Log in

Kaki di Bawah Pintu Menguak Keberadaan Andi Lala


Kisah Perburuan Sang Pembunuh Berdarah Dingin

Bagi petugas kepolisian, mengejar tersangka pembunuhan sekeluarga, Andi Lala, tidaklah mudah. Polisi gabungan harus berpindah-pindah tempat hingga nyaris kehilangan jejak. Bahkan, polisi sempat frustasi dibuat pembunuh berdarah dingin tersebut. Kisah melelahkan itu diawali, Minggu (9/4), setelah mendapat informasi terjadi kasus pembunuhan sadis yang menewaskan lima orang dalam satu keluarga di Jalan Mangaan, Gang Benteng, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli. Petugas pun langsung datang ke lokasi.

Mulai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai keterangan kepada saksi-saksi. Polda Sumut langsung membentuk tim gabungan, dari Subdit III/Jahtanras Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut, Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Medan Labuhan untuk mengungkap kasus tersebut. Tim dibagi menjadi tiga bagian dan langsung dipimpin AKBP Faisal Napitupulu, selaku Kasubdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut.

"Setelah terjadi kasus pembunuhan itu, hal pertama yang kita lakukan adalah profiling terhadap keluarga. Apa pekerjaannya, apa permasalahannya dan sebagainya," ujar Faisal Napitupulu, kemarin.

Setelah mendapat informasi dari pihak keluarga, petugas kemudian mendapat kesimpulan awal, kasus pembunuhan tersebut mengarah terhadap pekerjaan atau masalah keluarga.
Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, petugas juga mendapat keterangan korban Riyanto (40) yang bekerja sebagai tukang catat ekspedisi baru-baru ini mengeluarkan anggotanya yang diduga menyimpan dendam terhadapnya. Penelusuran berlanjut. Lima tahun lalu, korban memecat anggotanya dan belum lama ini Riyanto juga menggeser posisi seseorang di tempat kerjaannya.

Namun setelah dilakukan penelusuran, dari rangkaian riwayat pekerjaan korban, polisi sama sekali tidak mendapati permasalahan. Selanjutnya petugas kembali mencari informasi dari pihak keluarga termasuk warga sekitar.

"Karena dalam pekerjaannya tidak ada permasalahan, kita kembali mencari informasi dari keluarga termasuk warga sekitar hingga akhirnya kita mendapat keterangan yang mengatakan ada warga yang melihat kendaraan berada di sekitar lokasi," ungkap Faisal.

Berdasarkan kesaksian itu, kepolisian mendapat petunjuk baru. Kemudian melakukan pengecekan terhadap keberadaan mobil Daihatsu Xenia nomor polisi BK 1011 HJ yang didapat dari warga. Diketahui, pemilik mobil bernama Ucok Gondrong yang tinggal di Jalan Mesjid, Desa Sekip, Lubuk Pakam, Deli Serdang.

Dari pemilik mobil, diketahui kendaraan tersebut pada hari dan tanggal yang sama dalam perkiraan dirental oleh Andi Lala. Malam itu juga, tim langsung melakukan penggeledahan ke rumah Andi Lala. Tapi saat itu rumah Andi Lala di Jalan Pembangunan II, Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam dalam keadaan kosong.

Saat dilakukan penggeledahan di dalam rumah, petugas menemukan barang-barang milik korban seperti handphone, laptop, serta bercak darah. Polisi mulai menduga, Andi Lala adalah sosok yang menjadi aktor kasus pembunuhan tersebut.

Saat melakukan rental mobil, dari rekaman CCTV, diketahui Andi Lala juga bersama seorang pria bernama Leo yang diketahui adik dari tersangka Roni. Dari situlah awal mula dilakukan pencarian.

"Di daerah rumah tersangka, banyak keluarganya, termasuk ibunya. Setelah barang-barang kita amankan termasuk HP ibunya, Leo menghubungi. Di situlah kecurigaan kita mulai bertambah. Andi Lala tahu polisi menggerebek rumahnya melalu tetangga, dan Leo disuruh untuk melakukan pemantauan," ujar Faisal.

Dari keterangan saksi Leo, saat itu Andi Lala masih berada di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tanjung Morawa sebelum melakukan pelarian.  Leo sengaja diturunkan di SPBU tersebut setelah mereka usai mengikuti balapan sepeda di suatu tempat. Kegiatan balap sepeda itu mereka lakukan juga termasuk setelah tersangka Andi Lala berkunjung ke rumah duka di Mabar. Merasa Andi Lala sudah berhasil melarikan diri, pihak kepolisian kembali melakukan pencarian terhadap teman-teman dekatnya hari itu juga tanpa istirahat.

