Log in

Masa Tenang, Semua APK Pemilu Dibersihkan

Tengku Erry Nuradi bersama relawan mencopot APK menjelang masa minggu tenang, Sabtu (13/4) malam. Tengku Erry Nuradi bersama relawan mencopot APK menjelang masa minggu tenang, Sabtu (13/4) malam.

Medan-andalas Seiring berakhirnya masa kampanye pada Sabtu (13/3) malam, tim gabungan dari berbagai unsur di Kota Medan langsung membersihkan semua bentuk alat peraga kampanye (APK) Pemilu baik capres-cawapres, caleg maupun partai politik.

Pembersihan APK dimulai sejak Minggu (14/4) dini hari dan ditargetkan seluruh wilayah di Kota Medan sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Utara telah bersih dari APK sebelum hari H pencoblosan surat suara, Rabu (17/4).

Tim gabungan ini melibatkan  unsur Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu) Sumut dan Kota Medan, TNI/Polri , Satpol PP, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Perhubungan, jajaran kecamatan, kepala lingkungan, Pramuka serta partai politik.

Pembersihan APK diawali dengan apel gabungan di Lapangan Merdeka sekitar pukul 22.00 WIB. Apel dipimpin Wali Kota Medan diwakili Asisten Pemerintahan dan Sosial Setdako Medan Musaddad Nasution.

Turut hadir Ketua Bawaslu Sumut Safrida Rasyahan, Ketua Bawaslu Kota Medan Payung Harahap, Kaban Kesbangpol Medan Sulaiman, Kadishub Medan Iswar Lubis, Sekretaris Satpol PP Kota Medan Rakhmat Adi Syahputra Harahap serta Camat Medan Barat Rudi Faisal Lubis dan Camat Medan Petisah Agha Novrian.

Di hadapan sekitar 300 orang personel gabungan, Musaddad mengatakan, penurunan APK dilakukan secara simbolis di seputaran Lapangan Merdeka tepat pukul 00.00 WIB. Setelah itu  diikuti seluruh kecamatan dan kelurahan sehingga Kota Medan diharapkan bersih dari APK.

Dijelaskan Musaddad pemersihan APK ini didasarkan surat permohonan dari Bawaslu Kota Medan kepada Pemko Medan. Atas dasar itulah Wali Kota Medan merespon dengan memberikan dukungan tenaga dan peralatan untuk mendukung kegiatan pembersihan.

“Pemko Medan menurunkan lima unit mobil tangga beserta personel. Seluruh peralatan dan personel yang kita turunkan untuk mendukung pembersihan di bawah kendali Bawaslu Kota Medan. Utamakan keselamatan, hati-hati dalam menjalankan tugas. Marilah bertindak dengan arif dan bijaksana sehingga kegiatan  pembersihan yang dilakukan berjalan dengan baik,” pesannya.

Usai apel, tim gabungan langsung bergerak melakukan pembersihan APK. Malam itu pembersihan dilakukan secara simbolis di kecamatan yakni Medan Barat dan Medan Petisah, dimulai dari seputaran Lapangan Merdeka. Bersamaan itu seluruh kecamatan dan kelurahan yang ada di Kota Medan melakukan pembersihan di wilayahnya masing-masing di bawah kendali Banwaslu Kota Medan.

Dengan menggunakan mobil tangga dan peralatan lainnya, tim gabungan pun menurunkan satu per satu seluruh atribut APK baik itu yang berada di pinggiran jalan. Pohon-pohon maupun dalam ukuran besar seperti baliho. Diharapkan sebelum pelaksanaan pemungutan suara, Kota Medan sudah bersih dari seluruh atribut APK.

Ketua Banwaslu Kota Medan Payung Harahap mengatakan sebelum masa tenang tiba, pihaknya telah menyurati seluruh parpol peserta Pemilu 2019 agar menurunkan APK begitu berakhirnya masa kampanye, Sabtu (13/4).

Bagi parpol yang tidak menurunkan APK hingga pukul hingga Minggu (14/4) pukul  00.00 WIB, maka Banwaslu Kota Medan bersama tim gabungan melakukan penertiban.

Dikatakan Payung, APK yang terpasang sesuai aturan KPU di Kota Medan sebanyak 4.261 spanduk, 713 baliho, dan 2.361 umbul-umbul. Selain APK, ribuan bahan kampanye lainnya yang dipasang di pohon-pohon seperti stiker, flayer, dan banner partai, caleg maupun paslon calon presiden dan wakil presiden juga ikut ditertibkan. “Kita targetkan mulai tengah malam sampai jelang pagi 90 persen APK di Kota Medan diturunkan,” jelas Payung.

Taat Aturan
Sementara itu ratusan simpatisan dan relawan Jokowi-Ma’ruf Amin beserta tim pemenangan Tengku Erry Nuradi dan putranya, Tengku Muhammad Ryan Novandi secara simbolis mencopot APK seperti berbagai atribut, spanduk hingga stiker (branding) mobil.

Aksi pembersihan APK itu dilakukan mereka bersama sejumlah kader Partai NasDem usai menggelar nonton bareng (nobar) debat terakhir calon Presiden dan calon wakil presiden di halaman parkir Sekretariat Bersama (Sekber) Relawan Jokowi Sumatera Utara (Sumut) Jalan Mongonsidi, Medan, Sabtu (13/4) malam.

Debat kelima tersebut sekaligus sebagai penutup rangkaian kampanye dan memasuki masa minggu tenang, atau tiga hari sebelum digelarnya Pemilu 17 April 2019.

Tengku Erry mengimbau seluruh timnya membantu petugas panitia pengawas Pemilu membersihkan seluruh APK yang telah dipasang. ‘’Hormati dan jangan langgar peraturan. Mari kita copot semua APK yang sudah dipasang baik di tempat umum maupun dipekarangan rumah,’’ ajak Tengku Erry.

Seperti diketahui, Tengku Erry Nuradi maju sebagai Caleg DPR RI dari Partai NasDem untuk daerah pemilihan Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi (Dapil Sumut 1) nomor urut 2. Sementara Tengku Muhammad Ryan Novandi maju sebagai Caleg DPRD Sumut dari Partai NasDem untuk Dapil Medan A, juga nomor urut 2.

Sebelum nobar, Tengku Erry Nuradi di hadapan simpatisan dan relawan mengatakan bahwa dirinya tidak mengapa bila tidak terpilih menduduki jabatan di DPR RI. ‘’Itu semua takdir ilahi. Yang penting kita terus berjuang, tidak berhenti berdoa dan terus berusaha semaksimal mungkin. Namun Pak Jokowi dan Pak KH Ma’ruf Amin harus menang. Semoga apa yang kita niatkan tercapai. Insya Allah,’’ tegas Tengku Erry. (BEN/WAN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px