Log in

Istri Abu Hamzah Ledakkan Diri

Tim Gegana mengamankan bom yang ditemukan di kediaman terduga teroris di Sibolga untuk diledakkan, Rabu (13/3) pagi. Tim Gegana mengamankan bom yang ditemukan di kediaman terduga teroris di Sibolga untuk diledakkan, Rabu (13/3) pagi.

Jasad Anaknya Ikut Hancur

Sibolga-andalas Upaya pihak kepolisian untuk membujuk istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah atau Uppang menyerahkan diri saat rumahnya di Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, berakhir tragis.

Istri Abu Hamzah justru memilih meledakkan diri bersama anaknya yang masih balita di dalam rumah mereka pada Rabu (13/3) dini hari, sekira pukul 01.25 WIB. Sementara Abu Hamzah sendiri, telah lebih dahulu berhasil diamankan petugas.

Ledakan terjadi saat polisi masih terus berupaya membujuk wanita itu agar keluar dari dalam rumah bersama anaknya dan menyerahkan diri.

“Kami minta kepada 'Umak Abu' agar segera menyerahkan diri kepada polisi,” ujar polisi menggunakan pengeras suara Masjid Al Mukhlisin yang berada persis di depan rumah tersebut.

Secara berulang, polisi juga memutar rekaman suara Abu Hamzah dengan logat bahasa daerah (Sibolga) lewat pengeras suara masjid.

“Assalamualaikum. Ikko ambo, sayangi anak, menyerahlah, ambo baik-baik sajo. (Assalamualaikum, ini saya, sayangi anak, menyerahlah, saya baik-baik saja),” ujar Abu Hamzah membujuk lewat pengeras suara masjid tapi tetap tak digubris istrinya.

Tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam rumah tersebut. Terdengar dua kali suara dentuman yang sangat keras. Seketika kawasan itupun dipenuhi asap. Pihak kepolisian memastikan ada jasad perempuan dan balita yang ditemukan dalam kondisi hancur di dalam rumah terduga teroris tersebut.

Namun pihak kepolisian masih bekerja untuk memastikan apakah jasad-jasad itu benar istri dan anak Abu Hamzah.

"Kita belum bisa memastikan karena tim DVI akan mengidentifikasinya. Dampak bom ini cukup merusak organ tubuh, jadi perlu Inafis untuk mengidentifikasinya," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Rabu (13/3) siang.

Tim masih melakukan sterilisasi di lokasi. Labfor dan Inafis akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) juga. "Kita belum berani masuk ke dalam di TKP, karena diduga masih ada benda-benda yang diduga bom yang bisa membahayakan aparat sendiri. Kita masih menunggu update lebih lanjut," tukas
Dedi.

Istri Lebih Radikal

Istri Abu Hamzah yang meledakkan diri bersama anaknya di dalam kediamannya di Sibolga pada Rabu dini hari, disebut lebih radikal daripada suaminya.

"Abu Hamzah menyampaikan kepada penyidik Densus 88, istrinya lebih keras pemahamannya dibanding dia sendiri. Lebih militan istrinya," tutur Dedi.

Hal tersebut pun dapat terlihat dari kenekatannya meledakkan bom padahal terdapat balita di dalam rumah itu dan negosiasi serta imbauan yang diupayakan polisi selama hampir 10 jam tidak dipedulikan.

Husain juga sempat menyampaikan imbauan kepada istrinya, meski menyebut istrinya lebih kuat terpapar paham ISIS dibanding dirinya sendiri.

Dalam negosiasi yang dipimpin oleh Kapolda Sumut bersama Kapolres Sibolga, Bupati Sibolga serta Dandim 0211, takmir masjid turut disertakan untuk meyakinkan perempuan berusia sekitar 30 tahun itu.

Namun, dari pukul 01.20 WIB sampai jam 01.40 WIB terdengar suara ledakan dari dalam rumah dan terdapat ledakan susulan kembali setelah beberapa saat.

Akibat ledakan itu, kebakaran di rumah yang berada di kawasan padat penduduk tersebut terjadi. Si jago merah berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.00 WIB.

"Setelah itu baru aparat berhasil mengevakuasi tubuh korban. Siang ini baru bisa diidentifikasi," kata Dedi Prasetyo.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menerangkan istri Abu Hamzah  meledakkan diri dengan bom "lontong" yang merupakan bom rakitan. Jasad wanita itu sudah tak utuh saat dievakuasi ke rumah sakit di Sibolga.

“Ada potongan tubuh yang terlempar dari lokasi sekitar 70 meter,” ujar Agus.

Pascaledakan beruntun dua bom dini hari sekira pukul 01.25 WIB, Rabu (13/3), hingga peristiwa ini diberitakan, polisi masih mensterilkan kawasan rumah terduga teroris Abu Hamzah.

Polisi juga melarang warga setempat yang sebelumnya telah dievakuasi (mengungsi) untuk masuk ke rumah, karena kawasan ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Tim Automatic Fingerprint Idenfication System (Inafis) kepolisian sedang melakukan olah TKP.

Suasana di lokasi masih dipenuhi petugas. Sementara warga pun terlihat ramai dari jarak yang cukup jauh antara 100-200 meter dari lokasi kejadian. (HAS/DA/ANT)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px