Log in

Ledakan Bom Bunuh Diri di Sibolga Rusak Ratusan Rumah

Pihak Pemko Sibolga mendata dampak kerusakan akibat ledakan bom bunuh diri terduga pada Rabu (13/3) lalu. foto KBRN. Pihak Pemko Sibolga mendata dampak kerusakan akibat ledakan bom bunuh diri terduga pada Rabu (13/3) lalu. foto KBRN.

Ratusan rumah warga di Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), rusak akibat terdampak ledakan bom bunuh diri, Asnita, istri Abu Hamzah, alias Husein alias Uppang, terduga teroris di Sibolga, pada Rabu (13/3) sekitar pukul 01.30 WIB.

Puluhan rumah diantaranya hancur total, rata dengan tanah. Rumah-rumah yang hancur berada dekat dengan rumah Abu Hamzah yang sudah ditangkap oleh tim Densus 88 Mabes Polri pada Selasa 12 Maret 2019.

"Di sepanjang gang kami ini aja pak, di Gang TK ini, ada sekitar 20 unit rumah. Semuanya rusak karena terkena ledakan bom tersebut," kata PR Tambunan (48), salah seorang warga, Jumat (15/3).

Belum lagi rumah sekitar di gang lain yang berada radius 100 meter dari lokasi ledakan.  "Cuma memang saya kurang tahu ada berapa unit rumah yang berada dekat dengan rumah terduga teroris Abu Hamzah tersebut. Karena semuanya hancur. Apalagi rumah di sini kan rapat-rapat," sebut dia.

Dia mengaku kurang tahu pasti berapa jumlah kepala keluarga (KK) yang tinggal dalam radius 100 meter dari titik lokasi ledakan. "Tapi kemungkinan 300 KK adalah," katanya.

Rohani boru Hutabarat, mengakui banyaknya rumah yang rusak akibat ledakan bom tersebut. Sebagaimana seluruh asbes rumah mereka hancur. "Betul-betul mengerikan ledakan bom itu," tuturnya.

Warga lainnya, Rika (38) berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan nasib warga yang rumahnya hancur maupun rusak karena ledakan bom terduga teroris itu. Ia juga berharap kepada pemerintah untuk membuat konseling bagi pemulihan physikologis (mental) para warga.

"Selain anak-anak, para orang tua juga masih trauma dan takut. Seperti kami, belum berani tidur di rumah malam ini ataupun hingga beberapa hari ke depan," ujarnya.

Lurah Pancuran Bambu Wahyu Aulia Siregar menerangkan, dari data sementara, tercatat ada sekitar 151 rumah rusak akibat ledakan bom. Baik rusak berat maupun ringan. “Tapi tim masih terus bekerja melakukan pendataan,” kata Wahyu.
    
Jasad Balita di Atap

Sementara itu setelah diizinkan pulang ke rumah oleh pihak kepolisian sejak Kamis (14/3) malam, warga yang sempat mengungsi akibat teror bom di Jalan Cenderawasih, Gang Sekuntum, Lingkungan III, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, kembali digegerkan dengan penemuan jasad manusia.

Jasad yang diduga anak balita itu ditemukan warga di atap salah satu rumah warga yang terdampak ledakan bom bunuh diri Asnita, istri terduga teroris Abu Hamzah alias Husein alias Uppang pada Rabu (13/3) dini hari lalu.

Jasad ini ditemukan pada Jumat (15/3) pukul 14.00 WIB di atap salah satu rumah warga pada radius 20 meter dari episentrum ledakan. Jasad ditemukan dalam keadaan telungkup dengan posisi kepala menghadap arah barat laut dan kaki ke arah tenggara.

Menurut informasi yang beredar di sekitar lokasi, warga menduga jasad  yang ditemukan itu adalah jasad anak pelaku peledakan yang terlempar ke atap rumah warga akibat dahsyatnya ledakan bom.

Memeroleh kabar tersebut, tim dari DVI Polri turun ke lokasi dan  mengevakuasi jasad ini. Tim evakuasi sempat terlihat kesulitan. Pasalnya bangunan yang di atasnya terdapat jasad balita ini sudah keropos.

Kuat dugaan jasad ini adalah anak dari terduga teroris Abu Hamzah alias Husein alias Uppang yang ikut menjadi korban ledakan bom bunuh diri istrinya, Rabu dini hari lalu. Belum diperoleh keterangan resmi tentang temuan itu.    

Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga Jamil Zeb Tumori mengunjungi lokasi ledakan bom tersebut, Jumat (15/3).

Menurut Jamil, tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) masih melakukan olah TKP di antara puing-puing ratusan rumah yang porak poranda akibat ledakan bom.

“Saat di lokasi, kami juga melihat petugas dari tim Inafis menemukan 4 potongan tubuh manusia yang sudah berulat,” kata Jamil.

Menurut Jamil pasca-sterilisasi ledakan selesai, Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga sudah mendirikan posko penanganan bagi warga yang terdampak ledakan bom di Jalan Cendrawasih dan Jal KH Ahmad Dahlan.

"Selain itu Pemko Sibolga juga sudah menyalurkan bantuan logistik seperti beras, telur dan bahan makanan lainnya. Dan kita harapkan Pemko Sibolga juga menyiapkan bantuan materi antara Rp1-3 juta per rumah tangga sesuai Perda serta segera mengusulkan bantuan kepada Kementerian Sosial (Kemensos),” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen (Pol) Agus Andrianto telah meminta kepada Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk untuk segera melaporkan seluruh rumah warga yang terkena dampak ledakan tersebut kepada pihak kementerian di Jakarta. Juga diharapkan kepada Wali Kota untuk membuat perda supaya bisa menggunakan anggaran emergency. "Untuk membantu warga masyarakat yang terkena dampak dari ledakan ini," sebut Agus. (HAS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px