Log in

Gubernur Edy Rahmayadi Ingin Sungai Deli Seperti di Rusia

Gubernur Gubsu Edy Rahmayadi, Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution dan pejabat Pemprovsu mengarungi aliran Sungai Deli, Medan, Selasa (10/9). Gubernur Gubsu Edy Rahmayadi, Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution dan pejabat Pemprovsu mengarungi aliran Sungai Deli, Medan, Selasa (10/9).

Arungi Sungai Deli Bersama Wakil Wali Kota Medan

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi punya rencana besar terhadap Sungai Deli, Medan. Dia ingin sungai itu bisa bersih seperti sungai-sungai di Rusia. Pada Selasa (10/9), sesaat sebelum mengarungi Sungai Deli dengan perahu karet dari Jembatan Titi Kuning, Edy menyatakan, sewaktu masih kecil, saat berumur 5-10 tahun, dia sering bermain di sungai itu.

"Sungai Deli ini, saya kecil-kecil sudah berhanyut di Sungai Deli ini, main-main kami waktu masih kecil itu," kata Edy, yang memberikan sambutan dalam acara Pesta Sungai Deli, serangkaian acara kerakyatan yang berpusat di Sungai Deli.

Dia pun menyatakan sudah pergi ke beberapa tempat dan menyaksikan sungai-sungai yang dijaga dengan baik kebersihannya. Menjadi tempat yang menyenangkan. Seperti di Rusia, Jerman, dan Jepang.

"Saya di Rusia jalan kanan-kiri sungai. Di Jerman saya jalan kanan-kiri. Nikmat sekali, ada orang tua duduk di pinggir, dia mancing, dapat (ikan), ketawa-ketawa orang tua itu. Airnya jernih. Alangkah indahnya. Saya mimpikan itu, empat tahun lagi saya menjadi gubernur, ini akan saya kejar terus," kata Edy.

Setelah memberikan sambutan, Edy bersama Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution serta para pejabat Pemprov Sumut mengarungi sungai itu. Ikut mengayuh dayung dalam tiga jam pengarungan. Melewati banyak sampah plastik di kiri dan kanan sungai, aliran limbah berbusa, bronjong sungai yang ambruk, sempadan sungai yang dijadikan hunian, maupun bangunan dan beragam masalah lainnya.

Sesaat setelah tiba di ujung pengarungan sungai, di Jembatan Jalan Perdana, Edy pun menyampaikan kegelisahannya, Sungai Deli kotor dan kumuh. "Kondisi riilnya, Sungai Deli saat ini begitu penuh sampah dan limbah, ini merupakan pekerjaan rumah kita bersama. Sungai bukan tempat membuang sampah. Termasuk perusahaan-perusahaan, pabrik-pabrik, percetakan-percetakan, yang buang tinta ke sungai. Ini akan segera, saya bersama Pak Wakil Wali Kota, akan segera mengambil sikap," katanya.

Termasuk yang menjadi bahan evaluasi, jembatan-jembatan yang baru dibangun agar segera dikoordinasikan kembali. Edy ingin sempadan sungai tersedia kembali. Jadi, orang-orang yang merasa tidak pada tempatnya harus segera menyesuaikan diri. Dia optimistis setiap tahun kondisi sungai akan semakin baik. Masih ada sisa waktu empat tahun masa jabatan lagi untuk mengejar kondisi seperti sungai yang di Rusia itu.

Selama menyusuri sungai, Gubernur juga memperhatikan dan mengevaluasi hal-hal yang perlu diberbaiki dan dibenahi untuk mendukung program Medan Menuju Bebas Banjir 2022, serta rencana pembangunan tol dalam kota di sepanjang jalur Sungai Deli. Di sela-sela peninjauannya, Edy berhenti dan menyapa warga Kampung Aur yang berkumpul di tepian sungai.

Tak hanya menyapa, Edy juga menyempatkan untuk mendengar aspirasi dan berdialog dengan masyarakat. Salah satu penduduk Kampung Aur bernama Asrini menyampaikan, masyarakat pada umumnya senantiasa mendukung program pembangunan pemerintah. “Kami masyarakat pinggiran sungai tidak menolak program pemerintah, tapi kami butuh kesejahteraan, Ayah (Edy Rahmayadi). Kami mendukung untuk dilakukan pembenahan,” katanya.

Asrini juga menyampaikan bahwa masyarakat sedang mencanangkan program “Dilarang Membuang Sampah ke Sungai”. Sepakat dengan Edy, Asrini merasa Sungai Deli memiliki nilai sejarah dan harus dilestarikan. “Kita perjuangkan Sungai Deli, Yah,” katanya.

Menyahuti Asrini, Gubernur mengapresiasi program yang dicanangkan masyarakat. Sebagai warga yang paling dekat dengan Sungai Deli, sudah sepatutnya warga menjaga kelestariannya. “Pembangunan dan pembenahan sudah pasti harus kita lakukan, nanti agar kalian juga tinggalnya di tempat yang lebih bersih,” tutur Edy.

Setelah mengarungi sungai selama hampir 2 jam, Gubernur dan Wakil Wali Kota sampai di aliran sungai Jalan Perdana. Setibanya di sana, Wakil Wali Kota juga menabur sebanyak 20 ribu benih ikan nila. Di sampimg itu, dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai upaya pelestarian alam dan lingkungan sekaligus upaya mencegah terjadinya bencana.

Usai kegiatan, Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi menyampaikan apresiasi dan mengaku senang karena seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Selain itu, Wakil Wali Kota berharap semakin banyak pihak yang menaruh kepedulian tidak hanya pada Sungai Deli tapi juga seluruh sungai di Kota Medan.

“Setiap langkah dan upaya yang dilakukan pemerintahan merupakan bentuk tanggungjawab kepada masyarakat agar dapat merasa aman dan nyaman. Selain itu, kegiatan ini juga sekaligus mengedukasi warga untuk menanamkan kecintaan dan kepedulian akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan," ajak Wakil Wali Kota.

Sebelumnya, Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis menyampaikan, kegiatan penyusuran Sungai Deli ini juga merupakan salah satu rangkaian acara Pesta Sungai Deli 2019 yang diinisiasi oleh Komunitas Peduli Anak dan Sungai Deli (Kopasude). Acara terlaksana sejak tanggal 8 hingga 12 September 2019 dengan berbagai ragam rangkaian kegiatan.

“Kita satukan dengan visi Gubernur untuk mewujudkan Medan Menuju Bebas Banjir 2022. Selain itu, ini juga menjadi upaya kita untuk menyosialisasikan upaya-upaya pelestarian dan bebas sampah di Sungai Deli,” ujarnya.

Riadil menjelaskan, penyusuran dilakukan dengan mengerahkan 13 perahu karet dan puluhan ban bagi masyarakat yang ingin bergabung. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula kegiatan penaburan 20.000 benih ikan di Sungai Deli dan penanaman pohon di lokasi akhir. (WAN/BEN/DTC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px