Logo
Print this page

Gerayangi 14 Siswi SD, Guru Honor Nyaris Dimassa

KETERANGAN – Salah satu orang tua korban tengah memberi keterangan pers di hadapan Kapolres Humbahas AKBP Nicolas Ari Lilipaly. KETERANGAN – Salah satu orang tua korban tengah memberi keterangan pers di hadapan Kapolres Humbahas AKBP Nicolas Ari Lilipaly.

Dolok Sanggul,Sumatera Utara-andalas Sikap tidak terpuji dan memalukan yang dilakukan FS alias Tumorang (26) agaknya tidak boleh ditiru apalagi diteladani. Pasalnya, guru honorer  yang merangkap wali kelas di II B SD Negeri 173416 Pollung, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumut ini nekat menggrayangi alat vital 14 siswi SD, yang tak lain murudnya sendiri.

Akibatnya, ratusan massa warga desa setempat dan para orang tua murid  nyaris menghakiminya, Senin (8/5). Berutung petugas Polres Humbahas bertindak sigap sehingga FS diboyong ke Mapolres Humbahasi untuk pengamanan dan pemeriksaan.

Salah satu ayah korban yang mengaku Pak Cindi mengatakan, aksi bejat FS dilakukan saat kegiatan belajar mengajar (KBM) sedang beralangsung. “Setiap mengajar ia memanggil satu persatu anak muridnya. Setelah dipanggil, bokong diremas dan kemaluan dipegang. Ironinya lagi, setiap murid perempuan yang hendak diduga dilakukan pelecehaan, disuruh harus mandi pagi,” katanya.

Lebih lanjut, sambungnya, perbuatannya ini di depan muridnya, bukan dipanggil ke kamar mandi. “Dia (FS-red) suruh muridnya duduk di pangkuannya, setelah itu dirabanya payudara dan bokong diremas dan kemaluan dipegang,” kesal orangtua korban yang lain. Selama lima bulan lebih, perbuatan FS pun tidak ada yang tahu, sebab setiap melakukan pelecehaan, FS mengeluarkan ancaman kekerasan.

“Dia ancam anak kami kalau diberitahu akan dipotong bapak dan ibunya. Itu katanya tiap ingin melakukan,” ujar warga diamini salah satu orangtua murid yang menjadi korban pelecehaan seksual itu.

Mengetahui perbuatan FS dari salahsatu korban, amarah wargapun terbakar,  ratusan massa dari warga Desa Sipituhuta melakukan unjuk rasa ke sekolah tersebut. Massa yang terdiri dari orangtua murid dan keluarga, menuntut FS mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut.

“Kami minta pelaku keluarkan dari ruangan kepala sekolah. Jangan disembunyikan, sudah terlalu jelek sekolah ini dibuat dia, keluarkan dia dari situ,” seru massa di depan kantor ruangan Kepala Sekolah.

Untungnya, polisi yang siaga menerima laporan, langsung terjun ke lokasi. FS yang sudah sempat sembunyi diruangan kepala sekolah, langsung diamankan beberapa polisi yang dipimpin langsung  oleh Kapolres AKBP Nicolas Ari Lilipaly didampingi Kasat Reskrim AKP Jonser Banjarnahor, Kasat Intel AKP Asian Parhusip.

Warga yang ingin perbuatan FS dibayar secara adat tidak rela FS diboyong ke Mapolres. Warga pun menunggu hingga akhirnya sempat terjadi ricuh dengan polisi. Ratusaan massa dari perkampungan tersebut, mengepung dan menghajar terduga pelaku tersebut ketika hendak mau dimasukkan ke mobil polisi.

Kapolres Nicolas kepada wartawan mengatakan, bahwa kasus ini masih dalam penyelidikan. Pihaknya, akan memanggil orangtua murid yang mengalami anaknya korban pelecehaan dilakukan terduga FS. “Kita lihatlah kasus ini nantinya, yang penting pelaku sudah kita amankan. Kita periksa dulu beberapa saksi dan nanti kita cari bukti kuat untuk menjerat pelaku bila terbukti melakukan,” ujar Nicolas. (AND)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
Info Pemasangan Iklan Online

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com