Log in

Jamaluddin Terima Telepon Misterius

Ketua Umum PP IKAHI Suhadi saat memberikan keterangan terkait kematian Hakim PN Medan Jamaluddin, di Gedung MA, Jakarta, Senin (2/12). Ketua Umum PP IKAHI Suhadi saat memberikan keterangan terkait kematian Hakim PN Medan Jamaluddin, di Gedung MA, Jakarta, Senin (2/12).

Sebelum Ditemukan Tewas

Medan-andalas Pengurus Pusat Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) berharap penelepon misterius hakim PN Medan Jamaluddin yang ditemukan tewas di sebuah jurang di Kabupaten Deli Serdang, Jumat (29/11), dapat segera diketahui untuk mengungkap dugaan pembunuhan itu.

"Menurut informasi, pagi hari sempat pamit sama istri sekitar jam 06.00 atau 06.30 WIB, kemudian siapa yang menelpon ini tidak jelas sampai sekarang," ujar Ketua Umum PP IKAHI Suhadi di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (2/12).

Sementara telepon genggam milik almarhum Jamaluddin disebut Suhadi belum ditemukan berdasarkan informasi yang dihimpunnya. Pada hari kejadian, Jumat (29/11) pagi, korban mendapat telepon dari sahabat atau kenalan untuk menjemput di Bandara Kualanamu dan berangkat sendiri.

Korban sempat melakukan absen di PN Medan sebelum ke tempat tujuan. Namun, hingga pukul 13.00 WIB tidak berangkat bekerja hingga pada sekitar pukul 15.00 WIB ditemukan masyarakat di kebun sawit dalam mobilnya dalam kondisi tidak bernyawa.

Sementara tidak ditemukan potongan gambar keberadaan korban dalam CCTV saat melakukan absen di PN Medan. "Sempat ke kantor untuk absen, tetapi tidak jelas CCTV di pengadilan, tidak ada gambar benar absen ini informasinya," kata Suhadi.

Sementara untuk mengetahui kedatangan melalui mesin absen sidik jari, dikatakannya merupakan kewenangan penyeledikan kepolisian. Suhadi menyebut belum terdapat kejelasan apakah korban meminta izin kepada atasan untuk pergi atau setelah absen meninggalkan PN Medan sebelum atasannya datang.

Menampik berspekulasi, Suhadi pun enggan mengaitkan kasus per kasus yang tengah ditangani almarhum sesaat sebelum mengembuskan napas terakhirnya. Hanya saja satu hal diamininya bahwa perlindungan melekat terhadap hakim hingga saat ini memang tidak ada. Karenanya, pihaknya terus mendorong lewat UU Contempt of Court agar martabat hakim tetap agung tak cederai serta terlindungi.

"Selama ini kalau untuk perlindungan kita meminta polri tapi hanya yang berkaitan dengan kasus tapi kalau yang definitif belum ada, kita lagi dorong lewat UU ke DPR soal itu," tandas Suhadi.

Suhadi menegaskan tidak akan ikut campur dalam mengintervensi kasus yang menimpa Jamaluddin. "Kami menyerahkan seluruhnya kepada pihak berwajib, penyidik penyelidik Polri," ujar Suhadi.

Suhadi juga berjanji tak akan ada intervensi dan mendukung serta kooperatif untuk dapat mengungkap siapa dalang di balik tragedi ini. "Kami akan koperatif menyerahkan dan mengatakan semua apa yang kami tahu agar kasus ini segera terungkap," jelas dia.

4 Saksi Diperiksa

Sementara itu, pihak kepolisian terus mengintensifkan penyelidikan penyebab kematian hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin. Empat orang saksi telah dimintai keterangan penyidik Polrestabes Medan. "Sudah ada empat orang saksi yang diperiksa penyidik Polrestabes Medan," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Senin (2/12).

Menurut Nainggolan, hingga kemarin, kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti yang bisa dijadikan petunjuk penyelidikan guna mengungkap kasus dugaan pembunuhan Humas PN Medan itu.

"Kamera CCTV yang sempat merekam keberadaan korban juga sedang dijajaki," ujar Nainggolan. Namun, Nainggolan tidak bersedia membeberkan keempat saksi yang telah dimintai keterangan tersebut, karena masih dalam proses penyelidikan. Demikian juga barang bukti yang diamankan, masih dirahasiakan kepolisian.

Nainggolan hanya berharap, doa masyarakat agar kasus dugaan pembunuhan tersebut dapat segera diungkap. "Doakan saja kasusnya cepat terungkap. Informasi lanjut nanti kami sampaikan," pungkas Nainggolan.)

