Log in

Gubernur Edy: Siapapun yang Halangi Saya Terjang

Gubernur Sumut Edi Rahmayadi saat menyampaikan paparan di hadapan peserta acara Sosialisasi Kebersihan dan Mitigasi Pengendalian Banjir Kota Medan dan Sekitarnya di Aula Raja Inal Siregar lantai 2 Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro 30 Medan, Kamis (11/07). andalas|ist Gubernur Sumut Edi Rahmayadi saat menyampaikan paparan di hadapan peserta acara Sosialisasi Kebersihan dan Mitigasi Pengendalian Banjir Kota Medan dan Sekitarnya di Aula Raja Inal Siregar lantai 2 Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro 30 Medan, Kamis (11/07). andalas|ist

Deklarasikan Medan Bebas Banjir 2022

Medan – andalas Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mendeklarasikan Kota Medan Bebas Banjir tahun 2022. Deklarasi itu sekaligus menandai dimulainya upaya-upaya untuk mewujudkannya.

Gubernur Edy mengatakan tidak peduli kepada siapapun dan dengan apapun yang berniat menghalangi Medan bebas banjir 2022. Dia bahkan menegaskan siapapun yang mencoba menghalanginya, akan diterjangnya.

"Siapapun yang menghalangi saya, saya terjang kalian, saya nggak peduli, kawal saya, bukan dalam hal negatif ya," ujar Gubernur Edy dalam Sosialisasi Kebijakan Mitigasi Pencegahan Banjir Kota Medan dan Sekitarnya, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, Kamis (11/7).

Edy bertubi-tubi menegaskan sikap mewujudkan Medan bebas banjir 2022 itu. Dia mengawali paparannya dengan menunjukkan gambar-gambar keindahan dan kerapian Kota Surabaya di hadapan peserta acara yang hadir.

"Ini ni Bu Risma (sambil menunjuk gambar), masa dengan emak-emak kalah kita, saya nggak mau kalah, ayo mari bekerja, kita bisa kalau kita bersama-sama," seru Gubernur Edy.

Lalu disebutkannya mengapa seorang gubernur mengurusi Kota Medan, karena Kota Medan ibukota Sumut. "Ada yang ngomong kepada saya, itu (soal banjir Medan) bukan kerjaan gubernur, itu kerjaan wali kota dan bupati, suka hati saya, saya sekrang gubenur. Saya diperintahkan Pak Luhut, eh gubernur bagaimaa caramu bersihkan itu Medan itu," beber Edy.

Gubernur Edy juga meminta Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, Roy Pardede dan jajarannya serius membantu mewujudkan Medan bebas banjir itu.

"Saya ingin tanya ini, eh BWS Pak Pardede, mari sama-sama kerja, saya serius ini, kalau nggak mau ya saya akan menghadap menteri mencari orang yang bisa kerja di sini," sebut Edy.

Namun Gubernur Edy masih miris melihat masih banyaknya sampah berserakan di Kota Medan. Karenanya dia juga mengingatkan semua warga agar turut menjaga kebersihan sungai dan drainase. Lurah dan kepala desa juga diingatkannya agar aktif mengawasi warganya untuk tidak buang sampah ke sungai.

Selain untuk kesejahteraan masyarakat Medan dan sekitarnya, Medan bebas banjir 2022, lanjut Edy, adalah juga untuk mewariskan hal-hal yang baik bagi anak cucu. "Saya nggak mau nanti dimarahi anak cucu kita, harus kita wariskan yang baik kepada mereka," ujarnya.

Edy Rahmayadi juga menegaskan, pinggir Sungai Deli di Kota Medan akan dibebaskan dari rumah dan bangunan yang ada, termasuk jika ada aktivitas atau kegiatan apapun di daerah itu.

Semua warga yang rumahnya berdiri di pinggir sungai itu, akan direlokasi (dipindahkan) ke rumah susun. Ruma susun yang menjadi tempat tinggal para warga tersebut, segera dibangun Dinas Perumahan dan  Permukiman Pemprov Sumut. Namun soal dimana lokasinya dan berapa anggarannya, tidak disampaikan gubernur.

Lantas mengapa harus dipindahkan? Gubernur Edy mengatakan selain karena warga yang tinggal di pinggir sungai melanggar ketentuan tentang sungai, juga tujuan utamanya untuk keperluan pembangunan tol dalam Kota Medan.

Lebih lanjut soal ketentuan relokasi warga dan hal-hal terkait penting lainnya, nantinya akan diselesaikan nantinya lewat kelompok kerja (Pokja) yang merupakan bagian dari Tim Pengendalian Banjir Kota Medan.

Untuk itu, Gubernur Edy berharap kerjasama yang baik dari para warga yang akan direlokasi. Diingatkannya juga agar Pemko Medan, khususnya Lurah yang merupakan lembaga pemerintah terdekat dengan warga, untuk aktif bekerja serta mensosialisasikannya kepada warga pinggir Sungai Deli.

Edy Rahmayadi juga mengharapkan para lurah dapat mengimbau warganya masing-masing agar tidak lagi membuang sampah ke sungai. Menurutnya sungai harus dijaga semua orang, karena itu tanggungjawab bersama. Medan sebagai ibukota, juga harus menjadi kota yang bersih berseri dan bermartabat. “Sungai ini membuat rakyat sejahtera, jika sungai kotor bagaimana bisa digunakan masyarakat,” katanya.

Selain itu, Gubernur juga memaparkan kepada peserta sosialisasi beberapa pembangunan yang akan dilakukan di Kota Medan dan sekitarnya. Di antaranya pembangunan jalan tol layang Kota Medan, yang pencanangannya akan dilakukan 28 Juli 2019. Di kawasan Kualanamu, juga akan dibangun Sport Centre dan Islamic Centre yang di dalamnya ada asrama haji yang baru.

“Satu lagi, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Tuntungan, ada juga Marendal Botanical Garden, kita harus ada ruang terbuka hijau di dalam kota,” kata Edy Rahmayadi.

Bentuk 12 Pokja

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Pengendalian Banjir Daerah (BPPD) Sumut, Riadil Akhir Lubis, mengatakan sudah membentuk 12 Pokja dengan tugas dan fungsi masing untuk mewujudkan Medan bebas banjir.

Pokja yang merupakan bagian dari tim teknis penanganan banjir Kota Medan yang terdiri dari berbagai instansi itu bekerja hingga tahun 2022. Yakni Pokja Sosialisasi Hukum dan Pengaduan Masyarakat, Pokja Perencanaan dan Penganggaran, Pokja Pelaksana Teknis, Pokja Pengendalian Monitoring dan Evaluasi, Pokja Keamanan dan Ketertiban, Pokja Pembebasan Lahan dan Relokasi, Pokja Kebersihan Lingkungan dan Sungai, Pokja Review dan Revitalisasi Kanal Banjir Drainase Perkotaan dan Pemukiman Kota Medan dan sekitarnya, Pokja Mitigasi Banjir Medan dan sekitarnya, Pokja Humas dan Media Center, Pokja Sekretariat, dan Pokja Kelompok Tenaga Ahli.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wagub Sumut Musa Rajekshah, Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, Anggota DPD Parlindungan Purba, Danlantamal I Belawan Abdul Rasyid, Sekdaprov Sumut Sabrina, Wakil Wali Kota Medan Ahyar Nasution, Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan, perwakilan Poldasu dan Kodam I/BB, BWS Sumatera II, akademisi, OPD Pemprov Sumut, para lurah Kota Medan. (WAN/MBD)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px