Log in

Hakim PN Medan Diduga Dibunuh 'Orang Dekat'

Zuraida Hanum , istri Alm Jamaluddin, mengaku rumah mereka berlokasi di Perumahan Royal Monaco Blok D No 22, Medan Johor, Kota Medan pernah diteror oleh orang tidak dikenal. Zuraida Hanum , istri Alm Jamaluddin, mengaku rumah mereka berlokasi di Perumahan Royal Monaco Blok D No 22, Medan Johor, Kota Medan pernah diteror oleh orang tidak dikenal.

Kediaman Korban Pernah Diteror OTK

Medan-andalas Penyelidikan kepolisian terhadap kasus kematian Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin (55), mulai menemukan indikasi yang mengarah ke pelakunya. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kondisi korban, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menduga Jamaluddin dibunuh "orang dekat"-nya.

"Kita sedang melalukan pendalaman penyelidikan. Kemungkinan (korban) dibunuh," sebut jenderal bintang dua tersebut kepada wartawan di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (1/12).

Namun, Agus belum mau berspekulasi ketika didesak mengenai pelaku pembunuhan hakim yang juga Humas PN Medan itu. Dia hanya mengindikasikan pelakunya melibatkan orang dekat korban.

"Kayaknya tidak jauh. Sementara dugaan kita orangnya tidak jauh (dari korban)," ujar Agus

Sebelumnya, jenazah Jamaluddin  ditemukan tewas dengan kondisi terikat dalam mobil Toyota Land Cruiser BK 77 HD miliknya di jurang yan berlokasi di areal kebun sawit Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Jumat (29/11) siang lalu.

Kondisi Jamaluddin sendiri ditemukan dengan kematian tak wajar. "Sedang didalami. Artinya bahwa kemungkinan dibunuh," ungkap Agus.

Korban ditemukan masih menggenakan seragam olahraga PN Medan di jok penumpang. Setelah diautopsi di RS Bhayangkara Medan, jenaza pria kelahiran 20 Maret 1964 itu pun telah dimakamkan di kampung halamannya, Desa Suak Bilie, Kecamatan Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Pernah Diteror OTK
Sementara itu, Zuraida Hanum (41), istri Alm Jamaluddin mengakui sekitar tiga pekan sebelum suaminya ditemukan meninggal dunia, rumah mereka berlokasi di Perumahan Royal Monaco Blok D No 22, Medan Johor, Sumatera Utara, pernah diteror oleh orang tidak dikenal (OTK)

"Waktu itu pagar pintu rumah kami sempat dirusak orang tidak dikenal diduga ditabrak menggunakan mobil," kata Zuraida di Suka Makmue, Nagan Raya, Sabtu (30/11).

Sambil menahan haru, Zuraida menceritakan kejadian tersebut terjadi sekira pukul 06.30 WIB saat semua anggota keluarga termasuk suami korban masih berada di dalam rumah dan bersiap memulai aktivitas.

Akibat perusakan tersebut, pintu pagar di bagian rumahnya rusak parah sehingga tidak bisa dibuka sama sekali.

Namun, pelaku yang diduga merusak pintu pagar rumah mereka kebetulan tidak terekam kamera pengawas (CCTV) karena saat itu kebetulan sedang rusak.

"Entah karena sengaja atau tidak, yang jelas pintu rumah kami terlihat sudah rusak. Namun, tidak tahu siapa yang melakukannya, karena saat saya keluar dari rumah tidak ada orang di luar," ungkap Zuraida.

Ia juga menceritakan, selama ini sang suami tidak pernah memiliki musuh atau diteror oleh pihak yang diduga tidak sedang dengan perkara yang ditangani oleh suaminya di Pengadilan Negeri Medan.

Apalagi selama ini, sang suami tidak pernah mengeluh atau pun bercerita tentang kegiatan dan tidak pernah menceritakan apakah mengalami teror atau pun ancaman.

Bahkan pada hari kejadian, sang suami yang keluar rumah usai shalat subuh juga bergegas ke Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang Sumatera Utara, guna menjemput seorang teman. Namun sampai saat ini, Zuraida mengaku tidak tahu siapa teman sang suami yang dijemput tersebut.

"Seperti biasa saya siapkan semua kebutuhan suami, mulai dari pakaian, berkas perkara dan semua kebutuhan. Semua berlalu biasa saja," katanya sambil menyeka air mata.

Sedangkan Faridin, keponakan korban meminta polisi segera menangkap pelaku pembunuhan sang paman. "Kami berharap polisi bergerak cepat agar bisa menangkap pelaku secepatnya, kami yakin polisi pasti bisa menangkap pelakunya," kata Faridin, di Nagan Raya, Minggu (1/12).

Menurut Faridin, pihak keluarga sama sekali tak bisa menerima perbuatan pelaku yang tega menghabisi nyawa pamannya. Faridin masih terus menunggu upaya polisi mengungkap kasus ini. "Kami tidak menerima tindakan pembunuhan ini, kami tidak pernah ikhlas," ucapnya menegaskan. (DA/ANT/DOH)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px