Log in

Gubernur Siapkan Pergub

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi

Temuan Ribuan Bangkai Babi di Sungai

Medan-andalas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) akan mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) dalam penanganan penemuan ribuan ekor bangkai babi mati di aliran sungai di Sumut. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Medan, Kamis (7/11) mengatakan, salah satu isi Pergub adalah mencegah orang membuang bangkai babi ke sungai.

"Orang yang membuang bangkai babi ke sungai, mungkin tak mengerti dampak buang babi ke sungai. Untuk itu kita akan keluarkan surat kepada masyarakat," tambahnya. Ia menyebutkan, nantinya akan mengeluarkan surat imbauan kepada masyarakat untuk tidak mencemari sungai dengan segala jenis sampah.

Karena, menurutnya selama ini masyarakat belum terlalu paham tentang bahaya membuang bangkai di sungai. Selain mencemari lingkungan, bakteri dari bangkai yang dibuang ke sungai juga sangat berbahaya bagi kesehatan.

Adapun pergub yang disiapkan, tambahnya akan diterbitkan setelah masyarakat memang masih tetap membandel membuang bangkai atau sampah ke sungai. Beleid ini nantinya akan berisi aturan main termasuk pemberian sanksi kepada pelaku pembuangan bangkai atau sampah ke sungai. “Setelah nanti dikeluarkan Pergub, nanti baru ada sanksi. Kalau masih bisa kita peringatkan, kenapa kita harus berikan sanksi,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, tercatat sebanyak 4.682 ekor babi mati diduga akibat virus Hog Cholera di 11 Kabupaten/Kota di Sumut. Tercatat ratusa bangkai babi dibuang ke Sungai Badera dan Danau Siombak kawasan Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Azhar Harahap, mengatakan sebanyak 4.682 ekor babi yang ditemukan mati diduga terjangkit virus Hog Cholera.

"Mengenai penyebaran virus hog cholera pada ternak babi di Sumut sebanyak 4.682 ekor dan terjadi di 11 kabupaten/kota di Sumut,” katanya, Kamis (7/11).  Menyikapi hal tersebut, pihaknya sendiri telah mengambil langkah-langkah yaitu salah satunya langsung turun ke lokasi Kabupaten/Kota yang terkena wabah, melakukan monitoring sekaligus pengambilan sampel.

"Kita juga memberikan vaksin pada ternak yang masih sehat," ujarnya Selain itu, katanya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi juga telah mengeluarkan surat edaran kepada Bupati dan Wali Kota untuk menekan wabah ini, yakni dengan tidak membuang bangkai babi yang terinfeksi hog cholera sembarangan.

“Untuk hog cholera ini tidak berbahaya pada masyarakat dan penularannya hanya dari babi ke babi. Tidak menular ke ternak lain dan manusia. Bahkan dikonsumsi manusia juga tidak ada masalah,” jelasnya. Adapun sebelas kabupaten/kota itu di antaranya Deliserdang, Humbang Hasundutan, Dairi, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir.

Flu Babi Afrika

Sementara itu, kasus kematian ribuan babi di Sumut diduga tidak hanya karena virus kolera babi. Dari uji lab, ada temuan dugaan virus flu babi Afrika (African swine fever). Dugaan ini didasari hasil uji laboratorium sampel bangkai babi yang dilakukan Balai Veteriner Medan. Tim menguji sampel bangkai babi yang ditemukan di Medan.

"Berdasarkan hasil uji laboratorium ada juga kami temukan yang diduga ASF (African swine fever). Indikasi suspeknya ada, tapi kami katakan penyakit itu tidak ada di Indonesia," kata Kepala Balai Veteriner Medan Agustia MP di kantornya, Jl Gatot Subroto, Medan, Kamis (7/11).

Untuk mencegah penyebaran penyakit ternak babi, Agustia menyebut perlu tindakan pengamanan dengan prinsip biosekuriti. "Gejala mirip dengan hog cholera. Jadi kita temukan indikasi dari hasil uji yang dilakukan berkali-kali," katanya. (ANT/DTC/DOH)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px