Log in

Janda Miskin yang Tidak Tersentuh Bantuan Pemerintah

Bunga Ria Nainggolan diabadikan di gubuk reot yang menjadi tempat tinggalnya bersama putra bungsunya Natap Siringoringo di Desa Parbuluan IV, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi. andalas/parulian nainggolan Bunga Ria Nainggolan diabadikan di gubuk reot yang menjadi tempat tinggalnya bersama putra bungsunya Natap Siringoringo di Desa Parbuluan IV, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi. andalas/parulian nainggolan

Bunga Ria Nainggolan

Bunga Ria Nainggolan (52), janda yang tinggal berdua dengan putra  bungsunya, Natap Siringo-Ringo (20) di sebuah gubuk reot di Jalan Nasional Sidikalang-Dolok Sanggul, Desa Parbuluan IV, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, mengaku tidak pernah tersentuh berbagai program kesejahteraan sosial  dari pemerintah baik dari pusat maupun program pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan Bunga Ria yang telah menjanda sekitar 15 tahun kepada Anggota DPRD Dairi Markus HE Sinaga (Gerindra), Markus WS Purba (Demokrat), dan Manat Sigalingging (Hanura) yang berkunjung ke kediaman  Bunga Ria, Selasa (14/11).

Keluarga yang hidup dalam deraan kemiskinan itu, tinggal di gubuk berkonstruksi kayu berukuran 3 X 5 meter berlantai tanah difungsikan menjadi tempat tidur dan tempat memasak. Atap hunian berbahan seng terlihat sudah rapuh dan bocor dimakan usia, bahkan sebahagian terpaksa disisip menggunakan potongan tenda berbahan plastik.

Bunga Ria menuturkan, sejak pergantian kepala desa sekitar satu tahun terakhir, dirinya tidak pernah lagi mendapat bantuan beras miskin (raskin). Sementara program kesejahteraan sosial lainnya seperti BPJS Kesehatan, bedah rumah, dan program lainnya, tidak pernah dikecapnya.

Perempuan tua ini juga mengaku, putranya Natap Siringo-Ringo tidak pernah mengecam pendidikan. Sementara untuk menyambung hidup, dirinya bersama putranya sehari-hari bekerja sebagai tenaga upahan ke ladang warga.

Bunga Ria juga menjelaskan, tahun lalu dirinya pernah didatangi perangkat desa untuk didata menjadi penerima bantuan bedah rumah, tetapi batal karena tidak memiliki surat kepemilikan atas tanah pertapakan rumah.

Dia mengaku lahan lokasi kediamannya berstatus tanah ‘parhutaan’ (perkampungan-red) marga Nainggolan yang telah ditempatinya sekitar dua puluh tahun lebih, namun tidak dilengkapi surat penyerahan.

Kepala Desa Parbuluan IV melalui Sekretaris Jadisen Saragih didampingi Kepala Dusun I Toman Sihombing yang ditemui di kantor desa setempat membenarkan kalau keluarga Bunga Ria Nainggolan tidak terdaftar sebagai keluarga penerima raskin.

Menurutnya, pemerintah desa tidak memiliki kewenangan untuk menentukan keluarga yang menjadi sasaran penerima raskin. “Daftar keluarga penerima sudah ditentukan, dan kami hanya menyalurkan sesuai daftar yang ada," sebut Sekdes. 

Terkait raskin yang diterima Bunga Ria pada tahun-tahun sebelumnya, menurut Sekdes merupakan jatah keluarga lain yang taraf hidupnya telah membaik dan atas persetujuan yang bersangkutan dialihkan kepada Bunga Ria, namun belakangan seiring pengurangan kuota raskin ke desa tersebut, tidak ada lagi penerima yang bersedia untuk dialihkan, terangnya.

Kemudian merespon kunjungan anggota DPRD, salah seorang perangkat desa yang masih terdaftar sebagai keluarga penerima raskin berjanji akan mengalihkan bantuan kepada keluarga Bunga Ria.

Markus HE Sinaga, Markus WS Purba, dan Manat Sigalingging yang prihatin dengan kondisi yang dialami Bunga Ria berkomitmen untuk menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi itu pada sidang-sidang DPRD untuk mendapat perhatian dan solusi dari Pemkab Dairi. (GOL)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 20 Nov 2017 29°C 22°C
  • 21 Nov 2017 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px