Log in

Kabur Saat OTT KPK, Andika Menyerahkan Diri

Andika yang sempat kabur menyerahkan diri ke petugas KPK. Dengan mengenakan kaos berkera warna biru dan topi hitam, Andika menyerahkan diri saat petugas KPK melakukan pengeledahan di Kantor Wali Kota Medan. Andika yang sempat kabur menyerahkan diri ke petugas KPK. Dengan mengenakan kaos berkera warna biru dan topi hitam, Andika menyerahkan diri saat petugas KPK melakukan pengeledahan di Kantor Wali Kota Medan.

Medan – andalas Staf Honorer Subbagian Prorokoler Setda Kota Medan, Andika Hartono, yang kabur dan hampir menabrak petugas KPK saat digelar Operasi Tangkap Tangan (OTT), telah menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dengan mengenakan kaos berkerah biru dan topi hitam, Andika menyerahkan diri saat petugas KPK menggeledah Kantor Wali Kota Medan, Jumat (18/10).
Andika menyerahkan diri dan dibawa oleh Kepala Satpol PP Kota Medan, Sofyan. Kemudian Andika diserahkan kepada petugas KPK. Penyerahan diri Andika dilakukan setelah adanya komunikasi.

"Benar, menyerahkan diri. Sudah kita serahkan kepada KPK. Silakan tanya ke KPK," kata Sofyan, Jumat (18/10).

Penggeledahan yang dilakukan petugas KPK di Kantor Wali kota Medan dimulai pada pukul 09.30 WIB. Selanjutnya pada pukul 11.30 WIB, petugas KPK keluar dari Kantor Wali Kota Medan dan turut membawa Andika menggunakan mobil warna hitam.

Kasatpol PP Medan, M Sofyan, mengaku Andika menyerahkan diri Kamis malam. "Dia (Andika) dulu memang honorer di Satpol PP, setelah jadi protokoler dan ajudan pak wali, statusnya pindah ke honorer staf bagian umum," ucapnya.

Sita Dokumen

Petugas KPK menyita dokumen perjalanan ke Jepang dari hasil penggeledahan dalam penyidikan kasus penerimaan suap terkait proyek dan jabatan oleh Wali Kota Medan 2014-2015 dan 2016-2021 Tengku Dzulmi Eldin (TDE).

"KPK menyita dokumen perjalanan ke Jepang, dokumen lain yang terkait, barang bukti elektronik serta kendaraan salah satu staf pemerintahan Kota Medan yang digunakan untuk menerima uang," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (18/10).

Dalam penggeledahan itu, tim KPK masuk ke ruangan wali kota, ruang protokoler, dan beberapa ruangan lain yang relevan karena di ruangan tersebut diduga terdapat bukti yang terkait perkara yang membelit Eldin.

Sebelumnya, KPK menetapkan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin sebagai tersangka dugaan penerimaan suap terkait proyek dan jabatan 2014-2015 dan 2016-2021. Penetapan tersangka setelah Eldin menjalani pemeriksaan yang dilanjutkan dengan gelar perkara.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, terjaring Operasi OTT KPK. Selain Eldin, 6 orang lainnya turut diamankan, dari unsur Kepala Dinas Pekerjaan Umum, protokoler, ajudan Wali Kota, dan dari pihak swasta.

"Uang yang diamankan lebih dari Rp200 juta. Diduga praktik setoran dari dinas-dinas yang sudah berlangsung beberapa kali," terang Febri.

Selain Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, KPK juga menetapkan tersangka kepada Kepala Dinas PU Kota Medan, Isa Ansyari, dan Kepala Bagian Protokoler Kota Medan, Syamsul Fitri Siregar, dalam kasus dugaan suap terkait proyek dan jabatan di Pemerintahan Kota (Pemko) Medan.
Imbauan KPK

Sebelumnya KPK mengimbau kepada Andika, ajudan Wali Kota Medan Teuku Dzulmi Eldin segera menyerahkan diri ke Gedung KPK. Andika diketahui membawa kabur uang Rp50 juta yang diduga suap terhadap Dzulmi.

"KPK mengimbau kepada AND (Andika) seorang ajudan, untuk segera menyerahkan diri ke KPK dan membawa serta uang Rp50 juta yang masih dalam penguasaannya," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/10) malam.

Saut mengatakan, Andika sempat kabur dari pengejaran tim penindakan antirasuah saat menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Medan, Sumatera Utara. Bahkan, saat kabur, Andika sempat ingin menabrak tim penindakan.

Andika kabur usai mengambil uang Rp 50 juta dari Kepala Dinas PUPR Medan Isa Ansyari. Uang tersebut merupakan suap yang diberikan Isa kepada Dzulmi untuk menutupi ekses perjalanan dinas wali kota beserta keluarga dan beberapa kepala dinas ke Jepang. Ekses perjalanan dinas tersebut mencapai Rp 800 juta yang berasal dari APBD. (HAM/LP6/ANT)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px