Log in

Longsor di Nias Selatan, Enam Orang Masih Tertimbun

Proses pencarian korban yang tertimbun longsor di Desa Sukamaju Mohili, Dusun II, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan. Proses pencarian korban yang tertimbun longsor di Desa Sukamaju Mohili, Dusun II, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan.

Teluk Dalam-andalas Tujuh orang yang masih satu keluarga di Dusun II, Desa Sukamaju Mohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, tertimbun tanah longsor, Sabtu (10/11). Tinggi longsoran yang diperkirakan mencapai 10-15 meter menyulitkan proses pencarian korban.

Dari tujuh korban itu, tim gabungan Basarnas baru menemukan satu korban dalam kondisi telah meninggal dunia. Sementara enam korban lainnya, hingga Minggu (11/9) petang belum ditemukan.

Informasi yang diperoleh, satu keluarga yang tertimbun longsor ada tujuh orang yakni Aristina Laia ina Elsa (33), Dalman Hulu (7), Setiamas Hulu Ina Putri (30), Rei Jaya Hulu (3), Putri Hulu (5), Noverman Hulu (2) dan Kristofen Hulu (4). 

"Tujuh orang ini satu keluarga. Korban yang berhasil dievakuasi atas nama Kristofen Hulu. Namun korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Nias, Tonggor Gultom, Minggu (11/9).

Tonggor mengatakan saat itu hujan turun cukup deras. Satu keluarga ini berada di dalam rumah saat longsor terjadi di kawasan itu sekira pukul 09.00 WIB. Namun Basarnas baru mendapatkan laporan sekira pukul 11.00 WIB. "Memang hujan cukup deras. Begitu mendapat laporan kita langsung bergerak ke lokasi longsor," ujarnya.

Personel gabungan dari TNI, Polri dan SAR terhambat akses menuju ke lokasi. Waktu tempuh ke lokasi juga cukup jauh. Hingga kini proses pencarian korban masih dilakukan. Alat berat masih dalam perjalanan menuju lokasi. 

"Tim masih berupaya melakukan pencarian terhadap enam orang korban. Namun belum ada lagi korban yang ditemukan. Pencarian korban terhambat karena tinggi longsor diperkirakan mencapai 15 meter. Jarak desa jauh masuk ke dalam hutan, kurang lebih dua jam," kata Tonggor

Menurutnya Minggu petang timnya sudah mundur dari lokasi dan akan melanjutkan pencarian Senin pagi. Hal ini juga dikenarenakan kondisi cuaca di lokasi sangat tidak mendukung.

"Tidak mungkin kita lakukan pencarian malam hari. Longsor susulan bisa saja terjadi sewaktu-waktu, karena hujan terus di sini," kata Tonggor.

Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal Napitupulu, kepada wartawan, Minggu ( 11/11) mengatakan seorang bocah bernama Kristofen Hulu, berusia 4 tahun ditemukan meninggal dunia di lokasi longsor tersebut.

”Ada satu korban di temukan tewas tertimbun longsor,” jelasnya. Saat ini, tercatat 6 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian. ”Ada 6 warga yang masih dalam pencarian,” lanjut Faisal.

Sementara itu, Wakil Bupati Nias Selatan Sozanolo Ndruru mengatakan, pihaknya sudah memberangkatkan sejumlah alat berat ke lokasi bencana longsor dan mengevakuasi seratusan warga desa tersebut ke tempat aman.

Dia memperkirakan alat berat tersebut baru akan tiba di lokasi pada Senin pagi mengingat cukup sulitnya medan yang dilalui untuk sampai ke lokasi. "Mungkin besok pagi tiba," ujarnya.

Jalan Ambles
Sementara itu jalan penghubung antara Kabupaten Nias Barat dan Kabupaten Nias Selatan di Desa Sisobandaho, Nias Barat, ambles sehingga akses jalan terputus.

"Jalannya putus sejak kemarin (Jumat) dan saat ini TNI dan warga sedang bergotong royong membuat titi darurat," kata salah pemilik truk yang hendak melintas di jalan tersebut, Toleransi Wau, Sabtu (10/11).

Dia menyatakan, akibat jalan ambles, kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa lewat dan harus menunggu ada titi darurat.

"Kami dari Nias Selatan hendak ke Kecamatan Sirombu, Nias Barat untuk mengantar barang, tetapi karena jalan putus, terpaksa balik lagi ke Nias Selatan," ujarnya.

Menurut dia, selain jalan tersebut ada akses jalan lainnya dari Nias Selatan menuju Nias Barat. Namun, jika melalui jalur tersebut, mobil harus jalan memutar dari Kota Gunung Sitoli dengan jaraknya tempuh sangat jauh sekali.

Dia berharap jalan tersebut cepat diperbaiki, atau dibuat titi darurat agar dapat dilalui kendaraan roda empat. "Karena tidak bisa lewat, terpaksa kami kembali ke Nias Selatan dan membatalkan ke Nias Barat, dan menjadwalkan pada Senin (12/11) kembali mengantar barang ke Nias Barat," kata Toleransi. (G/CNNI/ANT)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px