Log in

Kasus Mabuk Rebusan Pembalut Belum Ditemukan di Sumut


Belakangan ini di Pulau Jawa, sedang marak remaja kedapatan kecanduan meminum air rebusan pembalut wanita. Konon, air rebusan tersebut dapat memberi efek sensasi seperti layaknya mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu.

Beruntung, fenomena itu belum ditemukan di Sumatera Utara (Sumut). Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung mengatakan, sejauh ini kasusnya belum ada terjadi di Sumut. Pihaknya sudah melakukan pemantauan ke lapangan, namun tidak ditemukan.  

"Sejauh ini kasusnya (rebusan pembalut wanita) belum ada," ujar Hendri kepada wartawan, Jumat (9/11).

Kendati demikian, menurut Hendri, perlu dilakukan penelitian mendalam untuk mengetahui apakah benar ada zat adiktif yang terkandung dalam pembalut wanita. Pihak Badan Narkotika Nasional menurutnya sedang meneliti kandungan zat di pembalut tersebut.

"Kalau kata Deputi Pemberantasan BNN, Pak Irjen Pol Arman Depari, perlu dilakukan dulu penelitian terhadap pembalut wanita, apakah ada terkandung zat adiktif yang bisa membuat orang yang mengonsumsi air rebusannya menjadi teler," katanya.  

Disebutkannya, di dalam pembalut wanita terdapat gel yang berfungsi untuk menyerap cairan. Tapi belum diketahui pasti apakah gel itu memiliki zat adiktif bila direbus air atau tidak.

"Itu yang kita belum tahu, apakah di gelnya atau di mananya. Artinya, masih dalam penelitian," tuturnya.

Untuk itu, lanjutnya, andai kata kejadian seperti di Pulau Jawa itu juga ditemukan di Sumut atau kota Medan, pihaknya masih sulit untuk memidanakan orang yang mengonsumsinya.  

"Soal apakah orang yang mengonsumsinya bakal terjerat pasal penyalahgunaan narkotika, kita juga belum bisa menyangkakan hal itu," pungkasnya.

Sementara, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, dikonfirmasi soal fenomena aneh remaja di Pulau Jawa yang meminum air rebusan pembalut wanita mengaku terkejut. "Wah baru dengar saya, soal itu," ujarnya.  

Dia mengaku, belum ada menerima laporan dari polres-polres jajaran terkait ada tidaknya warga yang diamankan perihal meminum air rebusan pembalut wanita itu. "Sejauh ini belum ada ya, laporan ke kita. Nanti coba monitor, bila ada akan diinformasikan," tandasnya.

Sejumlah Remaja Ditangkap

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menangkap sejumlah remaja yang tengah mabuk rebusan pembalut di wilayah Pantura di Kudus, Jawa Tengah.

"Iya benar, beberapa remaja yang mabuk rebusan pembalut tertangkap BNNP Jateng di Kudus. Namun mereka tercatat sebagai warga Purwodadi, Grobogan," kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kudus, Jawa Tengah, AKP Sukadi saat dikonfirmasi, Jumat (9/11).

Sukadi menuturkan, para pelaku yang tertangkap merupakan anak jalanan yang dalam keseharian menjalankan rutinitas di jalanan Pantura. "Anak-anak jalanan lebih rentan melakukan aktivitas yang tidak mendidik," ujarnya.

Fenomena mabuk menggunakan rebusan pembalut yang ramai jadi perbincangan akhir-akhir ini, lanjut dia, adalah kasus terbaru yang belum pernah ditemukan oleh polisi di Kudus. Oleh karena itu, Polres Kudus akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi di wilayah hukumnya.

"Selama ini tidak ada kasus nge-fly rebusan pembalut di Kudus. Kemungkinan yang tertangkap, mabuknya di daerah lain, namun tertangkap di Kudus. Kami akan terus gencarkan sosialisasi kepada masyarakat dan sekolahan. Untuk anak jalanan, Sat Sabhara diimbau rutin berpatroli dan bersosialisasi," pungkas Sukadi.

Belum Dengar

Sudah tiga hari ini heboh remaja mabuk air rebusan pembalut ramai diberitakan media. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengaku belum mengetahui dan akan segera cek informasi itu.

"Saya tanya Pak Wali Kota Surakarta, saya tanya Pak Mendikbud, apakah sudah. Iya kami belum mendengar, akan segera kami cek," kata Puan usai membagikan bantuan di Balai Kota Surakarta, Jumat (9/11).

Ditanya langkah pemerintah menangani hal itu, Puan mengaku akan berkoordinasi dengan aparat berwajib. Dia akan mencari penyebab terjadinya tindakan tak wajar itu. "Tentu kita akan cek apa penyebabnya, kenapa sampai ada seperti itu," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan kabar mengenai remaja tanggung yang mabuk setelah meminum air rebusan pembalut mendapat perhatian serius dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Fenomena yang awalnya disebut terjadi di Jawa Tengah itu rupanya ada pula di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Bukan hanya BNN, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turun tangan.Namun, menurut komisioner KPAI Bidang Kesehatan dan Napza, Sitti Hikmawatty, perkara ini bukan termasuk anyar.

Menurutnya, temuan air rebusan pembalut bermula dari perilaku para remaja tanggung itu mencari alternatif untuk 'nge-fly'. Dari eksperimen yang berdasarkan coba-coba, air rebusan pembalut berefek memabukkan itu ditemukan. (DA/KPC/DTC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px