Log in

Insiden Heli Jatuh, PT IMIP Pekerjakan 3.000 WN China

Korban Aris Heni Irawan tertimpa helikopter yang jatuh saat dalam perjalanan ke tempat kerja di kawasan PT IMIP, Morowali, dan tewas di tempat. Korban Aris Heni Irawan tertimpa helikopter yang jatuh saat dalam perjalanan ke tempat kerja di kawasan PT IMIP, Morowali, dan tewas di tempat.

Jakarta-andalas Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyoroti banyaknya tenaga kerja China di balik insiden jatuhnya helikopter di Morowali. Manajemen PT IMIP, perusahaan yang menyewa helikopter tersebut, menyatakan mereka mempekerjakan sekitar 3.000 warga China diantara 21 ribu warga Indonesia.

Enam penumpang helikopter tersebut merupakan WN China. Namun PT IMIP menyatakan para penumpang bukan pekerja di PT IMIP.

Koordinator Media Relation PT IMIP Dedy Kurniawan menjelaskan keenam orang tersebut adalah kru sebuah rumah produksi di China. Mereka datang ke kawasan PT IMIP sekitar 3 hari sebelum kejadian.

"Mereka datang ke sini untuk membuat video dokumenter, semacam company profile perusahaan-perusahaan Tiongkok yang ada di sini. Setelah tiga hari mereka ambil gambar dan foto di sini. Tadi pagi itu rencana mau balik via bandara Kendari-Makassar-Jakarta terus lanjut ke Tiongkok," kata Dedy, Jumat (20/4).

Dia menambahkan kedatangan keenam kru rumah produksi dari China ini atas permintaan investor dari China, bukan PT IMIP.

"Dari pihak Tiongkok. Dari Tsingshan Group. Kami PT IMIP hanya fasilitator. Kan kebetulan yang beroperasi di dalam kawasan kami ini kan para investor-investor Tiongkok. Begitu," jelasnya.

"PT IMIP ini adalah perusahaan patungan antara Tsingshan Group Tiongkok dan Bintang Delapan Group Indonesia," sambung Dedy. Dia membenarkan ribuan WN China yang bekerja di kawasan PT IMIP, tapi persentasenya tidak lebih banyak daripada WN Indonesia.        

"Untuk karyawan Tiongkok berkisar antara 2.500 hingga 3.000 orang. Sementara Indonesia, itu data terakhir sampai 2 hari lalu, jumlahnya mencapai 21.662 orang," ujarnya.

PT IMIP merupakan perusahaan pengelola kawasan industri pertambangan, khususnya bahan mineral nikel.

Dikutip dari situs resmi PT IMIP, awalnya Shanghai Decent Investment (Group) Co Ltd bekerja sama dengan PT Bintang Delapan Investama mendirikan PT Sulawesi Mining Investment (SMI) di Indonesia. Pada 2009, mulai dilakukan pengembangan terhadap tambang nikel seluas hampir 47.000 hektare di Kabupaten Morowali.

PT IMIP sendiri didirikan pada 19 September 2013. PT IMIP mengantongi Izin Prinsip 263/1/IP-PB/PMA/2015, Izin Lokasi lewat Keputusan Bupati Morowali No 188.4.45/KEP.0305/ADPUM/2014, serta Izin Lingkungan lewat Keputusan Gubernur No 660/575/BLHD-GST/2015.

Pemegang saham terbesar di PT IMIP adalah Shanghai Decent Investment (Group) 49,69 persen, diikuti PT Sulawesi Mining Investment 25%, dan PT Bintang Delapan Investama 25,31 persen.

Sebelumnya, satu helikopter milik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) jatuh di kawasan industri tambang nikel itu di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Jumat, sekitar pukul 09.30 WITA. Insiden itu mengakibatkan satu orang tewas dan enam orang lainnya mengalami luka ringan dan berat.

Jasad korban tewas dalam kecelakaan helikopter itu sudah diserahkan kepada keluarga selepas divisum.

"Korban tewas bernama Aris Heni Irawan (23). Jenazah sudah divisum dan dikembalikan kepada pihak keluarga," kata Humas IMIP Dedi Kurniawan.

Helikopter Bell 429 dengan registrasi PK-WSX milik Whitesky Aviation itu kabarnya hendak mengantarkan enam penumpang, yang seluruhnya warga negara asing, ke Bandara Haluoleo, Kendari. Identitas para penumpang adalah Xi Laiwang, Guan Kejiang, Yang Xun, Zhao Yipu, Du Yifei, dan Du Gui. Mereka juga membawa muatan (bagasi) sebanyak sepuluh buah.

Helikopter itu dikemudikan Kapten Rudi A dan Kopilot Deliati Hasiolan Gulo.

Menurut Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Ajun Komisaris Besar Hery Murwono, helikopter itu lepas landas dari area pendaratan (helipad) IMIP pukul 09.00 WITA. Ketika mengudara sekitar sepuluh menit, helikopter itu mendadak mengalami gangguan sehingga berputar arah dan hendak mendarat di helipad.

Ketika berada di ketinggian sekitar seratus meter dalam posisi mendekati helipad, helikopter mendadak terjun bebas dan jatuh dekat Pos 2 IMIP, Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.

Kabarnya seluruh penumpang dan awak helikopter selamat meskipun mengalami luka-luka. Namun, helikopter itu menimpa Aris yang sedang melintas saat hendak bekerja. Seluruh korban luka saat ini dirawat di klinik PT IMIP. Helikopter nahas itu mengalami rusak berat.

Dedi mengatakan belum mengetahui penyebab kecelakaan. Menurut dia, saat ini mereka masih menunggu hasil penyelidikan dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi dan Polsek Bahodopi. (DTC/CNNI)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

30°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 73%

Wind: 11.27 km/h

  • 24 May 2018 30°C 23°C
  • 25 May 2018 28°C 23°C

Banner 468 x 60 px