Log in

Kemendikbud Selidiki Dugaan Intimidasi Guru SMKN 3

Siswi SMKN 3 Padangsidimpuan Amelia Nasution sempat mendapat perawatan di RSUD Padangsidimpuan, namun menghembuskan nafas terakhir, Senin (10/4) lalu. Korban diduga depresi karena disebut telah membocorkan kecurangan dalam pelaksanaan UN. Siswi SMKN 3 Padangsidimpuan Amelia Nasution sempat mendapat perawatan di RSUD Padangsidimpuan, namun menghembuskan nafas terakhir, Senin (10/4) lalu. Korban diduga depresi karena disebut telah membocorkan kecurangan dalam pelaksanaan UN.

Kasus Siswa Bunuh Diri Usai UN di Padangsidimpuan

Jakarta – andalas Federasi Serikat Guru Indonesia (FGSI) yang diwakili Sekjen, Retno Listyarti dan dua rekannya menyambangi Inspektorat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kamis (20/4). Kedatangan mereka untuk mendengar hasil investigasi Inspektorat Kemendikbud terkait kasus bunuh diri salah satu siswi SMKN 3 Padangsidimpuan, Amelia Nasution (19).

Amelia bunuh diri dengan menenggak racun setelah menjadi korban intimidasi gurunya. Dugaan intimidasi setelah ia bersama dua rekannya memprotes aksi tercela salah satu gurunya saat ujian nasional berbasis komputer (UNBK) beberapa waktu lalu.

Amelia Nasution, warga Desa Batang Bahal, Tapanuli Selatan (Tapsel) tewas setelah mendapat perawatan di RSUD Padangsidimpuan, Senin (10/4) pukul 12.00 WIB. Korban diduga depresi karena disebut telah membocorkan kecurangan jawaban Ujian Nasional (UN).

Kasus tersebut menarik perhatian FSGI hingga menanyakan perkembangan penyelidikan dilakukan pihak Kemendikbud. Retno mengatakan, kedatangan FSGI juga guna menindaklanjuti investigasi dugaan pungutan liar di SMKN 3 Padangsidimpuan.

Retno mengatakan, kasus kematian Amel ini merupakan tanda dari potret situasi sekolah yang tidak kondusif bagi peserta didik. Ia pun mengaku bahwa terciptanya situasi yang kondusif di sekolah merupakan fokus perhatian FSGI.

"Kami peduli pada situasi kondusif sebuah sekolah. Kita harus bicara dulu soal situasi sekolah yang kondusif, sehingga kita bisa bicara soal kualitas sekolah," tambahnya.

Kepada perwakilan FSGI dan media, Inspektur investigasi, Suyadi, membantah bahwa kecurangan berupa pemberian kunci jawaban kepada salah seorang murid terjadi pada UNBK, melainkan pada saat Ujian Sekolah, tepatnya pelajaran Penjas.

"Tidak ditemukan ada kebocoran baik soal maupun jawaban (pada saat UNBK). Masalah tersebut (pemberian kunci jawaban) terjadi saat Ujian Sekolah, penjas, bukan UNBK," ungkapnya di Jakarta, Kamis (20/4).

Lebih lanjut, ia mengisahkan, pada saat ujian sekolah mata pelajaran penjas terdapat seorang guru, berinisial E yang memberikan jawaban kepada Y salah seorang murid, lantaran Y adalah keponakannya. Kemudian, IA, salah seorang murid mengungkapkan ketidakpuasannya di media sosial Facebook. Lalu dipostingan itu kemudian menimbulkan 'keriuhan' di Facebook dan menyinggung perasaan E.

"Yang tidak dapat (jawaban) merasa kesal, kemudian terjadi perdebatan di Facebook, E tersinggung, kemudian dilaporkan ke BK," jelasnya.

Bagian BK sekolah lalu memanggil IA, RA, dan AN murid-murid yang turut mengomentari postingan IA itu. Dalam proses pemanggilan dan pembinaan di BK itu munculah soal UU ITE.

"Lalu dipanggil IA, SA, dan Amelia Nasution (AN). Ada yang nimbrung. Sampailah pada soal UU ITE," tambahnya.

Namun, Suyadi enggan memberikan jawaban apakah benar latar belakang Amelia Nasution memutuskan bunuh diri lantaran merasa tertekan karena adanya ungkapan verbal dari pengajar yang mengintimidasinya.

"Itu bukan kapasitas saya. Saya ke sana hanya untuk memastikan apakah benar ada kebocoran dalam UNBK," ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa soal kasus bunuh diri yang merenggut nyawa Amelia Nasution, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan lembaga yang lebih memiliki kapasitas, yakni aparat kepolisian.  Menanggapi penjelasan dari Inspektur Investigasi tersebut, FGSI meminta bantuan Kemendikbud untuk menyelidik kasus ini secara lebih luas demi terciptanya lingkungan sekolah yang lebih baik.

"Harap ada upaya sungguh-sungguh. Mohon bantuan Kemendikbud yang lebih punya tangan ke sana untuk menyelidiki dalam ranah yang lebih luas, bukan hanya kematian Amel, tapi sekolah ini ke depan," tutup Retno.

Dua Kubu

Inspektur Investigasi Kemendikbud, Suyadi mengatakan, hasil penyelidikan SMKN 3 Padangsidimpuan memang tidak memiliki pengelolaan uang yang bagus sehingga terindikasi adanya pungli. Pihak Kemendikbud telah meminta agar dilakukan audit dan penelusuran lebih lanjut terhadap tata kelola keuangan SMKN 3 Padangsidimpuan.

Lebih jauh ia pun menjelaskan bahwa situasi sekolah pun tidak kondusif. Sebab di antara para pengajar sekolah tersebut terdapat dua kubu yang saling bertentangan, sehingga situasi sekolah menjadi tidak nyaman.

"Teman-teman guru saya terpecah dua. Ada dua kubu. Saya panggil sebagian guru, Saya bilang 'Anda itu nyari makan di sini. Kenapa diacak-acak sendiri?" kata Suyadi.

Kerena itu, di akhir investigasinya, Suyadi merekomendasikan kepada Pemprov Sumatera Utara demi terselesaikannya masalah-masalah yang muncul di sekolah tersebut.

"Berikan kepala sekolah yang senior, supaya bisa merangkul. Yang bertengkar jangan disatukan. Yang keliru dihukum," tutupnya.

Sebelumnya, ayah kandung korban, Adha Yanuar Nasution (46), beberapa hari setelah UN, putrinya Amelia Nasution langsung murung dan stres berat. Korban mendapat tekananan dan ancaman dari oknum guru dan dua orang temannya.

Akibat ancaman itu, Amelia Nasution ketakutan tidak lulus ujian nasional, hingga akhirnya nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menenggak racun rumput di belakang masjid tidak jauh dari rumahnya.

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait meminta Wali Kota Padangsidimpuan segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan ujian nasional di Padangsidimpuan, sebelum menelan korban lebih banyak lagi.

“Meminta kepada Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Padangsidimpuan dan LPA di Kabupaten Tapanuli bagian Selatan sebagai perwakilan Komnas Perlindungan Anak di Tabagsel untuk mengawasi secara intensif pelaksanaan ujian nasional tingkat SD dan SMP di seluruh wilayah hukum Tabagsel,” katanya baru-baru ini. (MDK/HAM/SH)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

25°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 93%

Wind: 6.44 km/h

  • 25 Jun 2017 29°C 23°C
  • 26 Jun 2017 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px