Log in

Jokowi Kembali Kalahkan Prabowo di Sumut

Suasana rekapitulasi perolehan suara tingkat provinsi di KPU Sumut, Minggu (19/5) malam. Suasana rekapitulasi perolehan suara tingkat provinsi di KPU Sumut, Minggu (19/5) malam.

Medan-andalas  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut) akhirnya merampungkan rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 tingkat provinsi pada Minggu (19/5) malam sekira pukul 23.00 WIB. Hasilnya, pasangan nomor urut 01, Jokowo Widodo ( Jokowi) - Ma'ruf Amin, mengungguli pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Jokowi-Maruf memperoleh 3.936.515 suara atau 52,32 persen. Sementara Prabowo-Sandi meraih 3.587.786 suara atau 47,68 persen. Berdasarkan hasil rekapitulasi, pasangan Jokowi Ma’ruf hanya menang di 16 kabupaten/kota atau di kawasan tengah dan barat Sumut, serta Kepulauan Nias. Sementara Prabowo-Sandi unggul di 17 kabupaten/kota, yakni di Pantai Timur Sumut dan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

Ke-16 daerah yang dimenangkan Jokowi-Ma'ruf terdiri dari 3 kota yakni Sibolga (29.796 suara/58,89 persen) dan Pematang Siantar (106.627/73,85 persen); dan Gunung Sitoli (58.057/85,40 persen), serta 13 kabupaten, masing-masing: Samosir (72.289 suara/98,07 persen), Humbang Hasundutan (98.696/95,49 persen), Toba Samosir (101.635/95,79 persen), Karo (203.047/92,08 persen), Pakpak Bharat (19.680/68,83 persen), Dairi (145.368/89,53 persen), Simalungun (335.032/68,13 persen), Tapanuli Utara (152.500/94,08 persen), Tapanuli Tengah (129.149/75,21 persen), Nias (61.156/92,53 persen), Nias Utara (52.464/87,16 persen), Nias Barat (35.793/93,34 persen), dan Nias Selatan (127.923 suara).

Sementara Prabowo-Sandi menang di 5 kota dan 12 kabupaten. Mereka unggul di Kota Medan (645.209/54,34 persen), Tebing Tinggi (53.591/55,78 persen), Binjai (99.753/64,12 persen), Tanjung Balai (65.525/72,06 persen), dan Padang Sidimpuan (91.742/78,56 persen). Kemudian, pasangan ini juga unggul di Kabupaten Tapanuli Selatan (103.173/62,67 persen), Padang Lawas (105.974/78,39 persen), Labuhan Batu (158.409/65,35 persen) Labuhan Batu Selatan (96.307/58,61 persen), Labuhan Batu Utara (113.654/58,14 persen), Deli Serdang (528.968/54,24 persen).

Padang Lawas Utara (94.164/70,85 persen), Mandailing Natal (195.387/82,47), Serdang Bedagai (187.527/51,81 persen), Asahan (236.809/60,02 persen), Langkat (328.944/58,07 persen) dan Batubara (128.782/57,40 persen).

Rampungnya rekapitulasi suara di tingkat provinsi ini memerlukan 3 kali perpanjangan waktu dari KPU pusat. Penghitungan terkendala dengan molornya penghitungan di Kabupaten Nias Selatan, dan terakhir di Deli Serdang.

"Kita rencanakan lakukan rekapitulasi nasional," kata Herdensi Adnin, Komisioner KPU Sumut, seusai Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Suara Tingkat Provinsi di Sekretariat KPU Sumut.

Kemenangan Jokowi di Sumut pada Pemilu 2019 mengulang keberhasilannya mengungguli Prabowo pada Pemilu 2014. Saat itu pasangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) mendapatkan 3,494,835 suara atau 55,24 persen. Sementara Prabowo-Hatta Rajasa mendapatkan 2,831,514 suara atau 44,75 persen.

BPP Sumut Menolak Sementara itu, Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi menolak hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilpres 2019 yang telah diumumkan oleh KPU Sumut.

"Hasil rekapitulasi cacat hukum, jadi bagaimana mau diakui" kata Ketua BPP Provinsi Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu, di Medan, Senin (20/5).
Mantan Dirut PT Bank Sumut itu juga telah menginstruksikam kepada seluruh saksi agar tidak menandatangani hasil rekap dan menarik diri dari proses rekapitulasi pada rapat pleno KPU Sumut.

Dia menceritakan sejak awal tahapan kampanye dialogis pihaknya sudah merasa dizalimi. "Bayangkan, untuk mencari tempat kampanye dialogis kami dipersulit di seluruh daerah Sumut. Kami rasakan benar tekanan itu," tuturnya.

Setelah itu, masuk masa tenang BPP dan seluruh tim yang berada di 02 merasa dintimidasi dan dijadikan target. "Kami tahu persis kalau pendukung 02 jadi target. Kesalahan kami dicari-cari. Ada penangkapan kader, tuduhan kecurangan, penahan aktivitas relawan. Semua ditarget," jelas Gus Irawan.

Aparat negarapun bertindak penuh keberpihakan secara terstruktur, masif dan sistematis. "Bahkan aparatur pemerintahan yang terdepan mulai kades, kepling, lurah, camat dan pimpinan OPD hingga BUMN memihak secara masif. Masa tenang pun kita ditarget Gakkumdu," katanya.

Selain itu saat pencoblosan, saksi mereka dibuat tidak betah dan sulit mendapatkan salinan C-1. Padahal, dalam ketentuan perudangan harusnya hasil pilpres dihitung terlebih dulu. Setelah itu baru diberikan salinan C-1, faktanya saksi malah tidak dapat.

Penghitungan dilakukan dulu dengan menyelesaiakan penghitungan Pileg di semua tingkatan, baru kemudian menyiapkan C1.

"Kami tidak tidur berhari-hari memantau semua proses. Untuk saksi saja mereka sulit dapat C-1. Apalagi untuk publik. Padahal, jelas-jelas diamanatkan agar semua hasil pencoblosan dipublikasi di tempat yang mudah diakses warga," jelasnya. (MC/MBD)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px