Diketahui, sebelum melarikan diri, Andi Lala ternyata meninggalkan kendaraan yang digunakannya di SPBU Pagar Jati. Selanjutnya, petugas kepolisian menunggu siapa yang akan mengambil mobil tersebut.  Setelah sekian lama ditunggu, petugas bertemu dengan seseorang yang hendak mengambil mobil tersebut. Dia mengaku suruhan dari tersangka Roni.  Dari pengakuan itu, Selasa (11/4), petugas berhasil bertemu degan Roni di salah satu mini market di Lubuk Pakam. Saat itu Roni belum dicurigai petugas.

Tapi karena diduga turut serta membantu pelarian Andi Lala, polisi mencarinya di tempat kerjanya. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, Roni akhirnya mengaku ikut terlibat dalam kasus pembunuhan berencana tersebut. Setelah Roni berhasil diamankan, pihak kepolisian kembali mendapat informasi soal keterlibatan Andi Syahputra yang sudah melarikan diri. Sehari berikutnya, Rabu (12/4) sekira pukul 10.00 WIB, tersangka Andi Syahputra berhasil diamankan dari tempat persembunyiannya di Kabupaten Asahan.

Di Balik Pintu

Pengejaran terhadap Andi Lala, berdasarkan informasi di tempat pelariannya. Setelah dari SPBU di Lubuk Pakam, Andi Lala kemudian melarikan diri ke daerah Beringin, Deli Serdang. Setelah dilakukan pengejaran, ternyata dia sudah melarikan diri kembali ke Pantai Labu.

"Setelah dari Pantai Labu, Andi Lala kembali melarikan diri ke Desa Pekan Tua, Kecamatan Kempes, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, yang merupakan tempat tinggal keluarganya," terang mantan Kasat Intel Polrestabes Medan tersebut.

Setelah memastikan tempat persembunyian Andi Lala, sekitar 20 petugas dari Polda Sumut berangkat ke Riau. Sebelumnya, mereka sudah terlebih awal melakukan koordinasi dengan Polda Riau dan juga Polsek sekitar penangkapan.

Tim gabungan tiba di Riau, Jumat (14/4). Keberadaan Andi Lala di sana, diketahui memang karena bantuan petugas di lokasi. Karena lokasi persembunyiannya juga adalah daerah tradisional, warga langsung tahu kalau ada orang baru berada di sana antara dua atau tiga hari yang lalu.

Ternyata diketahui bernama Andi Lala. Usai memastikan rumah keluarga Andi Lala sebagai tempat persembunyiannya, pada pukul 21.00 WIB, petugas gabungan berencana untuk melakukan penangkapan.  Tapi karena lokasi masih ramai karena ada pesta, petugas mengurungkan niat itu dan tetap melakukan pengintaian.

Setelah sekitar empat jam melakukan pengintaian, pada Sabtu (15/4), sekitar pukul 01.00 WIB, petugas kepolisian kembali datang ke lokasi dengan menyaru sebagai pelintas. Mereka beralasan untuk istirahat di sana karena lokasi memang jalan lintas. Namun sayang, ketika itu petugas mendapat penolakan oleh warga dan mengusir mereka.

Karena kejadian itu, petugas kembali meninggalkan lokasi. Selanjutnya melakukan pengintaian hingga pukul 04.00 WIB. Merasa lokasi sudah sepi, petugas gabungan langsung melakukan pengepungan terhadap rumah tempat Andi Lala bersembunyi. Namun sayang, lagi-lagi polisi tidak berhasil menemukan pembunuh berdarah dingin tersebut.

"Rumah sudah kita kepung. Kemudian pintu kita ketok. Ternyata Andi Lala tidak kita temukan di sana. Sudah semua kita geledah dia tidak ada di sana. Saya juga sudah melakukan pengecekan di gudang, tapi tidak ada. Saat itulah kita sempat putus asa (frustrasi, red)," kenang Faisal.

Tapi karena kejelian anggota, diketahui Andi Lala ternyata berada di dalam rumah dan bersembunyi di balik pintu. Petugas mengetahuinya setelah melihat kakinya di bagian bawah pintu. Saat itulah keberadaan Andi diketahui.  Ketika itu, Andi tidak langsung tertangkap, karena melakukan perlawanan dengan mendorong pintu hingga akhirnya dilumpuhkan.

"Mungkin dia juga tahu sudah dikejar-kejar, makanya dia sembunyi di balik pintu. Yang pasti sempat putus asa karena tidak menemukannya. Untung ada anggota yang jeli dan melihat kakinya. Kemudian, dia mendorong pintu dan melawan petugas hingga dilumpuhkan. Pemilik rumah juga kita amankan sebagai saksi," pungkasnya. (DA) 

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 20 Nov 2017 30°C 23°C
  • 21 Nov 2017 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px