Log in

Manajer Kantor Pos di Aceh Otak Pengiriman Ganja ke Jawa


Banda Aceh-andalas Tidak puas dengan penghasilan sebagai seorang Manajer Pemasaran Kantor Pos Indonesia di Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Ontang Maruli Siregar ikut menjadi sindikat jaringan narkotika di Aceh. Bahkan, ia menjadi otak di balik pengiriman ganja via pos untuk dikirim ke sejumlah daerah di Indonesia.

Atas keterlibatannya dalam kurun waktu dua tahun terakhir Ontang berhasil mengirim paket berupa ganja sebanyak 2 ton kepada seseorang di Tangerang, Banten dan sejumlah daerah di Pulau Jawa. Ontang menjadi pengontrol dan memberikan informasi kapan barang akan dikirimkan.

Ontang tidak bekerja sendiri, jaringan sindikatnya berjumlah sebanyak 7 orang, namun dalam melancarkan aksinya dia dibantu oleh Heri Mauliza yang juga merupakan mantan pegawai kantor pos.

Ontang berperan sebagai pengontrol dan pemberi informasi kepada pengirim ganja. Sementara Heri berperan sebagai pengendali pengiriman ganja. Bahkan ia juga termasuk pemodal dalam komplotannya.

“Otaknya mereka berdua. Merekalah yang berkoordinasi di balik pengiriman ini. Bahkan Heri sempat kita lumpuhkan kakinya lantaran mencoba untuk melarikan diri saat kita tangkap,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser, dalam konferensi pers Kamis (13/9).

Faisal menyebutkan, selain keduanya, petugas juga menangkap 5 orang lainnya yang merupakan jaringan Ontang dan Heri dalam melancarkan bisnis haramnya selama ini. Di antaranya, Muammar, Rahmad Akbar, Firdaus, Munzir, dan Rizaldi.

Pihak kepolisian tak habis pikir saat mengetahui otak di balik penangkapan kali ini adalah seorang pegawai kantor pos. Kata dia, dari bisnis yang dijalankan keduanya, Ontang hanya memeroleh keuntungan sebanyak Rp4 juta sementara Heri sebanyak Rp25 juta.

“Si Ontang ini yang memberikan kesempatan bagi orang yang mau mengirimkan barang haram itu keluar setelah ada instruksi dari dia baru bisa dikirim melalui Kantor Pos. Kalau dia tidak memberikan sinyal barang ini tidak akan datang. Jabatannya sebagai manajer memberikan peluang kejahatan. Pegawai pun mau melakukan ini sudah sangat prihatin. Padahal dia sudah pegawai tapi mau melakukan,” keluh Faisal.

Faisal menjelaskan, para tersangka ini berhasil ditangkap saat hendak mengirimkan ganja sebanyak 150 kilogram kepada seseorang di Tangerang dalam bentuk packing, menyerupai paket berisi interior.

Dalam aksinya, pada Sabtu (8/9) lalu sekitar pukul 21.00 WIB tersangka Heri menghubungi Muammar untuk menyiapkan mobil untuk mengangkut narkotika ke kantor Pos Kuta Alam.

Kemudian keesokan harinya Minggu (9/9) Muammar memperoleh mobil rental dan menjemput Heri di rumahnya dan selanjutnya mereka berdua menuju ke rumah tersangka Rahmad untuk mengangkut barang haram tersebut. Setiba di rumah Rahmad, Muammar dan Heri memasukkan barang ke mobil. Heri kemudian menghubungi Ontang untuk menanyakan situasi di Kantor Pos.

“Waktu itu Ontang mengatakan kalau situasi kantor pos sepi dan menyarankan agar barang segera dikirim. Apabila ada petugas yang menanyai isi packing, tersangka Muammar disuruh mengatakan isinya interior, sekitar pukul 11.00 WIB Muammar tiba di kantor pos menemui Ontang menyerahkan paket tersebut dan disimpan dalam gudang karena barang akan dikirim keesokan harinya,” jelas Faisal.

Setelah petugas mendapatkan informasi tentang pengiriman narkotika via pos pada Senin (10/9), selanjutnya langsung dilakukan penyelidikan. Dan berhasil menangkap Muammar dan Ontang. Dari hasil pengembangan kemudian petugas pada Selasa (11/9) menangkap teman-temanya yang lain di desa Aneuk Batee, Aceh Besar.

“Permainan mereka cukup rapi sangat teroganisir. Sepertinya mereka sudah ada kuliah sendiri. Tapi kita tetap bertekad akan terus mengungkap kasus narkotika di Aceh, baik ganja maupun sabu,” pungkas Faisal. (KMP)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 21 Sep 2018 28°C 23°C
  • 22 Sep 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px