Log in

Masyarakat Dilarang Manfaatkan Air Sungai Bedera

Bangkai babi mencemari Sungai Bedera di kawasan Medan Marelan. Bangkai babi mencemari Sungai Bedera di kawasan Medan Marelan.

Tercemar Bangkai Babi

Medan-andalas Dinas Kesehatan Kota Medan telah menurunkan tim kesehatan, guna meninjau kondisi pasti pasca ditemukan puluhan bangkai babi di Sungai Bedera, Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan, beberapa waktu lalu.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Mutia Nimpar, kepada wartawan, Kamis (7/11). Namun, katanya, sejauh ini, pihaknya belum ada menemukan dampak kesehatannya bagi masyarakat atas temuan tersebut.

"Kemarin tim kesehatan bersama dinas terkait sudah turun ke Sungai bedera itu. Hasilnya sejauh ini, temuan bangkai babi itu belum ada menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat sekitar," ungkapnya.

Begitupun, Mutia mengimbau kepada masyarakat agar jangan dulu memanfaatkan air Sungai Bedera terutama untuk keperluan konsumsi. Karena dikhawatirkan, cemaran air sungai tersebut nantinya bisa membahayakan.

"Jadi masyarakat kita cegah agar tidak mengkonsumsi air yang tercemar itu. Walaupun kita belum tahu cemarannya sudah sejauh mana, karena perlu uji laboratorium dan lainnya untuk mengetahuinya," jelasnya.

Akan tetapi, katanya, yang melakukan uji atas cemaran itu, adalah tupoksinya dari Dinas Lingkungan Hidup. Dinas Kesehatan sendiri, masih hanya mengeluarkan imbauan untuk tidak memanfaatkan air Sungai Bedera itu saja.

"Tapi mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa (kepada masyarakat). Kita juga sudah berkoodinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi, sehingga bila berdampak kita tentu akan bertindak," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut Azhar Harahap menegaskan bahwa hingga saat ini kematian ternak babi secara mendadak di beberapa kabupaten/kota di Sumut diakibatkan serangan virus hog cholera atau kolera babi.

"Temuan virus tersebut berdasarkan hasil laboratorium terhadap sampel yang diambil beberapa waktu sebelumnya. Dan itu Bukan African swan fever (ASF)," jelasnya. Azhar mengatakan bahwa, virus hog cholera atau kolera babi ini menyebar dengan cepat pada ternak babi. Menurutnya, virus ini bisa menyebar melalui udara, kotoran, tempat pengangkutan ternak babi yang kaitannya pada sanitasi.

"Namun demikian, virus ini masih menyerang pada sesama babi. Belum pernah ditemukan ada serangan terhadap manusia," terangnya. Menurut Azhar, bahwa babi yang sudah terjangkit itu tidak bisa diobati. Namun, pemberian vaksin adalah salah satu upaya pencegahan. Begitu juga dengan pemberian desinfektan dan vitamin. "Di Sumut, populasi babi ada 1,2 juta. Sedangkan yang mati karena hog cholera yaitu 4.682 ekor," sebutnya. (YN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px