Log in

Isu Reshuffle Kabinet Makin Kencang

Najwa Shihab Najwa Shihab

Najwa Shihab Gantikan Khofifah Jadi Mensos?

Jakarta-andalas Isu reshuffle Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK makin kencang.  Presiden Joko Widodo dikabarkan bakal merombak sejumlah posisi menteri pada 16 Agustus 2017 atau sehari menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun. Ada menteri yang digeser, ada pula yang dicopot.

Kabar yang cukup mengejutkan, presenter kondang Najwa Shihab bakal diplot Jokowi menjadi pembantunya sebagai Menteri Sosial menggantikan  Khofifah Indar Parawansa yang konon telah direstui Jokowi maju menjadi calon gubernur di Pilgub Jatim 2018.

Najwa Shihab sendiri baru saja mengumumkan pengunduran dirinya dari Metro TV dan program talkshow Mata Najwa sehingga hal itu juga dikait-kaitkan dengan digadang-gadangnya Najwa menjadi menteri di Kabinet Kerja Jokowi-JK.

Beberapa menteri lain yang diisukan bakal digeser adalah Budi Karya Sumadi, dari Menteri Perhubungan, akan menjadi Menteri BUMN menggantikan Rini Soemarno yang akan diberi tugas baru mengurusi sekretariat presiden, yakni sebagai Kepala Sekretariat Presiden menggantikan posisi Teten Masduki.

Kemudian Archandra Tahar yang sebelumnya jadi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kembali menduduki posisinya sebagai Menteri ESDM yang pernah dipegangnya hanya 20 hari. Belum diperoleh informasi, bakal ke mana Ignasius Jonan setelah posisinya digantikan Arcandra Tahar.

Wajah baru yang diisukan bakal masuk di jajaran kementerian adalah Idrus Marham. Sekjen Partai Golkar itu bakal diangkat menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional menggantikan Sofyan Djalil. Dalam berbagai kesempatan Jokowi mengaku kurang puas dengan kinerja Sofyan Djalil terutama dalam mencapai target program sertifikasi lahan.

Sejumlah menteri yang juga diisukan akan diganti adalah Menteri Keuangan (Menkeu), Menteri Agama (Menag), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

“Yang pasti, ada kejutan nama baru yang masuk untuk mengisi satu di antara menteri-menteri tersebut. Figur muda, politisi yang juga ulama,” kata sumber seperti dilansir INDOPOS, Jumat (11/8).

Ditanya dari parpol apa jatah kursi menteri tersebut, sumber INDOPOS hanya menyebutkan, ”Partai yang pro pemerintah pastinya. Salah satu figur nama baru berasal dari partai kuat negeri ini. Untuk kursi Menteri Agama bakal tidak dipegang kader PPP lagi,” ujar sumber INDOPOS tersebut.

Menanggapi isu itu, Juru Bicara Presiden Johan Budi mengatakan bahwa sampai kini belum ada info terkait reshuffle kabinet ini. "Sampai hari ini belum ada info soal reshuffle," kata Johan Budi, Jumat (11/8).

Terpisah, Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengaku tak mau ambil pusing terkait kabar akan didepaknya salah satu kader PPP dari kursi Menteri Agama.

Isu reshufle itu kan sudah terlalu sering dimunculkan oleh para spekulan politik. Buat PPP sudah lama gak jadi perhatian lagi karena terlalu seringnya dispekulasikan adanya reshuffle,” ucapnya.

Selain itu, katanya, PPP pada posisi menghormati soal reshuffle sebagai hak prerogatif Presiden. “Jadi apakah akan ada reshufle atau tidak dan apakah Menag akan direshufle atau tidak maka itu kami anggap sebagai domainnya Presiden,” sergahnya.

Makin Liar
Isu reshuffle kabinet memang semakin liar, setelah sempat diisukan bakal diumumkan pada Rabu 12 Juli 2017 lalu. Nah saat ini isu santer beredar di kalangan parpol pendukung pemerintah, reshuffle bakal diumumkan pada Rabu 16 Agustus 2017.

Tak sedikit politisi parpol pendukung pemerintah yang menebak reshuffle kabinet bakal diumumkan Rabu 16 Agustus 2017 mendatang. Meskipun pada hari itu Presiden Jokowi bakal banyak berada di kompleks Parlemen Senayan, karena sidang tahunan MPR, DPR dan DPD. Soal kenapa keyakinan itu begitu kencang, selain mereka mendengar info evaluasi kabinet sudah sampai ujung, juga karena 'Rabu pon'. Apa hubungan reshuffle dengan rabu pon?

