Logo
Print this page

Maskapai Sepakat Turunkan Harga Tiket Pesawat, Tiket Aceh-Jakarta Turun 50 Persen

Iluatrasi Iluatrasi

Jakarta-andalas Maskapai yang tergabung dalam Indonesia National Air Carriers Association (INACA) sepakat memangkas tarif tiket pesawat. Keputusan ini menyusul protes keras masyarakat terhadap mahalnya harga tiket pesawat pada awal tahun.

Ketua Umum INACA, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra mengatakan, maskapai akan segera menormalkan harga tiket usai peak season akhir tahun. Hal itu usai rapat antara INACA bersama Kementerian Perhubungan, Minggu siang (13/1).

"Kami beserta jajaran direktur utama airlines di sini sepakat, walaupun di tengah kesulitan maskapai yang ada, kami lebih mendengar keluhan pengguna maskapai," ujar pria yang kerap disapai Ari dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (13/1).

Konferensi pers ini dihadiri oleh Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air, Citilink, dan Indonesia Air Asia. Ari merupakan Direktur Utama Garuda Indonesia.

Ari mengatakan, sejumlah maskapai sebenarnya sudah mulai memangkas harga sejak akhir pekan lalu, Jumat (11/1/2019). Sejumlah rute bahkan dipatok lebih rendah karena memasuki low season. "Sejak Jumat lalu kami sudah menurunkan tarif harga domestik khususnya Jakarta-Denpasar, Jakarta-Yogyakarta," ujar dia.

Sekretaris Jenderal INACA, Tengku Burhanudin menjelaskan, penurunan harga tiket dilakukan bertahap dan variatif. Contohnya rute Banda Aceh-Jakarta yang semula berada di kisaran Rp3,2 juta kini dijual Garuda dengan harga Rp1,6 juta.

"Batik yang semula Rp2,8 juta mungkin akan menjualnya Rp1,5 juta. Jakarta-Jayapura sekarang lebih kurang Rp3 juta. Batik Air, Jakarta-Bali Rp2,9 juta, sekarang Rp1,9 juta," ujar Tengku.

Maskapai lain, Batik Air juga ikut menurunkan harga tiket penerbangan rute Banda Aceh-Jakarta hampir setengah harga. "Terus Batik Rp2,8 juta mungkin akan Rp1,5 juta," ujarnya.

Batik Air juga memangkas tarif Jakarta-Bali menjadi Rp1,9 juta. Mulanya, tarifnya itu dikenakan sebesar Rp2,9 juta. "Begitu juga Batik untuk Jakarta-Bali itu misalnya Rp2,9 juta jadi Rp1,9 juta," terangnya.

Ia menambahkan, penurunan ini kontribusi dari para pemangku kepentingan terkait. "Kami bersyukur mitra kerja kami sangat mendukung untuk menurunkan harga tiket, beberapa grup turun lumayan karena ini untuk kepentingan masyarakat," tutupnya.

Senada, Direktur Niaga Garuda Indonesia Fikri Ilham Kurniansyah mengatakan, sejumlah harga tiket pesawat tujuan dan dari Jakarta, seperti Banda Aceh, Jayapura, Pontianak, Denpasar, dan Padang. "Ini nantinya akan terus kami evaluasi terkait dengan demand," kata Fikri.

Selain itu, penyesuaian harga juga akan dilakukan Citilink Indonesia, maskapai di bawah Garuda Indonesia Group. Tarif tiket pesawat Citilink yang akan diturunkan mencakup 33 rute penerbangan domestik di samping akan tetap mengalokasikan kursi khusus dengan tarif sangat rendah.

"Sejak hari Jumat kemarin sudah melakukan penyesuaian harga, jam-jam tertentu harganya sudah turun," kata Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo.

Selain Garuda dan Citilink, maskapai lain yang berjanji akan menurunkan harga tiket pesawat domestik yaitu Lion Air Group (Lion Air, Batik Air, dan Wings Air), Sriwijaya Air Group (Sriwijaya Air dan NAM Air), serta AirAsia Indonesia.

Seperti diketahui, belakangan masyarakat mengeluh karena harga tiket pesawat yang mahal. Salah satunya adalah rute Banda Aceh-Jakarta. Warga Aceh yang mau ke Jakarta bahkan harus transit di Malaysia terlebih dahulu demi mendapatkan tiket yang lebih murah.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku sudah mendengar informasi bahwa tarif pesawat tujuan Aceh-Jakarta jauh lebih mahal dibandingkan Aceh-Malaysia-Jakarta. Namun dia belum mau banyak berkomentar karena akan mengecek kebenaran informasi tersebut.

