Log in

Liburan di Puncak Gunung Sibayak, Jamil Nasution dan Putrinya Disambar Petir

Korban sambaran petir Jamil Adabi Nasution dan putrinya saat dievakuasi dari Gunung Sibayak. Korban sambaran petir Jamil Adabi Nasution dan putrinya saat dievakuasi dari Gunung Sibayak.

Berastagi-andalas Jamil Adabi Nasution (35) dan putrinya, Rumaisa Nasution (4) disambar petir saat berlibur di puncak Gunung Sibayak, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Rabu (12/6) sekira pukul 14.00 WIB. Dengan luka bakar, keduanya kemudian dievakuasi dari puncak Gunung Sibayak dan selanjutnya dilarikan ke rumah sakit.

Informasi yang dihimpun dari masyarakat yang turut mengevakuasi korban dari puncak Gunung Sibayak, saat itu Jamil Adabi Nasution bersama keluarganya tengah berlibur ke puncak Gunung Sibayak di Kecamatan Merdeka.

Saat kejadian, Gunung Sibayak tengah diselimuti mendung dan hujan mulai turun. Melihat alam yang kurang kondusif itu, Jamil Nasution kemudian menggendong putrinya seraya memakai payung untuk menghindari air hujan.

Jamil sekeluarga kemudian berusaha turun dari puncak Sibayak. Tiba-tiba saat berjalan keduanya disambar petir dengan suara menggelegar. Ayah dan bayinya pun terkapar dengan luka bakar di bagian tubuh.

Melihat peristiwa itu, kedua korban langsung dievakuasi dari lokasi kejadian menggunakan mobil patroli Polhut Kehutanan, UPT Tahura. Selanjutnya, dengan menggunakan mobil ambulans kedua korban diboyong ke rumah sakit.

Sementara itu, salah seorang kerabat korban, Alfian mengatakan, kejadian nahas yang menimpa sepupunya tersebut terjadi sekira pukul 14.00 WIB. Kondisi saat itu, katanya, sudah mendung. Karena merasa berbahaya, mereka memutuskan untuk turun dari puncak Sibayak.

"Sekitar jam dua lewat-lah tadi kejadiannya. Tadi pas sudah mendung turun kami. Aku memang di depan tadi, orang abang (Jamil) sama sepupuku yang satu lagi di belakang," ujar Alfian.

Alfian mengaku, pada saat di perjalanan dirinya sempat mendengar dua kali sambaran petir.

"Pas pertama enggak kena, yang kedua aku kena percikan. Badanku juga sekarang masih kebas. Pas nengok ke atas, kuliat payung yang dipakai bang Jamil udah jatuh, terus aku cari tempat yang agak tinggi kuliat abang ini sama anaknya sudah tergeletak. Cuma sepupuku saja yang masih berdiri," ungkapnya.

Melihat Jamil dan putrinya tersambar petir, Alfian langsung menghampiri dan mencari pertolongan kepada para pendaki yang ada di sana.

"Aku langsung kejar, langsung ngangkat anaknya, kemudian aku cari bantuan ke tanda-tanda yang paling bawah itu," ucapnya.

Ketika berada di warung di sekitar Sibayak, Jamil tampak sempat mendapatkan pertolongan pertama. Dengan diberikan selimut, dan pendaki serta masyarakat yang ada di sana mencoba menenangkannya.

Terlihat, di tangan bagian kanan Jamil seperti luka bakar yang sedikit mengelupas.

Seorang pendaki yang juga ikut membantu melakukan evakuasi, Samuel, mengaku saat di lokasi kejadian dirinya melihat tubuh Jamil menderita luka bakar. Setelah melihat kondisi Jamil, kemudian mereka langsung membawanya ke tenda untuk melakukan pertolongan pertama.

"Tadi kondisnya sudah banyak luka bakar, di tangannya sama kakinya, terus bajunya robek-robek. Dari mulai ulu hati ke bawah sudah kaku, tapi dia masih sadar. Karena di dalam badannya masih ada elektriknya, kami bawa ke tenda, langsung kami selimutin pakai apa yang adalah," ucapnya.

Terpisah, Kasi Ops Basarnas Medan M Agus Wibisono menjelaskan, Jamil Nasution mengalami luka bakar pada sekujur tubuh, terutama di bagian kedua tangan, kaki dan punggung, sedangkan putrinya luka bakar pada bagian sekitar pinggul, punggung dan pundak kanan.

Agus mengungkapkan saat kejadian korban sedang melakukan wisata pendakian di Gunung Sibayak dan sedang duduk di tepi kawah bersama anaknya, kemudian tersambar petir dan terpental jatuh ke lembah gunung sehingga membutuhkan bantuan evakuasi.

 “Kami menerima info dari seorang ranger Gunung Sibayak, bernama Ucok Lestari bahwa telah terjadi orang tersambar petir di Gunung Sibayak. Dilaporkan dua orang tersambar petir, sedangkan satu orang korban lagi membutuhkan bantuan evakuasi dari lembah gunung tersebut. Tim SAR dari Kantor SAR Medan berangkat menuju LKP untuk melaksanakan operasi SAR,” ungkapnya.

Sebelumnya beredar informasi melalui pesan singkat WhatsApp, ada tiga orang pendaki gunung yang tersambar petir di dekat kawah Gunung Sibayak, Rabu (12/6).

Disebutkan ketiga mahasiswa yang terkena petir itu berasal dari organisasi Kompas Universitas Sumatera Utara (USU). Menanggapi kabar yang beredar, Kepala BPBD Karo Martin Sitepu saat dikonfirmasi membenarkan adanya informasi tersebut.

"Oh soal itu kita belum bisa memastikan. Memang ada informasi satu, tapi belum jelas," kata Martin via telepon seluler.

"Ada informasi memang kena petir, tapi berapa jumlah orang yang terkena petir belum pasti," sambungnya.

Martin belum berani memastikan secara gamblang berapa jumlah korban yang terkena petir dan jam berapa pastinya kejadian tersebut.

"Kejadian itu infonya ada. Saat ini kita masih mau memonitor. Tapi untuk berapa jumlah yang terkena petir belum diketahui pasti pokoknya," tutup Martin.

Sedangkan Kapolsek Simpang Empat, Iptu Dedi dan Camat Naman Teran, Oberlin Sembiring, mengakui adanya korban disambar petir. Disebutkannya, proses evakuasi dibantu personel Polsek Simpang Empat dan Koramil 04/SE serta masyarakat.

“Kedua korban dibawa turun dari gunung menggunakan mobil patroli Dinas Polisi Kehutanan. Sampai di Pos Polhut dilanjutkan dengan ambulans PMI Tanah Karo dan dibawa ke Rumah Sakit Amanda Berastagi guna mendapatkan perawatan medis. (RED/TMC/PSC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px