dan dalam hal menggunakan genset sebagai catu daya dipersyaratkan izin gangguan dan izin genset, tuturnya

Dihari yang sama, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, MH menegaskan perbuatan pihak Telkomsel sudah jelas merugikan Pemrintah Kabupaten Karo, sisi PAD dan sisi keamanan bagi masyarakat sekitar. "Ini harus ditindak tegas, dan kedepan pelajaran bagi instansi terkait," kata Bupati.

Pihak Telkomsel harus bertanggungjawab, sebab jelas dan nyata dipintu masuk ke STA ada plank dengan tulisan mudah dilihat dan dibaca "Tanah dan bangunan ini milik Pemkab Karo. Bukan milik penjaga malam," kecamnya.

"TANAH BANGUNAN PASAR"
KODE LOKASI : 12.02. 06.04.01. 01.00
KODE BARANG: 01.01.11. 02. 01.

Jika diperhatikan sudah jelas ada petunjuk bahwa ini aset Pemkab Karo, namun jawaban sungguh disayangkan kita terima dari  pihak Telkomsel dengan mengatakan bahwa surat persetujuan kesepakatan dari pemilik lokasi, menurutnya sudah ada ijin pemanfaatan lahan dikantongi, hanya dengan penjaga malam, petugas honorer, lontar Terkelin Brahmana.

Untuk itu, tentu kita tidak membiarkan pihak Telkomsel semena mena mengklaim sudah ada mengantongi izin dari pemilik lahan, nah membuktikan ini, saya sudah intruksikan Satpol PP lakukan pengamanan aset daerah dan lakukan penyelidikan sesuai ketentuan penegakan Perda yang sudah menghambat PAD. Pihak Polsek Tigapanah, juga mendukung langkah langkah pihak Sat Pol PP menegakkan aturan. (RTA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C