Log in

Mapolda Riau Diserang Teroris Bersenjatakan Samurai


Jakarta,Sumatera Utara-andalas Mapolda Riau di Pekanbaru diserang oleh lima orang terduga teroris yang  bersenjatakan samurai, Rabu pagi (16/5) pukul 09.00 WIB. Penyerangan terjadi saat di halaman markas polisi tersebut sedang berlangsung ekspose kasus narkoba dan pemusnahan barang bukti narkoba.

Kelima pria itu awalnya datang dengan mengendarai mobil Avanza warna putih berplat nopol BM 188 RQ menerobos pagar Mapolda Riau dan nyelonong ke arah tempat berlangsungnya ekspose kasus narkoba tersebut.

Lalu empat pria terduga teroris itu dengan cepat keluar dari mobil, kemudian menyerang siapa saja yang berada di dekatnya dengan samurai. Serangan yang terjadi tiba-tiba membuat polisi dan wartawan yang mengikuti ekspose kasus narkoba itu langsung kocar-kacir menyelamatkan diri.  

Sesaat kemudian polisi balik melawan. Keempat terduga teroris itu  ditembak mati di lokasi kejadian. Sementara seorang lagi sempat kabur dengan mengendarai mobil, namun belakangan berhasil ditangkap hidup.

Akibat penyerangan itu seorang polisi atas nama Ipda Auzar gugur karena ditabrak mobil terduga teroris. Dua polisi lainnya terluka akibat terkena bacokan samurai. Keduanya atas nama Brigadir John Hendrik dan Kompol Faridz.

Dua jurnalis juga tak luput menjadi korban yakni dari tvOne dan MNC. Kedua jurnalis itu terluka karena ditabrak mobil terduga teroris.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menyatakan empat terduga teroris yang menyerang Mapolda Riau sudah dilumpuhkan aparat kepolisian.

Dari lokasi penyerangan, polisi menyita tiga bilah samurai yang digunakan pelaku untuk menusuk polisi.  "Dari lokasi kami mengamankan sejumlah barang bukti yakni tiga buah pedang yang digunakan pelaku," ucap Setyo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu pagi.

Selain itu, polisi juga mengamankan tiga buah penutup muka yang digunakan pelaku saat menyerang ke dalam markas polisi, 3 pasang sepatu, 1 unit handycam, serta jam tangan, dan ikat kepala.

Setyo mengungkap identitas empat terduga teroris tewas yang menyerang Markas Polda Riau terindikasi berafiliasi dengan ISIS Dumai. "Ini ISIS," katanya.

Setyo menyebutkan keempat teroris itu yakni Mursalim alias Ical alias Pak Ngah (42), Suwardi (28), Adi Sufyan (26), dan Daud. Seorang lainnya yang ditangkap anggota Polres Kota Pekanbaru usai melarikan diri masih menjalani pemeriksaan.

Setyo menyatakan kelompok penyerang Polda Riau terkait narapidana teroris Benny Syamsu yang tewas saat kerusuhan di Rumah Tahanan Cabang Salemba Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Diungkapkan Setyo, kelompok tersebut berniat mendirikan Negara Islam Indonesia (NII) yang bergabung dengan ISIS Dumai.

“Tapi ini ada kaitannya sama Beni Syamsu Trisno (salah satu napiter yang tewas di Rutan Mako Brimob),” ujar Setyo.

Bahkan, Setyo mengatakan empat orang terduga teroris sudah berupaya menyerang Mapolda Riau diketahui sempat mengintai insiden kerusuhan di Rutan cabang Salemba Mako Brimob, Kelapa Dua Depok 8-10 Mei 2018 lalu.

Setyo melanjutkan, empat orang tersebut sudah mengubah target serangan lantaran Mako Brimob Kelapa Dua, sudah tertangani. Mereka memutuskan untuk pulang ke wilayah asal untuk menyerang Mapolda Riau.

"Kalau rekan-rekan ingat ada dua orang dari Sumatera Selatan dan empat dari Riau mereka sudah datang ke Mako Brimob (Kelapa Dua) karena sudah kondusif mereka pulang, dua yang pulang ke Sumsel sudah ditangkap," jelas Setyo.

Setyo melanjutkan keempat terduga teroris yang tewas menyerang Mapolda Riau merupakan jaringan teroris NII yang sudah berbaiat kepada ISIS.

"Nah ini empat orang ke Pekanbaru melakukan penyerangan ke Mapolda Riau dan kita patahkan," pungkas Setyo.

Sementara itu Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Pol Syafruddin mengatakan penyerangan ke Markas Polda Riau, Kota Pekanbaru, kuat dugaan dilakukan jaringan, yang terkait dengan teror lainnya, yang terjadi belakangan ini di Tanah Air.

Komjen Syafruddin usai menghadiri pemakaman anggota Polda Riau yang gugur di Kota Pekanbaru, Rabu, mengatakan serangan di Mapolda Riau merupakan tindakan sporadis yang merupakan rentetan yang bermula dari insiden di tahanan Mako Brimbo Polri di Kelapa Dua, Depok pada Selasa (8/5).

"Kait-mengkait kemungkinan besar, tapi tidak sampai kesimpulan yang komprehnsif ada kaitannya," katanya.

Ia mengatakan hingga kini sudah ada 33 teroris yang diamankan, termasuk empat orang di Riau.

"Total 33 teroris tersebar termasuk di Riau. Di Riau empat orang, pengembangan tujuh di Jatim, Jabar, Jakarta dan Tangerang dan sebagainya. Tunggu saja pihak Polri lewat Kadiv Humas Polri akan jelaskan secara utuh," katanya.

Ia meminta agar serangan-serangan tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk mewaspadai karena serangan teror bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Kemudian untuk aparat kemanan dari Polri, TNI, instansi kementerian dan lembaga pemerintahan harus lebih profesional dalam mengayomi dan melindungi masyarakat.

"Karena tanggung jawab ada di arapat keamanan, Polri, TNI dan seluruh kementerian dan lembaga pemerintahan harus lebih profesional dan hati-hati. Tugas pertama adalah melindungi rakyat agar masyarakat dapat jaminan kemanan dalam segala hal," katanya.

Selain itu, ia meminta masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa dengan mengutamakan kewaspadaan.

"Insha Allah masalah ini akan selesai, semoga diijabah oleh Allah SWT," kata Wakapolri. (G/KPC/OKZ/ANT)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

29°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 79%

Wind: 11.27 km/h

  • 22 May 2018 30°C 23°C
  • 23 May 2018 30°C 23°C

Banner 468 x 60 px