Log in

Istri Ketua Muhammadiyah Palas Tewas Ditusuk Perampok

Korban Syahrin Siregar masih menjalani perawatan di RSUD Sibuhuan akibat mengalami luka tusuk dari perampok yang menyerangnya. andalas|ibnu sakti nasution Korban Syahrin Siregar masih menjalani perawatan di RSUD Sibuhuan akibat mengalami luka tusuk dari perampok yang menyerangnya. andalas|ibnu sakti nasution

Sibuhuan – andalas Rumah Syahrin Siregar (42), Kepala Bidang (Kabid) Aset pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Lawas (Palas), sekaligus Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Palas, dirampok, Selasa (25/6) dini hari.

Dalam kejadian di Desa Mompang, Kecamatan Barumun, Kabupaten Palas sekira pukul 03.00 WIB itu, istri Syahrin Siregar bernama Rita (37), tewas ditusuk perampok. Sementara Syahrin Siregar menglami tusukan benda tajam di bahagian dagu dan lengan, dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sibuhuan.

Kepala Desa Mompang Gojali membenarkan peristiwa perampokan yang menyebabkan seorang warganya meninggal dunia. Pelaku perampokan, katanya, tak dikenali karena menggunakan sebo (penutup wajah) saat beraksi.

"Kita mendapat khabar dari korban Syahrin Siregar, bahwa rumahnya dirampok dan istrinya telah meninggal di rumah mereka," kata Gojali kepada pers, Selasa (25/6).

Polisi masih menyelidiki peristiwa perampokan itu. Tim dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tapanuli Selatan pun dikerahkan ke lokasi untuk membantu penyelidikan polsek setempat.

"Kami dapat kabar 08.20 WIB tadi dan saat ini masih menuju lokasi. Jarak dari Padangsidimpuan ke lokasi paling cepat 3 jam. Posisi kami saat ini masih sekitar 1,5 jam lagi baru sampai. Pokoknya nanti kalau sudah ada perkembangan segera kami kabari," kata Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Alexander Piliang.

Sementara itu, Syahrin siregar kepada wartawan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sibuhuan menjelaskan, pelaku perampokan diperkirakan sudah masuk sejak ia bersama istri pergi ke Pasar Sibuhuan pada Senin malam (24/6).

Saat itu Syahrin pergi ke pasar bersama sang istri dan anak bungsunya untuk membeli mi aceh. "Anak-anak yang lain tinggal di rumah, bang. Perkiraanku, mungkin anak anak lupa mengunci pintu, saat itulah perampok masuk ke dalam rumah dan beraksi sekitar pukul tiga dini hari," ucap Syahrin Siregar.

Menurut Syahrin, istrinya terlebih dahulu kena serang perampok dengan menggunakan senjata tajam. Sementara Syahrin sempat melakukan perlawanan.

”Ketika istri saya berusaha akan minta bantuan tetangga untuk keluar dari rumah dia terjatuh akibat luka di tubuhnya. Dia kemudian tidak sadarkan diri di pintu rumah,” tuturnya.

Sayangnya korban tak sempat mengenali wajah pelaku perampokan, karena pelaku memakai penutup wajah.

Kapolsek Barumun AKP Sudirman SH saat dikonfirmasi, Selasa (25/6) usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian untuk mengungkapkan di balik kejadian ini.

"Suami korban Syahrin sampai saat ini belum dapat kita minta keterangan karena kondisinya masih sangat lemah dan masih dirawat secara intensif di rumah sakit," kata Kapolsek.

Desak Polisi

Sementara itu, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan duka cita atas meninggalnya Rita, istri Ketua PD Muhammadiyah Palas Syahrin Siregar.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang dialami ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Padang Lawas dalam perampokan dan pembunuhan istri beliau. Perbuatan tersebut sungguh sangat biadab," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, lewat pesan singkat, Selasa (25/6).

Mu'ti meminta polisi segera menangkap perampok yang menewaskan Rita. Tindakan pelaku, menurut Mu'ti, sangat biadab.

"Muhammadiyah mendesak polisi untuk segera menangkap pelaku dan memproses sesuai hukum yang berlaku," ujar dia.

Ungkapan duka cita juga disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad. Dia berharap pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

"Kami ikut berduka atas wafatnya istri ketua PDM Padang Lawas. Semoga Allah memasukannya ke dalam syahidah dan diampuni segala khilaf dan dosanya dan kepada pihak yang berwajib segera tangkap pelakunya dan diajukan ke pengadilan untuk mendapat hukuman yang setimpal," ujar dia. (ISN/DTC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px