Terpisah, Humas PN Medan Erintuah Damanik, Senin (2/12) mengatakan, seorang asisten korban juga telah dipanggil oleh pihak kepolisian. "Tadi malam salah satu asisten Jamaluddin menelepon saya, katanya dia dipanggil oleh pihak kepolisian mau ditanya-tanya soal keseharian Jamaluddin. Tadi pagi saya ketemu, dan katanya dia sudah diperiksa," katanya kepada wartawan.

Erintuah mengaku sudah bertemu dengan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Maringan Situmorang yang menyatakan asisten Jamaluddin sudah dipanggil. "Tadi kita sudah bicara dengan Kasubdit Reskrim, untuk mendapat informasi keseharian pak Jamaluddin di PN Medan," ujarnya.

Zuraida Hanum (41), istri Alm Jamaluddin mengakui sekitar tiga pekan sebelum suaminya ditemukan meninggal dunia, rumah mereka berlokasi di Perumahan Royal Monaco Blok D No 22, Medan Johor, Sumatera Utara, pernah diteror oleh orang tidak dikenal (OTK)

"Waktu itu pagar pintu rumah kami sempat dirusak orang tidak dikenal diduga ditabrak menggunakan mobil," kata Zuraida di Suka Makmue, Nagan Raya, Sabtu (30/11). Sambil menahan haru, Zuraida menceritakan kejadian tersebut terjadi sekira pukul 06.30 WIB saat semua anggota keluarga termasuk suami korban masih berada di dalam rumah dan bersiap memulai aktivitas.

Akibat perusakan tersebut, pintu pagar di bagian rumahnya rusak parah sehingga tidak bisa dibuka sama sekali. Sebelumnya, jenazah Jamaluddin  ditemukan tewas dengan kondisi terikat dalam mobil Toyota Land Cruiser BK 77 HD miliknya di jurang yan berlokasi di areal kebun sawit Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Jumat (29/11) siang lalu.

Kondisi Jamaluddin sendiri ditemukan dengan kematian tak wajar. "Sedang didalami. Artinya bahwa kemungkinan dibunuh," ungkap Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto Minggu (1/12) . Korban ditemukan masih menggenakan seragam olahraga PN Medan di jok penumpang. Setelah diautopsi di RS Bhayangkara Medan, jenaza pria kelahiran 20 Maret 1964 itu pun telah dimakamkan di kampung halamannya, Desa Suak Bilie, Kecamatan Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Tangani Kasus Mujianto

Komisi Yudisial (KY) sempat memantau atau mengawasi sejumpah perkara yang ditangani hakim Jamaluddin di antaranya kasus perdata tentang Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kasus Mujanto.

Hal tersebut dikemukakan Penghubung KY Perwakilan Sumut, Muhrizal, SH usai bertemu Ketua PN Medan, Sutio Sumagi Akhirno, Senin(2/12). Menurut Muhrizal, pengawasan terhadap kasus tersebut baru usai 2 pekan lalu. Hasilnya, gugatan Armen Lubis (penggugat) melawan Presiden, Jaksa Agung dan Kajatisu ditolak Majelis Hakim yang diketuai Jamaluddin.

Sedangkan hasil pengawasan KY tentang prilaku hakim Jamaluddin selama menangani kasus besar itu  akan dikirim ke Komisioner KY. "Jadi kita belum menyimpulkan apakah prilaku hakim yang menangani kasus Mujianto itu negatif atau positif," jelas Muhrizal.

Seperti diketahui Armen Lubis mengklaim korban penipuan Mujianto menggugat Presiden, Jaksa Agung dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut ke PN Medan karena menerbitkan SP2HP perkara Mujianto. Armen Lubis selaku korban penipuan Rp 3 miliar itu mengajukan gugatan merasa dirugikan oleh tergugat-tergugat.

Selain gugatan perdata Armen Lubis juga mempraperadilankan (prapid) Kejaksaan Agung dan Kejatisu ke PN Medan. Namun prapid Armen juga ditolak hakim. Dalam kasus penipuan Rp 3 miliar tersebut, Mujianto yang dijadikan tersangka sempat ditangkap Poldasu di Jakarta, karena masuk Daftar Pemcaharian Orang( DPO) karena kabur saat akan diserahkan ke Kejatisu.

Selain kasus Perdata, KY juga memantau perkara Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) yang ditangani hakim Jamaluddin. Terhadap kedua kasus tersebut, prilaku hakim dinyatakan positif. Selain hakim Jamaluddin, KY saat ini sedang memantau prilaku hakim T Oyong dan Erintuah Damanik yang sedang menangani gugatan kontraktor yang menggugat Pemprovsu karena memutus kontrak pengerjaaan proyek jalan. (DA/AFS/ANT)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px