Log in

Kloter 3 Menuju Madinah

Pasangan suami istri yang tergabung dalam Kloter 1 asal Medan tampak ceria setelah tiba di Madinah, Sabtu (14/7).Andalas/ist Pasangan suami istri yang tergabung dalam Kloter 1 asal Medan tampak ceria setelah tiba di Madinah, Sabtu (14/7).Andalas/ist

1 Calhaj Tunda Karena Sakit

Medan-andalas Plt Bupati Asahan Surya MSc melepas keberangkatan 393 jemaah calon haji (Calhaj) termasuk 5 petugas yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 3 Embarkasi Medan, dari aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Minggu (14/7). Namun, 1 jemaah calon haji gagal berangkat karena sakit.

Surya dalam sambutannya meminta kepada seluruh petugas kloter agar melaksanakan tugas dengan baik dan tulus. "Karena jemaah calon haji juga sudah tulus ebagai tamu Allah," ujarnya.

Seusai acara pelepasan di Asrama Haji, seluruh jemaah asal Kabupaten Asahan ini berangkat dengan bus dari Asrama Haji Medan menuju Bandara Kuala Namu Internasional Deli Serdang pukul 18.00 WIB. Menurut jadwal akan berangkat pada pukul 20.40 WIB dan tiba di Madinah Senin (15/7) pukul 00.35 WIB.

Namun, dari 393 jemaah calon haji perempuan asal Asahan  ditunda berangkat karena sakit. Wakil Ketua Bidang Kesehatan Embar kasi Haji Meadn dr Zia Batubara MPH mengatakan, jemaah calon haji tersebut ditunda berangkat karena sakit jantung. "Sakti jantung, ini mau dibawa ke Rumah Sakit Haji," kata Zai Minggu petang.

Sementara Kasubag Humas Kanwil Kemenag Sumut Azim mengatakan, untuk kloter 3 yang jemaah yang berangkat termasuk petugas berjumlah 388. "Open seat 4, Dan 1 batal berangkat dari daerah karena meninngal yaitu Ngadiman Sodinomo dan 1 tunda berangkat karena sakit," jelasnya.

Kloter 1 Tiba
Sementara itu, 338 calon jemaah haji dan 5 petugas  dari Kloter 1 asal Medan tiba di Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz Madinah, Sabtu (14/7) pukul 22.50 WAS (Waktu Arab Saudi). Setelah menunggu proses penegcekan oleh panitia haji Arab Saudi (Muassasah), jemaah diangkut dengan 9 bus menuju 3 hotel masing masing. 

Untuk hotel Elaf Thaibah sejumlh 127 orang, hotel Elaf Meshaal al Madinah 128 org dan hotel Meshaal al Salam 138 orang. Ketua kloter 1 Erwin mengatakan, syukur karena semua jemaah tiba dalam keadan baik termasuk beberapa jemaah Lansia yang menggunakan kursi roda.

Termasuk jemaah tertua, Jaliyah Dorin Usman (98) yang didampingi salah seorang putrinya Ani (51) juga sehat. Sementara informasi yang diperolah dari Madinah mengatakan, jemaah haji gelombang pertama dari Kloter 1 Surabaya dan Kloter 1 dan Kloter 2 Batam siap diberangkatkan ke Mekkah dari Madinah, Minggu (14/7). Namun, sebelum berangkat, jemaah sudah memakai ihram sejak dari hotel.

444 jemaah dari Surabaya telah memakai ihram di Hotel Ishraq Al-Bustan sejak pagi hari. Salah seorang jemaah, Lasno asal Magetan, mengatakan, sudah mengenakan ihram sejak pukul 09.00 WAS meskipun baru berangkat ke Mesjid Nabawi sekitar pukul 11 WAS. Sebelum meninggalkan hotel menuju Mekkah, jemaah akan melakukan sholat Dzuhur di Masjid Nabawi untuk menyempurnakan sholat Arbain.

"Dari jam 9, biar gak repot nanti," katanya di Hotel Ishraq Al-Bustan, Minggu (14/7). Sekretaris Sektor 3 Daerah Kerja (Daker) Madinah, Syahrial Nadir mengatakan, jemaah akan diberangkatkan sekitar pukul 14.00 WAS setelah menyelesaikan sholat Dzuhur. "Mereka harus menyelesaikan Arbain dulu. Hari ini terakhir, Dzuhur. Nanti jam 11 ke Nabawi," katanya.

Adapun barang bawaan jemaah yang boleh dibawa naik ke Bus yaitu hanya koper besar, tas kabin dan kursi roda. Nadir menyebutkan, ada 444 jemaah dari Surabaya yang akan diberangkatkan dari Hotel Ishraq Al-Bustan beserta 5 petugas kloter sehingga total ada 449 orang akan berangkat ke Mekkah. Jemaah nantinya akan singgah di Masjid Bir Ali untuk mengambil miqot dan sholat sunnah ihram.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Akhmad Jauhari meminta kepada seluruh kepala sektor di Daker Madinah untuk membuat surat edaran terkait keberangkatan jemaah dari Madinah ke Makkah. Ia juga mengimbau jemaah dengan risiko tinggi (Risti) agar melakukan niat ihram di dalam bus dan tidak turun ke Masjid Bir Ali.

"Mengingatkan kembali teman-teman Ka Sektor Madinah sebaiknya membuat edaran untuk ketua kloter dan ketua rombongan, yang berisi himbauan," kata Akhmad Jauhari.

Imbauan lainnya, agar semua jemaah gelombang 1 ketika berangkat menuju Makkah harus sudah berpakaian ihram di hotel/pondokan.

Kemudian, setiap supir bus yang mengangkut jemaah sebelum berangkat harus diingatkan utk menuju miqat Bir Ali/Zulhulaifah.
Selanjutnya, untuk jemaah Lansia/Risti sebaiknya dianjurkan niat ihramnya di bus, tidak ikut turun ke masjid miqat. "Karena kondisi mereka dan waktu yang tersedia sangat terbatas di miqat Bir Ali," ujarnya.

Ia juga meminta semua petugas kloter (TPHI, TPIHI, TKHI, Karom dan Karu) sebelum bus bergerak harus memastikan semua jemaah sudah berniat ihram.

"Jika terjadi bus tidak mampir di miqat Bir Ali karena supir tidak tahu jalan, maka harus diingatkan untuk kembali ke Bir Ali. Namun jika telah melewati jarak 150 km sebaiknya berniat ihram dengan mengambil garis lurus miqat Juhfah," tegasnya.

Namun, lanjutnya, jika bus tiba di Makkah dan jemaah belum berniat ihram, maka solusinya harus keluar lagi dari Makkah dengan jarak dua marhalah (89 km). "Atau niat ihram di hotel/pondokan di Makkah dengan membayar Dam," ucapnya. (YN/Rel)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px