Log in

Jaksa Siap Penjarakan Wabup Paluta

Sejumlah mahasiswa berunjukrasa di Kejati Sumut, Senin (13/5) meminta agar JPU yang menuntut ringan Wabup Paluta Hariro Harahap, dipecat. Sejumlah mahasiswa berunjukrasa di Kejati Sumut, Senin (13/5) meminta agar JPU yang menuntut ringan Wabup Paluta Hariro Harahap, dipecat.

Terbukti Lakukan Politik Uang

Medan - Andalas Jaksa sebagai eksekutor siap mengeksekusi Wakil Bupati Paluta Hariro Harahap yang divonis hukuman 1 bulan 15 hari kurungan dalam kasus pidana Pemilu. Namun, eksekusi dilakukan jika kasus ini sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Hal ini ditegaskan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) Sumanggar Siagian yang dihubungi melalui seluler, Senin (13/5). "Sebelumnya Wabup Paluta dituntut 3 bulan kurungan. Setelah itu diputus majelis hakim 1 bulan 15 kurungan. Karena ini perkara Pemilu, saat ini kita masih ada masa tenggat waktu untuk pikir-pikir selama 3 hari. Berarti Selasa (hari ini) kita sampaikan sikap jaksa terima atau upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi," urai Sumanggar.

Sumanggar menegaskan, jika terdakwa tidak mengajukan banding dan jaksa menerima putusan itu, maka pihaknya akan melakukan eksekusi sesuai putusan Pengadilan Negeri Padangsidimpuan. "Jadi tidak perlu izin ke Mendagri atau Presiden, sesuai undang-undang sebagai eksekutor, maka akan kita langsung eksekusi," sebutnya. "Makanya saat ini kita lihat, apakah terdakwa mengajukan banding atau tidak. Kalo dia mengajukan banding maka akan segera kita pelajari (berkas banding)," imbuhnya lagi.

Sebelumnya pada persidangan Kamis (9/5) yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Padangsidimpuan Lucas Sahabat Duha SH dan dua hakim lainnya, Angreana RE Sormin SH dan Cakra Tona Parhusip SH menjatuhkan hukuman 1 bulan 15 hari kepada Hariro. Dia terbukti bersalah melakukan politik uang untuk memenangkan sang istri, Masdoripa Siregar, yang maju sebagai calon legislatif dari Partai Gerindra.

Hariro ditangkap oleh Tim Satgas Politik Uang Polres Tapanuli Selatan bersama 14 orang yang diduga terlibat politik uang untuk memenangkan salah satu caleg DPRD Kabupaten Paluta, pada Senin (15/4) dini hari. 

Kapolres Tapsel AKBP Irwa Zaini Adib mengatakan, awalnya pihaknya mendapat informasi adanya dugaan praktik politik uang yang diduga dilakukan oleh salah satu caleg Partai Gerindra di Kabupaten Paluta.

Mendapatkan informasi tersebut, Senin (15/4) sekitar pukul 02.00 WIB, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, di sebuah jalan di Kabupaten Paluta, petugas menghentikan laju kendaraan mobil jenis Kijang yang di dalamnya terdapat empat orang atas nama Sabaruddin Harahap, Mual Harahap, Fakih Harahap, dan Rijal Harahap.

Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan 87 lembar amplop berisi uang Rp 43,4 juta. "Masing-masing amplop berisi uang antara Rp 150.000 hingga Rp 200.000. Juga ada kartu caleg untuk DPRD Kabupaten Paluta dari Partai Gerindra nomor urut 3 Dapil 1 atas nama Masdoripa Siregar," ujar Irwa.

Irwa mengatakan, dari pengakuan empat orang yang diamankan, mereka mendapatkan amplop tersebut langsung dari Hariro Harahap di kediamannya di Lingkungan I, Pasar Gunung Tua, Paluta, Sumatera Utara. (AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px