Log in

Gubsu: Kita Bekerja Taruhannya Surga atau Neraka

Gubernur Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Musa Rajekshah bersilaturahmi dengan para ASN Pemprovsu di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu, Medan, Jumat (7/9). andalas|istimewa Gubernur Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Musa Rajekshah bersilaturahmi dengan para ASN Pemprovsu di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu, Medan, Jumat (7/9). andalas|istimewa

Ingatkan ASN Bekerja Sungguh-Sungguh

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk bekerja sungguh-sungguh membangun daerah karena di pundak mereka ada tanggung jawab untuk mengurus seluruh penduduk Sumut.

“Sebanyak 16 juta penduduk kita ini, itu ada di pundak kita. Taruhannya surga atau neraka. Karena kita diberi gaji, kita diberi fasilitas untuk mengurusi 16 juta penduduk Sumut. Apapun sukunya, apapun agamanya,” kata Edy Rahmayadi dalam  acara Silaturahmi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut dengan ASN Pemprovsu, Jumat (7/9) di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu, Medan.

Edy juga mengingatkan agar ASN bekerja sesuai aturan dan disiplin. Waktunya bekerja harus digunakan benar-benar untuk  kerja, jangan untuk bermalas-malasan.  

“Harus sesuai aturan dan disiplin. Waktunya bekerja, ya bekerja dan waktunya pulang, ya pulang. Kecuali ada hal-hal khusus yang sifatnya kondisional,” ujarnya.

Edy menegaskan tidak akan main-main jika ada yang mengganggu integritas Pemprovsu. Karena itu, dia mengharapkan agar kepala organisasi perangkat daerah (OPD) bekerja sesuai aturan agar tidak tersangkut masalah yang mengganggu kinerja sebagai abdi negara.

“Jangan takut kalau ada yang mengancam-ancam. Siapa yang coba-coba mengganggu harga diri, integritas Pemprov Sumatera Utara ini berurusan dengan Gubernur,” tegasnya.

Dalam pertamuan yang berlangsung penuh kekeluargaan dan sesekali diwarnai canda tawa itu, Edy juga mengingatkan agar ASN dalam bekerja tetap mengingat waktu dan tidak melupakan untuk beribadah.

“Bagi yang beragama Islam, bekerja jangan jadi alasan untuk tidak salat, di sebelah Kantor Gubernur Sumut ini ada masjid yang besar,” ujar Edy.

Kepada ASN Pemprovsu juga diminta untuk tidak terlibat pada Pileg dan Pilpres pada bulan April 2019 yang akan datang.

“Tolong nanti yang ada di sini tidak ada yang bercerita tentang itu. Tidak ada yang ikut-ikut urusan kampanye. Termasuk bupati dan wali kota, dan juga termasuk saya,” ucap Edy.

Sementara Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah pada kesempatan itu juga mengajak kepada seluruh ASN Pemprovsu untuk tetap kompak dalam melaksanakan tugasnya.

“Karena semua yang kita kerjakan untuk masyarakat Sumatera Utara. Yakinkan bahwa kita ini digaji oleh masyarakat Sumatera Utara,” ujarnya.

Musa Rajekshah yang sering disapa Ijek ini, juga berharap agar seluruh ASN terus menjaga persatuan dan kesatuan. “Kita tetap kompak, tak peduli apa suku dan agamanya, yang terpenting adalah kita jaga persatuan dan kesatuan kita untuk membangun Sumatera Utara ini,” ucapnya, seraya berharap dengan kekompakan mudah-mudahan ke depan Provinsi Sumatera Utara menjadi Sumatera Utara yang bermartabat diantara provinsi lainnya yang ada di Indonesia.

Di ujung acara, usai memberi arahan Gubsu Edy juga melantunkan  beberapa lagu, hingga suasana menjadi lebih meriah. Bahkan, Edy bersama Ijek juga mendatangi dan menyalami para ASN yang hadir.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Sekdaprovsu Dr Ir Hj Sabrina MSi, para Asisten, Staf Ahli, dan para kepala OPD dan pejabat Struktural dan para ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.  

Bahas MTQN

Di hari yang sama Edy Rahmayadi bersama Musa Rajekshah memimpin rapat panitia membahas perkembangan dan persiapan MTQN XXVII di Ruang Kaharuddin Lantai 8 Kantor Gubsu.

Edy Rahmayadi meminta kepada Panitia Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXVII untuk mengutamakan kenyamanan para tamu atau kafilah yang datang dari berbagai provinsi.

“Secara esensi, MTQN XXVII ini memang berbicara tentang Qur’an dan umat Islam. Tetapi, di luar itu pelaksanaan MTQN ini juga berbicara tentang wajah Sumut. Untuk itu, penting kita tampilkan yang terbaik dan layani tamu kita, sehingga mereka merasa nyaman di sini,” katanya.

Menurut Edy, selama ini banyak pandangan dan stigma-stigma negatif yang diberikan orang untuk Sumut. Melalui MTQN ini, Edy mengajak semua pihak, panitia khususnya, untuk merubah citra buruk yang selama ini ada menjadi lebih baik. “Bila perlu, hotel-hotel atau tempat penginapan harus kita imbau agar lakukan pelayanan terbaik pada tamu kita,” ujarnya.

Edy juga meminta agar 33 kabupaten/kota Sumut dilibatkan dalam acara MTQN ini. Salah satu bentuk keterlibatannya, kata Edy, dengan menjadikan setiap kepala daerah sebagai Liaison Officer (LO) yang menyambut kafilah dari 33 provinsi. “Dan saat penjemputan, gunakan pakaian setiap khas daerah, sekaligus promosi kekayaan daerah kita,” saran Edy.

Edy juga meminta agar kondisi jalan dan estetika di sekitar lokasi juga diperhatikan. Termasuk diantaranya, disebutkan panitia, masalah pedagang kaki lima di sekitar jalan pancing yang tidak teratur.

“Untuk masalah ini, Saya harap lakukan relokasi dengan benar. Estetika penting, perekonomian masyarakat juga penting. Tertibkan, namun pastikan kegiatan perdagangan masyarakat tidak terganggu,” pesannya.

Sebelumnya, Ketua Harian Panitia Penyelenggara MTQN XXVII, Zonny Waldi beserta penanggung jawab tiap bidang memaparkan dan membahas perkembangan yang sudah dilakukan sejauh ini. Dari pemaparan yang dilakukan panitia, tidak ditemukan kendala yang berarti untuk persiapan MTQN.

“Infrastruktur, khususnya Astaka sudah selesai, begitu juga dengan persiapan venue. Hampir seluruh persiapan lancar, hanya perlu sentuhan-sentuhan kecil seperti menertibkan jalan dan lokasi sekitar area, melakukan pencatan gedung sekitar Astaka, dan detil-detil kecil lainnya,” ujar Zonny. (WAN)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Mostly Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 19 Sep 2018 31°C 21°C
  • 20 Sep 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px