Logo
Print this page

Jutaan Jangkrik dan Belalang 'Menginvasi' Makkah

Jutaan jangkrik keluar dari lubang bawah tanah di sekitar Masjidil haram. Jutaan jangkrik keluar dari lubang bawah tanah di sekitar Masjidil haram.

Fenomena Langka

Makkah-andalas Sebuah fenomena langka terjadi di Masjidil Haram, kota suci Makkah, Arab Saudi. Jutaan jangkrik dan belalang entah dari mana datangnya 'menginvasi' Masjidil Haram dan rumah-rumah warga. Diberitakan media Gulf Business, fenomena mengejutkan itu terjadi sepanjang pekan ini. Sebelumnya, video dan foto jutaan jangkrik dan belalang di Masjidil Haram telah ramai dibagikan di media sosial.

Dalam video-video tersebut, terlihat jangkrik-jangkrik dan belalang berwarna hitam itu berada di lantai, tembok, dan tiang masjid. Bahkan banyak jangkrik itu yang merayap ke pakaian para jemaah.  Bunyi suara jangkrik terdengar nyaring dalam salah satu video. Seakan tidak terganggu dengan keberadaan jangkrik-jangkrik, beberapa jemaah masih terlihat duduk-duduk di lantai masjid.

Menurut seorang jemaah seperti dikutip media Arab, The National, Selasa (8/1) lalu, jangkrik memenuhi Masjidil Haram, bahkan sampai ke dekat Kakbah.  "Pada Sabtu malam saya salat di Masjidil Haram dan serangga di mana-mana, masjid seperti mengundang mereka, tidak hanya di pekarangan, bahkan di sekitar Kakbah," kata warga, Abdulwhab Soror, 64.

"Saya telah hidup di Makkah seumur hidup dan tidak pernah menyaksikan hal seperti ini," lanjut dia. Jacky Judas, penasihat masalah lingkungan di WWF dan lembaga pelestari alam Emirates Nature, juga mengaku terkejut dengan fenomena ini. Dia tidak tahu pasti penyebabnya.

"Mungkin mereka lolos dari kandang peternakan jangkrik dan menyebar dalam jumlah besar, atau mungkin ada kondisi khusus yang mendorong peningkatan jumlah dan perkembangbiakan mereka. Tapi saya tidak tahu pasti," kata Judas kepada The National.

Warga mengeluhkan keberadaan serangga-serangga itu. Suara jangkrik yang berisik dianggap mengganggu tidur warga.  Pemerintah Kota Makkah membenarkan fenomena tersebut. Dalam pernyataannya, Pemkot Makkah menyebut serangga-serangga itu sebagai "belalang hitam" dan mengatakan jutaan jangkrik dan belelang itu dalam tahap migrasi.

Untuk membersihkan serangga-serangga tersebut, Makkah membentuk 22 tim yang terdiri dari 138 orang untuk membasminya. Mereka membawa sekitar 111 alat pembasmi. Dalam berbagai foto dan video yang beredar, tim ini menyemprotkan asap di Masjidil Haram dan sekitarnya sehingga membuat jangkrik-jangkrik itu mati. Sementara petugas lainnya menyapu bangkai-bangkai serangga itu.

"Kami fokus di tempat-tempat reproduksi dan berkembang biak serangga, selokan, dan sumber air terbuka di lapangan sekitar Masjidil Haram dan seluruh toilet di masjid," ujar pernyataan Pemerintah Kota Makkah.

Ganggu Ibadah Jemaah

Jutaan jangkrik dan belalang yang "menginvasi" Masjidil Haram dan wilayah sekitarnya di Makkah, Arab Saudi, mengganggu ibadah para jemaah umrah. Mereka mengaku takut dan jijik dengan serangga-serangga tersebut.

Seorang jemaah umrah Indonesia, Felicia, mengatakan saat ini masih ada banyak serangga yang berkeliaran di Masjidil Haram. Padahal dalam beberapa hari terakhir, petugas telah melakukan pemberantasan hama.

"Masih banyak. Enggak cuma belalang, ada makhluk hitam juga," kata Felicia dilansir kumparan, Jumat (11/1). Mahkluk hitam yang dimaksud adalah jangkrik. Menurut Felicia, serangga itu paling banyak terdapat di luar Masjidil Haram. Suara jangkriknya lumayan berisik. Keberadaan mereka mengganggu ibadah Felicia yang mengaku takut belalang. "Semalam pas mau sujud, ada di sajadah saya. Jadi enggak sujud," kata dia.

