Log in

Gubsu Minta Pertamina Buat Kartu Kendali

Ilustrasi Ilustrasi

Warga Mampu Jangan Gunakan Gas 3 Kg

Medan-andalas Gubsu Tengku Erry Nuradi mengimbau agar masyarakat mampu dan aparatur sipil negara (ASN) tidak lagi menggunakan gas 3 kilogram yang merupakan hak dari warga kurang mampu (miskin).

Gubsu juga meminta Pertamina mengeluarkan kartu kendali atas distribusi gas 3 Kg yang disubsidi pemerintah itu agar tepat sasaran. Sebab menurutnya, gas subsidi yang selama ini diberikan ke masyarakat tidak dapat diawasi pendistribusiannya apakah tepat sasaran atau tidak.

"Karena tanpa ada kendali, berapapun kuota (gas subsidi) yang diberikan, bisa saja masih tetap kurang,” kata Gubsu kepada General Manager PT Pertamina MOR 1 Erry Widiastono bersama jajaran yang beraudiensi ke ruang kerja Gubsu di Medan, Selasa (14/11).

Menurut Gubsu, tanpa ada pengawasan dan pengendalian maka peluang terjadi pengoplosan gas subsdi dari tabung 3 kg ke tabung 5-12 Kg yang harganya lebih mahal karena tidak disubsidi sehingga menyebabkan kuota gas subsidi untuk masyarakat miskin berkurang.

“Berapa sebenarnya kebutuhan gas subsidi itu bisa diambil datanya dari BPS (Badan Pusat Statistik). Tetapi yang terpanting adalah perlu ada pengawasan,” ujar Gubsu yang menerima informasi adanya pengurangan kuota sebanyak 1.000 ton gas subsidi untuk tahun 2017 dari pemerintah pusat.

Untuk itu Gubsu mendorong agar Pertamina mengeluarkan kartu kendali atas distribusi gas subsidi. Pertamina dapat bekerja sama dengan kepolisian dalam hal pengawasannya. Sebab berdasarkan data BPS, setidaknya ada 10 persen keluarga tergolong miskin atau sekitar 1,4 juta dari 14 juta jiwa penduduk Sumut.

“Tetapi kalau memang ada aturannya, Pertamina harus konsisten. Tanpa kartu (kendali) tidak bisa mendapatkan gas 3 Kg. Makanya kita akan buat Pergub (Peraturan Gubernur) tentang pengawasan terpadu. Kalau kita bisa buat, tentu ini akan jadi langkah baik,” jelasnya.

Mendorong penggunaan gas nonsubsidi bagi masyarakat mampu, Gubsu juga mengimbau agar masyarakat yang tidak masuk kategori miskin khususnya ASN, tidak lagi menggunakan gas subsidi. Dirinya juga mengajak warga Sumut beralih menggunakan gas 5,5 Kg.

“Makanya saya sampaikan agar dikeluarkan kartu kendali, jadi tidak semua bisa membeli gas subsidi kecuali mereka benar-benar tidak mampu. Kita konversikan saja kepada penggunaan gas nonsubsidi,” pesan Erry.

Sementara Erry Widiastono menyambut baik dukungan Pemprovsu kepada pihaknya untuk mengeluarkan kartu kendali penggunaan gas subsidi 3 Kg.

Sebab diakuinya dengan pengurangan kuota sebanyak 1.000 ton gas dari 338.221 menjadi 337.221 ton per tahun, diprediksi akan terjadi kekurangan pasokan di akhir tahun mendatang khusus untuk gas melon tersebut.

“Jadi kami sangat menyambut apa yang disarankan Pak Gubernur, luar biasa sekali. Ini di luar dugaan kami, jadi beliau sangat mendukung untuk diterbitkannya kartu kendali. Kami akan terbitkan kartu kendali untuk masyarakat yang berhak menerima elpiji subsidi didasarkan kepada data BPS Sumut,” katanya.

Pihaknya juga berharap kartu kendali bisa segera diterapkan agar pendistribusian gas subsidi bisa tepat sasaran kepada masyarakat kurang mampu. Selain itu mereka juga berharap masyarakat mampu beralih menggunakan gas 5,5 Kg. (WAN)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 98%

Wind: 6.44 km/h

  • 21 Nov 2017 28°C 22°C
  • 22 Nov 2017 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px