Selama ini reshuffle kabinet memang banyak dikaitkan dengan Rabu pon. Rabu pon tak lain adalah 'weton' atau hari lahir Jokowi dalam kalender Jawa. Kalangan Istana menyebut hari Rabu pon adalah hari yang baik, tanpa penjelasan detail lainnya.

Terkait reshuffle, nyatanya dua kali reshuffle kabinet sebelumnya dilakukan di Rabu pon. Reshuffle kabinet pertama diumumkan Presiden Jokowi pada Rabu pon tepatnya tanggal 12 Agustus 2015. Pada reshuffle kabinet jilid I ini Jokowi mengganti tiga orang Menko yakni Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo diganti Rizal Ramli, Menko Polhukam Tedjo Edhy digantikan Luhut Pandjaitan, dan Menko Perekonomian Sofyan Djalil digantikan Darmin Nasution. Jokowi juga merotasi sejumlah posisi menteri lainnya.

Sementara itu reshuffle kabinet jilid II diumumkan Jokowi pada 27 Juli 2016, lagi-lagi Rabu pon. Pada reshuffle kabinet jilid II, Jokowi mencopot Anies Baswedan dari posisi Mendikbud digantikan oleh Muhadjir Effendy. Jokowi juga merotasi sejumlah posisi menteri, antara lain melepas Ignasius Jonan dari kursi Menhub digantikan Budi Karya Sumadi.

Pada reshuffle kabinet jilid II, Jokowi juga melantik Archandra Tahar menjadi Menteri ESDM menggantikan Sudirman Said. Nah reshuffle kabinet jilid II ini kemudian berujung kepada pergantian Archandra pada 14 Oktober 2016. Saat itu Archandra yang baru menjabat menteri ESDM dicopot karena polemik menteri punya paspor Amerika alias dwi kewarganegaraan, ia digantikan Ignasius Jonan. Lalu apakah reshuffle kabinet jilid III yang semakin santer juga bakal digelar Rabu pon, 16 Agustus 2017?

Najwa Kaget
Sementara itu Duta Baca Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Najwa Shihab mengatakan dirinya masih mencintai dunia Jurnalistik dan masih ingin tetap bekerja sebagai seorang wartawan.

"Untuk sementara sampai detik ini saya masih mencintai dunia jurnalistik yang sangat luar biasa," kata Najwa saat bertemu dengan sejumlah wartawan di Kupang, Jumat.

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan isu yang berkembang soal dirinya akan ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang akan maju sebagai Calon Gubernur Jawa Timur pada 2018 mendatang.

Najwa mengaku dirinya kaget saat dikirimkan sebuah foto dari salah satu media nasional yang berisi bahwa dirinya menjadi Menteri Sosial dalam Kabinet Joko Widodo pascreshuffle yang diagendakan pada Rabu (16/8) pekan depan.

Mantan presenter Mata Najwa itu juga mengatakan bahwa dirinya baru tiba di Kupang, dan mendapatkan banyak sekali ucapan selamat dari sahabat-sahabatnya karena pemberitaan tersebut.

"Saya di WA kemudian di SMS isinya ucapan selamat. Tetapi jujur saya tidak tahu sumber berita itu dari mana, kemudian saya juga tidak dikonfirmasi soal berita bahwa saya dipilih menjadi Menteri Sosial," tambahnya.

Najwa mengaku bahwa dirinya memang dalam beberapa bulan terakhir sering ke Istana Negara. Namun kedatangannya bukan bertemu dengan Presiden Joko Widodo tetapi dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Pertemuan tersebut hanya membahas masalah literasi membaca serta sebagai seorang wartawan yang memang sedang bertugas untuk mewawancarai pihak Istana Negara.

"Saya mau sampaikan kalau kedatangan saya ke Istana itu tidak ada kaitannya dengan reshuffle, tetapi soal jabatan saya sebagai duta baca. Lagipula masalah Reshuffle yang tahu hanya Tuhan dan Presiden," tuturnya. (IDP/DTC/ANT/DBS)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

31°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 67%

Wind: 11.27 km/h

  • 24 Aug 2017 31°C 22°C
  • 25 Aug 2017 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px