Namun yang paling mengganggu, kata dia, adalah bangkai ribuan serangga yang mati terinjak. Bangkai-bangkai itu berceceran di lantai masjid sehingga membuat lingkungan Masjidil Haram kotor. "Jadinya jijik lantainya, karena ada yang terinjak. Kotor gitu," kata dia.

Jemaah Indonesia lainnya, Rizka Ayu, mengatakan tidak hanya jangkrik dan belalang saja, tapi ada sejenis ngengat. Ukurannya pun besar-besar dan mengganggu kekhusyukan ibadah. "Jangkriknya bisa sebesar jari.  Lompat-lompat ke badan kita ketika salat," kata Rizka.

Rizka mengatakan konsentrasi terbanyak serangga itu ada di teras Masjidil Haram, depan komplek Zamzam Tower. "Yang cowok yang deg-degan. Kan, pakaian ihram engga boleh pake dalaman, jadi kalau lompat ke dalam baju, mereka ngeri," lanjut Rizka.

Berbagai spekulasi bermunculan soal invasi jutaan jangkrik dan belalang di Masjidil Haram, paling banyak soal ramalan hari akhir, pertanda kiamat. Namun warga setempat memastikan bahwa itu hanya fenomena yang terjadi setiap tahunnya, bukan yang lain.

Salah satu pesan yang ramai tersebar di WhatsApp berbunyi demikian:

"Katanya cengkerik hitam dalam hadits dan Quran, Nabi Muhammad SAW dah beritahu kota Makkah akan diserang serangga & dukon sebelum keluar Imam Mahdi dan Dajjal mata satu. Matanya tutup sebelah kanan."

Cengkerik adalah bahasa Malaysia untuk jangkrik. Di Twitter juga banyak netizen Malaysia mengatakan bahwa invasi serangga di Masjidil Haram adalah tanda kiamat.  Namun menurut warga Indonesia yang tinggal di Makkah, invasi serangga itu biasa terjadi setiap tahunnya di Masjidil Haram. Kedatangan jangkrik dan belalang tandanya udara mulai dingin.

"Itu bukan hoaks, tapi setiap tahun ada, setiap musim dingin. Kadang jangkrik, belalang, hewan lain. Bukan karena ada apa, tanda musim dingin, jangan percaya omongan orang," kata Ahmad Fauzi yang lama tinggal di Makkah.

Warga Indonesia lainnya yang rutin ke Makkah, Saev Anwar, juga mengatakan fenomena ini terjadi setiap tahun. Namun memang dia mengakui, kali ini jumlahnya lebih banyak. "Saya pikir, yaa, biasanya juga begitu kalau lagi musim dingin, serangga pasti nongol dari saluran pembuangan air. Nanti juga habis," kata Saev.
"Biasanya sedikit. Ini mah banyak banget, mungkin lagi musimnya," kata dia lagi.

Hamed bin Mohamed Metwally, profesor fisiologi di Universitas Umm Al-Qura University, menjelaskan kepada media Palestina, Sawa News, bahwa keberadaan jangkrik dan belalang memang bisa meningkat pada waktu dingin dan akan menghilang dalam empat hingga enam minggu kemudian.

Memang kota Makkah sedang dalam fase "dingin". Berdasarkan data cuaca dari situs Accu Weather, cuaca di Mekkah sejak awal 2019 sampai sekarang berada di kisaran antara 31 derajat Celcius di siang hari dan sekitar 22 derajat Celcius di malam hari. Saev mengatakan saat ini jumlahnya telah berkurang berkat upaya pemerintah kota memusnahkan serangga-serangga tersebut.

Pemkot Makkah mengatakan, "belalang hitam" itu dalam tahap migrasi. Jadi, menganggap kedatangan jutaan serangga adalah pertanda buruk tidak bisa dibenarkan.   "Masak tobatnya menunggu jangkrik keluar dulu? Tidak usah, sekarang saja mulai tobatnya," kata Fauzi yang kerap memandu jemaah haji dan umrah Indonesia di Makkah.  "Percaya pertanda buruk itu namanya tathayur, haram hukumnya," lanjut dia lagi. Tathayur adalah kepercayaan kepada takhayul yang terlarang dalam Islam. (KMP)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com