Log in

Komisi III DPR: Dirjen PAS Wajib Dicopot

Dua unit mobil di Lapas Narkotika Kelas III Hinai Langkat dirusak napi saat terjadi kerusuhan Kamis lalu. andalas|budi zulkifli Dua unit mobil di Lapas Narkotika Kelas III Hinai Langkat dirusak napi saat terjadi kerusuhan Kamis lalu. andalas|budi zulkifli

Dua Kerusuhan di Lapas Dalam Sepekan

Dalam beberapa pekan belakangan, terjadi dua kerusuhan di dua penjara di Indonesia, yakni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Narkoba Langkat dan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 2B Siak Sri Indrapura.

Atas dua kejadian tersebut, Komisi III DPR RI mendesak Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yassona Laoly mengevaluasi kinerja Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Sri Puguh Budi Utami.

"Atas dua kasus kerusuhan yang terjadi di Rutan Siak dan Lapas Langkat, Dirjen PAS wajib dicopot," kata Anggota Komisi III DPR RI Syahroni di Jakarta, Sabtu (18/5).

Sahroni berharap pencopotan terhadap Dirjen PAS harus segera dilakukan. Langkah tegas itu diperlukan agar insiden kerusuhan di lapas tidak semakin meluas.

"Karena saya menilai, semakin tidak dicopot akan semakin banyak kejadian baik di rutan maupun lapas," ujarnya.

Pihaknya, kata Syahroni, sangat menyayangkan kasus kerusuhan ini. Terlebih dalam sepekan, terjadi dua kali kerusuhan yang menyita perhatian publik.

"Kami sangat menyayangkan kejadian kerusuhan dan pembakaran berturut-turut terjadi di negeri kita ini," ucapnya.

Selain mengganti Dirjen PAS di posisi pimpinan, Syahroni juga meminta Menkumham untuk melakukan perubahan sistem. Langkah itu diperlukan agar kejadian serupa tak terulang kembali. "Peraturan di dalam lapas maupun rutan juga harus dievaluasi. Karena ada kemungkinan dengan peraturan yang ada saat ini menyebabkan masalah kerap muncul," kata dia.

Kalapas Narkoba Langkat Dicopot

Sementara itu, pasca kerusuhan di Lapas Narkoba Kelas III Langkat, terungkap penyebab berontaknya 1.653 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang ada di sana. Di hadapan Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami, Jumat sore (17/5), mereka menyampaikan keluhannya.

Tercatata ada 24 tuntutan mereka. Katanya, mereka kerap ditekan, ditindas, dianiaya dan diperas, bukan dibina. Keluhan ini tentu patut untuk didengar, sehingga bisa diambil langkah- langkah perbaikan.

"Kami minta Katib dan Kalapas diganti, karena kami selama ini dianiaya, diperlakukan tidak manusiawi dan selalu dimintai uang. Mau mengurus remisi pun pakai uang, itupun tidak selesai. Mau pulang juga dimintai uang. Benar- benar kelewatan, padahal kami butuh pembinaan," ungkap ratusan WBP di dalam gedung Lapas.

Diakui mereka, setelah berhasil keluar dengan menjebol gerbang depan Lapas, sasaran WBP langsung menuju rumah dinas Kalapas, Bachtiar Sitepu yang  persis berada di depan gerbang kiri pintu Lapas.

Karena Kalapas tidak ada, rumah dinas itu pun dirusak, pintu dan jendela dijebol, seluruh isi ruangan rumah porak poranda. Baju dinas Kalapas diserakan dan  simbol kedinasan diorat- arit. Kejadian ini pun dibenarkan salah seorang petugas jaga sipir penjara, Syahrial.

"Waktu kerusuhan saya tidak lari, WBP tidak menyakiti kami. Malah, dari depan saya ke dalam, tapi pintu sudah terkunci. Kami pun terkurung di dalam dan naik ke atas. Melihat api dari pembakaran sepeda motor, termasuklah sepeda motor saya juga ikut hangus jadi korban. Mereka berteriak mencari Kepala Lapas dan memporak-porandakan perabotan rumah Kepala Lapas," ungkapnya.

Kepada wartawan, Sri Puguh Budi Utami mengatakan, keluhan para WBP sudah didengarnya dan segala aspirasi WBP telah diterima dan akan dilaporkan ke Menkumham.

"Aspirasi dan keluhan WBP telah saya tampung, selanjutnya dilakukan langkah-langkah penyelesaian, ada klaripikasi dalam kasus ini dan harus dilakukan pendalaman dan kajian- kajian hingga revitalisasi Lapas. Lalu, terkait dengan masalah penindakan dan sanksi, Kakanwil Kum Ham nanti yang berwenang untuk memutuskannya," katanya.

Terkait kerusuhan itu, Kalapas Narkotika Kelas III Langkat Bachtiar Sitepu dinonaktifkan untuk sementara waktu. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Sumut Dewa Putu Gede mengatakan, selain Kalapas, Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Keamanan dan Ketertiban juga akan dinonaktifkan.

"Ini langkah pertama yang kami ambil sebagai evaluasi," ujar Dewa Putu Gede, Jumat (17/5). (BD/OZ)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px