Log in

Komplotan ‘Becak Hantu’ Ditangkap Polisi

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto memaparkan penangkapan komplotan maling yang dijuluki “Becak Hantu” di Mapolrestabes, Kamis (18/7). Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto memaparkan penangkapan komplotan maling yang dijuluki “Becak Hantu” di Mapolrestabes, Kamis (18/7).

Komplotan maling yang dikenal warga Kota Medan dengan julukan “Becak Hantu” akhirnya tak berkutik setelah dibekuk Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Sat Reskrim Polrestabes Medan dari lokasi berbeda.

Bahkan komplotan maling yang setiap beraksi di malam hari menggunakan becak bermotor (Betor) serta mengenakan baju daster dan kerudung yang telah beraksi puluhan kali di Kota Medan ini terpaksa ditembak kakinya oleh petugas, Kamis (18/7).

Dari pengungkapan tersebut petugas mengamankan 3 orang tersangka berinisial NP alias Natal (22), ASP alias Toni (17), dan PS alias Gondit (22). Ketiganya warga Jalan Elang Perumnas Mandala, Kecamatan Medan Denai.

Turut diamankan barang bukti 4 unit Betor, 2 buah gunting pemotong hidrolik, 1 buah linggis, 1 buah martil, 1 buah kunci letter T, 2 anak kunci T, 1 kunci letter L, uang Rp25 ribu, dan 1 buah flashdisk rekaman CCTV.

“Ketiga tersangka beraksi melakukan pencurian dengan modus membawa Betor lalu membongkar rumah korban,” ujar Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira.

Setelah beraksi membobol rumah korban, lanjut Dadang, kawanan tersangka ini lalu menggasak seluruh harta benda korban seperti sepeda motor dan lainnya. Bukan hanya sekali, komplotan ”becak hantu” ini diduga juga telah beraksi puluhan kali di Kota Medan.

“Mengapa disebut becak hantu, karena mereka beraksi pada malam hari (seperti hantu-red) berpura-pura mencari makanan ternak di tempat sampah, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan satpam atau petugas jaga malam,” katanya.

Dadang mengatakan pihaknya yang menerima laporan maraknya aksi pencurian dengan modus “becak hantu” bahkan sampai ada yang viral di medsos lalu melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil penyelidikan, kata Dadang, Tim Pegasus Sat Reskrim Polrestabes Medan berhasil mengidentifikasi para pelakunya. Sejurus kemudian, polisi pada Selasa (16/7) mendapatkan informasi tersangka Natal berada di Jalan Garuda IV Perumnas Mandala dan langsung menangkapnya.

Sedangkan tersangka Gondit ditangkap petugas di Jalan Panglima Denai dan ASP alias Toni ditangkap di Jalan Tangguk Bongkar II Simpang Jalan Merauke Medan. Saat dilakukan pengembangan, kedua tersangka Gondit dan Natal berusaha melarikan diri sehingga polisi menembak kedua kaki tersangka. Usai dilumpukan, petugas lalu memboyong kedua tersangka ke Rumah Sakit Bhayangkara Jalan KH Wahid Hasyim Medan. Saat diperlihatkan polisi kepada wartawan, tampak kedua tersangka terpincang-pincang. “Kita masih melakukan pengembangan untuk mencari pelaku lainnya,” tandas Kapolrestabes. (ACO)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px