Log in

Karya Peserta Luar Biasa Indah, Dewan Hakim 'Dibuat Gila'

Ahmad Subhan (kiri) dan Mira Mustika (kanan) peserta asal Sumut menunjukkan hasil karya mereka usai lolos menjadi finalis. Ahmad Subhan (kiri) dan Mira Mustika (kanan) peserta asal Sumut menunjukkan hasil karya mereka usai lolos menjadi finalis.

Lomba Cabang MKQ pada MTQN XXVII

Dewan Hakim Cabang Musabaqah Khath Qur’an (MKQ) golongan Kontemporer dan Hiasan Mushaf memuji semua karya peserta yang berlaga pada Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XVII tahun 2018 di Medan, Sumatera Utara.

Bahkan Muhammad Faiz Abdul Razaq salah seorang dewan hakim pada cabang perlombaan tersebut mengatakan nilai keindahan dan kualitas semua karya peserta pada MTQN kali ini empat kali lipat lebih baik dibandingkan MTQN sebelumnya.  Bahkan kesemuanya sudah pantas dibandingkan dengan karya kaligrafi dari Turki, Mesir, dan Brunei Darussalam.

Sebab selain setiap lukisan yang dihasilkan peserta sangat indah, perbedaannya antara satu karya dengan yang lain juga tidak terlau jauh. Mereka sebagai dewan hakim sampai cukup kesulitan untuk menentukan yang terbaik, sehingga mereka harus memeriksa satu persatu karya peserta secara mendetail.

“Kami-kami ini dewan hakim dibuat gila. Semua karyanya luar biasa. Jadi peningkatannya itu empat kali loncatan, sangat indah sekali. Jadi satu sama lain itu betul-betul mendetail, sampai kepada titik kita harus bisa bedakan. Jadi, antara juara itu perbedaannya satu digit saja,” jelas Faiz.

Dengan hasil tersebut menurutnya, sudah banyak kemajuan dari seni kaligrafi Indonesia. Untuk itu nantinya di babak final peserta akan bersaing ketat menentukan juara dari tiga besar.

Dalam perlombaan MKQ golongan Kontemporer dan Hiasan Mushaf ini kafilah Sumut berpeluang menjadi juara. Hal ini setelah tiga wakil Sumut masuk tiga besar dan lolos ke babak final.

Untuk Hiasan Mushaf putri, nama Millah Hayati asal Sumut mendapat nilai 257,5 menempati posisi kedua dari tiga besar lainnya yakni Nisfa Juwita asal Banten (267,5) dan Irma Puspitasari (DKI Jakarta).

Sementara lomba kaligrafi Kontemporer putra, Ahmad Subhan asal Sumut memeroleh nilai 271 menempati posisi kedua, mengungguli Hendra Saputra asal Kepri dengan nilai 259 (posisi ketiga), sedangkan Yudhi Dwi Arifianto (Yogyakarta) mendapat nilai 282 di posisi teratas.

 “Saya pun nggak menyangka bisa masuk tiga besar. Ya mungkin berkat doa, dukungan dan berusaha selama pelatihan di Jawa Barat (Lembaga Kaligrafi Al-Qur’an) tiga bulan, tanpa disangka saya masuk final,” ujar Ahmad Subhan usai pengumuman nilai oleh dewan hakim, Rabu (10/10) siang.

Putra asal Kabupaten Langkat ini mengaku tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan karya seninya karena sesuai dengan apa yang dipelajari selama pelatihan.

“Insya Allah kita akan persiapkan hasil yang terbaik untuk Sumut,” sebut pemuda asal Langkat itu.

Selain itu, tiga besar untuk Sumut juga diraih Mira Mustika untuk kategori lomba kaligrafi Kontemporer putri dengan nilai 264,5. Pesaingnya Suci Melati asal Kalimantan Selatan memeroleh nilai 274 dan Jauhara Sa’adati (DI Yogyakarta) dengan niali 255,5.

“Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT. Juga (terima kasih) kepada orang tua dan teman-teman se-kafilah atas dukungannya. Ya saya nggak nyangka bisa masuk final,” kata putri asal Tebing Tinggi ini.

Sumut Sabet Juara 1

Sementara itu Kafilah Provinsi Sumatera Utara cabang Syarhil Quran Putra berhasil meraih juara pada Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVII tahun 2018. Kafilah Sumut mengungguli Riau dan Banten pada laga babak final yang berlangsung di Kampus UINSU Jalan Sutomo, Medan.

Di mana babak final tersebut diikuti enam kafilah yang dibagi tiga peserta golongan putra dan tiga peserta golongan putri. Perolehan skor tertinggi untuk golongan putra ini yakni Provinsi Sumatera Utara perolehan skor 92, kemudian diikuti kafilah Provinsi Riau dengan skor 91,17 dan kafilah Provinsi Banten mendapatkan skor 90,92.

Sementara untuk golongan putri dimenangkan kafilah Provinsi Aceh dengan skor 93,83, kemudian kafilah Provinsi Jawa Barat dengan skor 93,07 dan kafilah Provinsi Riau perolehan skor 90,89.

M Agung sebagai pensyarah, Rhaka sebagai qari, dan Zahro untuk saritilawah, menyatakan rasa bahagia dan syukurnya kepada Allah SWT karena telah memberikan hasil terbaik di kancah nasional.

 “Alhamdulillah kami bisa menang meski saingan kami sangat berat melawan dari Provinsi Riau dan Banten. Pastinya kami sudah memberikan yang terbaik,” ujarnya kepada wartawan usai pengumuman nilai peserta, Kamis (11/10).

Kemenangan ini, kata Agung merupakan kemenangan bagi rakyat Provinsi Sumut yang mana telah memberi dukungan serta mendoakan kafilah Provinsi Sumut.

“Tadi saat tampil kami dapat banyak support dan dukungan. Ini membuat kami semangat menampilkan yang terbaik karena kami sudah melakukan banyak persiapan yang dibantu pelatih-pelatih profesional,” ungkapnya.

Pembina Cabang Syarhil Quran Provinsi Sumut Dr Sugeng Wanto MA bersama Pelatih Dra Hj Nani Ayum Panggabean, juga menyatakan rasa syukurnya dan telah membawa kafilah Provinsi Sumut bidang Syarhil Quran menyumbangkan juara pertama pada MTQN tahun 2018 di Kota Medan.

“Juara pertama ini untuk Provinsi Sumut bermartabat dan cabang Syarhil Quran untuk pertama kali menjadi pemenang Cabang Syarhil Quran dan telah memberi tinta emas pada MTQ Nasional,” katanya.

Ketua Dewan Hakim Majelis bidang Syarhil Quran, Prof Dr H Ahmad Rofiq MA, mengatakan, kemenangan kafilah Provinsi Sumut ini sudah sepantasnya karena sebagai tuan rumah penyelenggara MTQN ini telah menyiapkan pelatihan secara matang bagi peserta-pesertanya.

“Kami ucapkan selamat tapi yang namanya musabaqah yakni berlomba-lomba melakukan yang terbaik dan untuk yang menang terus melakukan terbaik dan kalau belum menang dapat berlatih lagi untuk bertanding ditahun depan,” ucapnya. (WAN)
   

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 8.05 km/h

  • 23 Oct 2018 27°C 22°C
  • 24 Oct 2018 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px