Log in

Kades Ditemukan Tewas di Rumah Pendeta

Petugas saat mengevakuasi jenazah Reli Kemit dari rumah seorang pendeta di Komplek Taman Permata Surya, Blok E 15, Jalan Eka Surya, Dusun 8, Desa Kedai Durian, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (10/11). Petugas saat mengevakuasi jenazah Reli Kemit dari rumah seorang pendeta di Komplek Taman Permata Surya, Blok E 15, Jalan Eka Surya, Dusun 8, Desa Kedai Durian, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (10/11).

Medan-andalas Kepala Desa Tengkuhen, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Reli Kemit (57) ditemukan tewas mengenaskan di Komplek Taman Permata Surya, Blok E 15, Jalan Eka Surya, Dusun 8, Desa Kedai Durian, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (10/11).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, saat ditemukan, korban berada dengan posisi duduk di atas kloset kamar mandi dengan pisau dapur menancap di dada sebelah kiri dan luka sayat di leher bawah.

Kapolsek Delitua AKP Dolly B Nainggolan yang dikonfirmasi menyampaikan, sebelum ditemukan, sekitar pukul 10.00 WIB, pemilik rumah atas nama Pendeta Gayus Bangun ditelepon oleh pembantu rumah tangganya, Lestari Br Sembiring (25) bahwasanya korban berada di kamar mandi, namun tidak keluar-keluar.

"Karena merasa khawatir, maka pemilik rumah, menelepon Kepala Dusn (Kadus) 8 atas nama Hidayat untuk dimintai tolong agar datang ke rumah untuk melihat korban," ungkapnya kepada wartawan, Minggu (10/11).

Selanjutnya, sekitar pukul 11.15 WIB, Kadus beserta salah seorang warga tiba di rumah Pdt Gayus dan melihat korban di kamar mandi sudah bersimbah darah. Lantaran merasa takut, Kadus lalu menghubungi Polsek Delitua dan melaporkan temuan ini.

"Saat kita hadir, korban benar sudah dalam keadaan tak bernyawa dengan posisi duduk di atas kloset dan pisau tertancap di dada sebelah kirinya," jelasnya.

Dolly mengaku, berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Inafis pada jenazah korban, didapati ada sebanyak 5 luka di bagian dada. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum.

Namun sejauh ini, Dolly mengatakan, pihaknya berkesimpulan korban tewas bukan karena dibunuh, melainkan bunuh diri. Karena dari pemeriksaan terhadap saksi-saksi, korban diketahui tengah mendapatkan tekanan kejiwaan, lantaran korban tengah menghadapi proses perceraian dengan istrinya. Sehingga korban untuk sementara tinggal di rumah pendetanya atas nama Gayus Bangun yang merupakan lokasi penemuan tewasnya korban di komplek Taman Permata Surya Blok E 15.

"Jadi sejauh ini dugaan kepolisian, korban tewas karena bunuh diri," pungkasnya.

Sementara itu, pantauan di tempat kejadian perkara (TKP), puluhan warga memadati lokasi penemuan mayat di rumah pendeta tersebut.

"Bapak itu sudah tiga bulan di sini. Kalau kabar yang beredar ia mengalami tekanan pikiran," ujar warga sekitar, Rahayu.

Menurut warga tersebut, rumah itu merupakan milik seorang pendeta yang juga pengacara Reli Kemit. “Jadi karena sering ditinggal kosong, korban disuruh tinggal di situ sama pemilik rumah, karena memang korban gak mau pulang ke kampungnya,” sebut warga.

“Di rumah itu ada pembantunya (ART), jadi korban tinggal berdua sama pembantu itu,” jelasnya.

Terpisah, pengacara korban, Hotman Manullang ketika dikonfirmasi di lokasi membenarkan bahwa Kemit memang diizinkan tinggal di rumah itu. Menurut Manullang, Kemit tinggal di sana karena memang tak mau lagi pulang ke kampungnya.

“Alasan si korban karena memang tidak suka. ‘Saya ngga suka, saya mau cerai, saya mau cerai! Saya mau cerai dari istri saya. Saya tidak mau kembali ke keluarga saya!,” ungkap Manullang menirukan ucapan Kemit sebelumnya kepada dirinya.

Manullang menjelaskan, bahwa Kemit memang sedang dalam proses melakukan gugatan perceraian terhadap istrinya. “Karena saya sebagai seorang pengacara, saya tidak mau menceraikan. Jadi, saya mencoba mengajak untuk mediasi. Saya coba untuk menelusuri, ada apa sebenarnya di belakang semua ini,” bebernya.

“Jadi langkah pertama saya, menjumpai dong keluarganya, bagaimana sebenarnya. Tetapi, dalam proses itu, nggak berapa lama terjadi seperti ini,” imbuh Manullang, yang mengaku sebagai kuasa hukum Kemit dalam proses perceraian tersebut.

Terkait kematian Kemit itu, Manullang mengatakan, bahwa dia mengetahui peristiwa tersebut setelah mendapat telepon dari pemilik rumah yang juga pengacara dan pendeta Gayus Bangun. “Saya ditelepon tadi pagi Pak Pendeta, waktu saya mau ke gereja. Pak, kayaknya di rumah ada informasi yang saya dapat dari pembantu yang menjaga, bapak itu (korban) gak keluar-keluar dari kamar mandi sudah setengah jam’,” sebut Hotman.

Mendapat informasi tersebut, Hotman pun kemudian meminta orang yang meneleponnya agar segera mengamankan lokasi kejadian. “Kalau gitu, amankan pak. Jangan sampai ada orang lain yang masuk!” sebutnyalagi mengulang ucapannya kepada pria itu. Sementara rumah yang memiliki pagar berwarna cokelat ini, telah diberi garis polisi. (DA/M24J)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px