Log in

Gasak Harta Korban Rp 2,6 Miliar Lebih untuk Nikah

Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian didampingi Kasubdit III/Umum, AKBP Maringan Simanjuntak merilis pengungkapan kasus pencurian spesialis rumah kosong, Kamis (21/2). Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian didampingi Kasubdit III/Umum, AKBP Maringan Simanjuntak merilis pengungkapan kasus pencurian spesialis rumah kosong, Kamis (21/2).

Poldasu Ringkus Sindikat Pencurian Spesialis Rumah Kosong

Medan-andalas Subdit III/Umum Ditreskrimum Polda Sumut menangkap dua perampok spesialis rumah kosong yang beraksi di Jalan Helvetia Raya Lingkungan X No 158, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, Kamis (24/1) lalu. Seorang penadah juga berhasil diamankan, sementara empat pelaku lainnya masih diburu.

Dari dua tempat kejadian perkara (TKP), kawanan pembobol spesialis rumah mewah tersebut berhasil menggasak harta benda korbannya lebih dari Rp 2,6 miliar. Uang hasil kejahatan itu digunakan seorang tersangka untuk melamar calon istrinya.

Kedua eksekutor itu adalah BS alias B (32) dan FH (26), keduanya warga Jalan Kapten Muslim Gang Mortir, Lingkungan VI, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia. Sedangkan penadah yang diamankan berinisial ELH alias E (25), warga Dusun Karang Sari, Kelurahan Payabakung, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

Adapun empat pelaku yang masih dikejar masing-masing RP alias H (33), warga Jalan Perjuangan Kecamatan Medan Sunggal, G alias I (25), warga Jalan Simalingkar B Gang Telkom, ET alias T (32), warga Jalan Matahari Raya Helvetia dan H (36), warga Jalan Metal Aluminium.

Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian Djajadi mengatakan, perampokan ini diketahui saat istri korban yang pulang kerja melihat pagar pintu rumah dan pintu kamar yang terbuat dari besi serta pintu kayu sudah dalam kondisi rusak.

"Korban kemudian menghubungi suaminya, Syamsul Bahri Hasibuan. Saat dicek, sejumlah barang yang ada di dalam kamar sudah berserakan," beber Andi Rian didampingi Kasubdit III/Umum, AKBP Maringan Simanjuntak saat rilis kasus di Polda Sumut, Kamis (21/2) siang.

Andi Rian memaparkan, adapun barang berharga milik korban yang hilang, terdiri satu unit brankas merk Krisbow berisi uang Rp 250 juta, emas batangan seberat 1,5 kilogram, emas perhiasan 1,5 kilogram, sejumlah BPKB kendaraan roda empat, beberapa lembar sertifikat deposito bank, buku tabungan, dompet berisi perhiasan emas, serta uang senilai 4.500 US dollar.

"Atas kejadian tersebut, korban langsung membuat laporan ke Polsek Medan Helvetia. Dalam kejadian ini, korban mengaku mengalami kerugian senilai Rp 1,5 miliar," sebut Andi Rian. Menurut Andi Rian, setelah melakukan penyelidikan lebih kurang tiga pekan, pihaknya berhasil mengamankan tersangka di waktu dan tempat terpisah. Awalnya, petugas menangkap otak pelaku BS alias B. Kemudian petugas meringkus FH dan seorang penadah berinsial ELH alias E.

"Dari komplotan ini, kami menyita barang bukti seperti tiga unit mobil, satu di antaranya mobil yang dipakai untuk beraksi. Kemudian ada duit sisa kejahatan sebesar Rp 29 juta yang dipakai tersangka BS untuk biaya hantaran pernikahan, seperti cincin, kalung dan gelang. Uang itu kita sita dari calon mempelai tersangka BS," ungkap Andi Rian.

Sementara, tersangka BS mengaku akan melangsungkan pernikahan pada 4 Maret mendatang.   "Udah batal Pak. Rencana mau nikah tanggal 4 bulan 3 mendatang," kata BS sambil tertunduk. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dua tersangka perampokan dijerat dengan Pasal 363 ayat 2 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Sementara untuk penadah dikenakan Pasal 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Beraksi di Sunggal

Andi Rian menambahkan, setelah melakukan pemeriksaan mendalam, pihaknya mengetahui kalau kedua eksekutor bersama tiga rekannya (DPO) pernah melakukan perampokan di salah satu rumah di Jalan Seroja Gang Saudara, Kecamatan Medan Sunggal, Minggu (6/1/2019) lalu.

Dalam kejadian tersebut, korban mengalami kerugian senilai Rp 1,1 miliar. Modus komplotan sama, yakni terlebih dahulu mengetuk pintu korban seolah-olah ingin bertamu. Apabila ada orang, tersangka berpura-pura menanyakan alamat atau menawarkan jasa perbaikan AC.

"Namun, apabila tidak ada orang, komplotan ini masuk ke dalam dengan cara mencongkel pintu rumah dan mengambil barang-barang berharga milik korban. Kami masih melakukan pengembangan dan mengejar rekan tersangka yang masih buron," pungkas Andi Rian. (DA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px