Log in

Izinkan Kader Dukung Jokowi, Demokrat Bermain 'Dua Kaki'?

logo demokrat logo demokrat

Jakarta-andalas Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan menjelaskan, alasan Demokrat memberikan dispensasi kadernya mendukung Jokowi. Ia menegaskan karena ingin partainya sukses di pilpres dan pileg.

"Semua partai hari ini akan mengeluarkan strategi, jalan pikiran untuk mendukung ini. Kami ingin sukses dua-duanya," kata Hinca di kediaman SBY, Jakarta, Minggu (9/9).

Ia melanjutkan, pilpres dan pileg itu serentak. Maka semua energi partai akan ditumpahkan untuk dimenangkan baik di legislatif kabupaten, kota, provinsi maupun di DPR RI.

"Hampir semua partai politik Anda lihat karena situasi yang harus mengerjakan yang bersamaan dua beban, dua kewajiban, tentulah kami harus sukseskan kedua-duanya," kata Hinca.

Saat ditanya apakah masalah ini membuat Demokrat seakan tak sepenuhnya berjuang memenangkan Prabowo, dia memastikan semua berjalan dengan baik.

"Saya kemarin ketemu diulang tahunnya Pak Djoko Santoso dan kami bertemu di sana sebagai ketua tim pemenangan juga kami ada di situ. Dan kami terus kami rancang, nanti tanggal 20 beliau akan mengumumkan tim sukses ini dan 23 sudah start kampanye. Dan itu semua kami akan melihat bermain dengan baik," kata Hinca.

Beri Dispensasi
Partai Demokrat (PD) memberi dispensasi kepada DPD PD Papua untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Ternyata tak hanya Papua, ada pengurus DPD 4 provinsi lain yang juga tak mendukung Prabowo-Sandi.

Wasekjen PD Andi Arief menegaskan partainya tak mengkhianati koalisi Prabowo-Sandiaga. Sejak awal sudah ada pembicaraan dengan Prabowo soal sejumlah daerah yang tak akan diikutsertakan jadi bagian tim sukses karena memiliki pilihan berbeda.

"Saat Prabowo dan SBY membicarakan koalisi 24 Juli 2018, ada 5 DPD Demokrat yang kebetulan bukan basis suara Prabowo 2014 dan hasil survei karena alasan politik identitas tidak akan diikutsertakan ketua DPD-nya dalam tim pemenangan pilpres," cuit Andi di akun @AndiArief, Minggu (9/9).

Prabowo, kata Andi, maklum dengan penjelasan PD. Dia tak mengungkap lima wilayah tersebut, namun dia menegaskan bukan di Jawa. Dua wilayah yang sudah jelas tak mendukung Prabowo yaitu DPD PD Papua dan DPD PD Sulut.

"Ada 5 DPD Demokrat yang setia terhadap Partai Demokrat, namun meminta kebijaksanaan atas realitas yang sudah terjadi. Mereka akan berkonsentrasi pemenangan pileg dan bukan pilpres. Di balik koalisi Gerindra dan Demokrat ada kesepakatan soal ini yang bisa dijelaskan," ulas Andi.

Andi mengatakan perbedaan di PD harus dikelola secara bijaksana. Bisa saja jika PD memilih Jokowi, ada 29 DPD yang meminta dispensasi mendukung Prabowo. "Pasti tidak mudah juga bagi partai kami mencari solusi," ujarnya.

Andi menjelaskan solusi untuk lima wilayah yang tak mendukung Prabowo adalah pembentukan tim pemenangan khusus. Prabowo dan SBY, kata Andi, pasti akan menemukan cara terbaik untuk memenangkan lima wilayah itu di Pilpres 2019.

"Prabowo dan SBY sangat berpengalaman dalam mengatasi situasi seperti ini untuk mendapatkan solusi yang cespleng. Jadi ini bukan Demokrat main dua kaki, tetapi betapa besar upaya Demokrat menghargai perbedaan apalagi yang menyangkut politik identitas," pungkasnya.

Partai Demokrat (PD) memberi dispensasi kepada kadernya yang juga Gubernur Papua Lukas Enembe untuk mendukung Jokowi-KH Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Padahal PD merupakan salah satu pengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Justru kami akan carikan formulanya supaya tidak disebut dua kaki ya. Tapi kepentingan partai, caleg-calegnya di daerah itu kan harus di ini ya mungkin kita akan meminta kader kami untuk tidak usah masuk secara resmi di tim pemenangan. Mungkin itu salah satu cara kami nanti," kata Kadiv Advokasi Hukum PD, Ferdinand Hutahaean di kediaman SBY, Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (9/9).

Salah satu alasan Lukas mendapat dispensasi karena mayoritas kader PD di Papua mendukung Jokowi, kata Ferdinand. PD masih memikirkan formula dispensasi yang pas.

"Salah satunya Papua, kami sedang pikirkan memang karena disana kader-kader kami mayoritas waktu melakukan rakorda memang menginginkan berkoalisi dengan Pak Jokowi," ujar Ferdinand.

Tak hanya Lukas, eks Wagub Jawa Barat Deddy Mizwar pun mendukung Jokowi-Ma'ruf. Malahan Deddy jadi salah satu juru bicara di Tim Kampanye. "(Demiz) dia menyatakan saya masih Demokrat dan saya akan memenangkan Demokrat di Jabar," kata Ferdinand.

Soal bentuk dispensasinya, Ferdinand menegaskan partainya masih belum menetapkannya. Dia menggarisbawahi bahwa sikap partai terhadap kader tersebut tak akan menanggalkan dukungan untuk Prabowo-Sandiaga.

"Jadi ada dispensi kita akan fikirkan formulanya seperti apa yang tepat tanpa juga meninggalkan dukungan kepada Pak Prabowo sebagai capres yang kami dukung secara resmi," ujar dia.

Main Dua Kaki
Partai Gerindra enggan mengomentari kebijakan Partai Demokrat yang memberi dispensasi kepada sejumlah kadernya untuk mendukung pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Namun, Gerindra memastikan koalisi dengan PD tetap solid.

"Itu kan urusan rumah tangga PD, ya. Kami, Gerindra tentu tak mau mencampuri internal PD. Yang pasti sampai saat ini koalisi empat partai ini (Gerindra-PKS-PAN-Demokrat) sangat solid, termasuk Demokrat yang selama ini pimpinan PD selalu hadir dalam rapat-rapat kami," kata Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade, Minggu (9/9).

Andre menuturkan kesolidan PD di koalisi pengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno nampak saat peringatan hari ulang tahun Anggota Dewan Pembina Gerindra Djoko Santoso pada Sabtu 8/9). Di mana, Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan juga hadir dalam acara tersebut.

"Terakhir kan kemarin siang kan, di saat acara Pak Djoko Santoso itu, Bang Hinca sebagai Sekjen dan yang lain-lainnya juga hadir," terang Andre.

Tapi, Andre pun menyadari keputusan PD mengizinkan kadernya mendukung Jokowi menimbulkan persepsi miring. Dia menganggap persepsi miring tersebut sebagai dinamika demokrasi.

"Ya, itu biarkan PD yang menyelesaikan persepsi masyarakat yang seperti itu. Wajar kalau ada persepsi masyarakat, persepsi publik melihat PD bermain dua kaki, membiarkan kader-kadernya mendukung Pak Jokowi. Tapi itu kan dinamika demokrasi, ya. Sepenuhnya kami serahkan urusan internal PD ke PD," ujar Andre. (VN/DTC)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

25°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 90%

Wind: 6.44 km/h

  • 24 Sep 2018 30°C 23°C
  • 25 Sep 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px