"Nanti dicek karena waktu pertama kali saya ada petisi itu ternyata ada kelompok tertentu yang secara khusus mengangkat ini," ungkap Budi Karya saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/1).

Budi Karya menambahkan, harusnya dengan rute penerbangan Aceh-Malaysia-Jakarta, beban tarif penumpang lebih mahal dibandingkan penerbangan langsung Aceh-Jakarta. Namun dia meminta waktu untuk mengecek kabar ini. Secara proporsional enggak begitu sebenarnya. Kalau itu kita cek lagi," ucapnya.

Mahalnya harga tiket pesawat rute dosmetik dari dan ke Aceh membuat penumpang harus memutar akal agar tidak merogoh kocek terlalu dalam. Bahkan mereka yang berusaha mendapat harga tiket murah terpaksa memilih jalur transit di Kuala Lumpur, Malaysia, untuk menuju Ibu Kota Jakarta atau wilayah lain di Indonesia.

Misalnya Hotli Simanjutak. Untuk menghemat pengeluaran, warga Banda Aceh ini memilih jalur penerbangan transit ke Malaysia menuju Jakarta. Meski harus menunggu waktu hingga 7 jam untuk tiba di Ibu Kota demi kepentingan pekerjaan.

Pengalaman itu dirasakan Hotli pada pertengahan Desember 2018 lalu. Sebelum melakukan penerbangan dia lebih dulu mengecek harga tiket di salah satu website penjualan tiket dua minggu sebelum keberangkatan. Ternyata harga tiket kala itu cukup membuat dirinya kaget. “Saya cek harga tiket pesawat di Traveloka tidak dapat yang murah untuk penerbangan ke Jakarta,” ujar Hotli dihubungi kumparan.

Hotli tidak berhenti sampai di situ, dia kemudian mencoba mencari ke beberapa situs penjualan tiket lainnya demi mencari harga yang paling efisien agar bisa menghemat biaya. Hotli menemukan harga murah sekitar Rp1 jutaan. Ia sempat kaget karena harga tersebut kata Hotli berbanding terbalik dengan harga sebelumnya.

“Setelah googling dapat dengan harga Rp1 juta. Saya kaget bingung kok murah, eh ternyata harus transit ke Kuala Lumpur dulu,” ujarnya.

Menurut Hotli, perbedaan penerbangan dari Banda Aceh ke Jakarta transit di Malaysia adalah persoalan waktu. Setiba di Bandara Kuala Lumpur, Hotli harus menunggu waktu 8 jam untuk penerbangan selanjutnya.

"itu aja bedanya 8 jam transit. Kalau dari Banda Aceh jam 6 maka sampai jakarta pukul 18.00 WIB juga. Begitu juga sebaliknya, dari Jakarta berangkatnya selalu jam 20.00 WIB atau 21.00 malam terbang ke Kuala Lumpur. Transit di sana kemudian sampai ke Banda Aceh jam 8 pagi,” tuturnya.

Saat itu Hotli memesan tiket maskapai Lion Air. Dengan transit di Kuala Lumpur dia bisa menghemat biaya 600 hingga 800 ribu ketimbang langsung dari Banda Aceh-Jakarta dengan harga Rp1,6 juta atau Rp1,8 juta.

Cerita lainnya datang dari salah seorang pengacara dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh, Safaruddin. Kepada kumparan mengaku dirinya harus membuat paspor untuk ketiga anak-anaknya dan seorang anggota keluarga. Kata dia, membuat paspor ini untuk menghemat biaya perjalanan menuju ke Malang, Jawa Timur, dengan cara memilih transit di Kuala Lumpur.

“Saya dan keluarga akan ke Malang tapi via Kuala Lumpur dengan maskapai AirAsia. dari Banda Aceh saya cek harga di Traveloka tidak sampai Rp1 juta, jadi jauh lebih hemat. Menggunakan maskapai ini karena jauh lebih murah bahkan dari tarif promo maskapai domestik biasanya,” timpalnya. (iN/DTC/KMP)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
Info Pemasangan Iklan Online

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com