Log in

Flu Singapura Diduga Menyebar di Medan


Dinkes Bentuk Tim Survailens

Medan – andalas Kasus flu singapura mulai menyebar di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Di beberapa kecamatan diketahui ada sejumlah anak yang terjangkit penyakit ini. Karenanya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan sudah membentuk tim survailens untuk menelusuri keberadaan penyakit tersebut.

Salah seorang warga Kecamatan Medan Johor, Yoyo (38) menyatakan, seorang anaknya terkena flu singapura dan masih dalam perawatan hingga kemarin. Pekan lalu, kata Yoyo, tiga anaknya terkena demam, namun setelah diperiksa ke dokter, yang dua demam biasa, sementara yang seorang lagi, ternyata terkena flu singapura, atau dikenal juga sebagai penyakit kaki, tangan, dan mulut.

"Dibawa berobat ke dokter praktik di rumah sakit. Katanya flu singapura. Saat ini dirawat di rumah saja, sudah mulai membaik. Ada diberi vitamin juga," kata Yoyo kepada wartawan di Medan, Selasa (9/7).

Seorang warga Medan Johor lainnya, Firdaus (33) menyatakan, dua anaknya terkena flu singapura sekitar dua pekan lalu. Semula anak perempuannya yang terkena, kemudian menular ke abangnya.

"Awalnya kami sangka demam biasa, ternyata flu singapura," kata Firdaus sembari menyatakan, anak seorang kerabatnya di Kecamatan Medan Tembung juga menderita penyakit serupa.

Sementara Budi, warga Medan Tuntungan menyatakan, anak lelakinya yang berusia 1,5 tahun kemungkinan tertular virus flu singapura saat bermain di kolam renang salah satu hotel berbintang di Medan. Tidak hanya anaknya, namun dua keponakannya yang tinggal di Kota Tebing Tinggi juga terkena.

"Panas badan anak saya sampai tiga puluh sembilan derajat. Timbul bintik merah-merah di tapak tangan, dan tapak kaki. Kemudian di mulut juga ada. Kata dokter flu singapura, dan memang katanya sedang merebak kasus flu singapura di Medan," kata Budi.

Terkait dengan penyebaran virus ini, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Medan dr Mutia Nimpar, menyatakan pihaknya saat ini sudah membentuk tim survailens untuk menelusuri keberadaan dari kasus penyakit tersebut.

"Laporannya sejauh ini belum ada. Tapi kita sudah membentuk tim untuk menelusurinya," ujarnya kepada, Rabu (10/7).

Mengenai adanya warga Medan Johor dan Medan Tuntungan dikabarkan telah terserang penyakit ini, Mutia menyatakan, pihaknya belum dapat meyakini bahwasanya flu yang menyerang para warga tersebut benar merupakan flu Singapura.

"Memang boleh saja gejalanya sama, tapi kan harus ada pemeriksaan penunjang yang mendukungnya, misalnya dari rumah sakit atau puskesmas," jelasnya.

Karenanya, Dinkes Medan juga kini sudah berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk mencari pasiennya. Sebab, puskesmas mempunyai wilayah yang besar untuk menjangkau masyarakat.

"Kemudian tim survailens kita juga akan berkoordinasi dengan rumah sakit yang ada di wilayah tersebut untuk turut mencari pasiennya bila benar ada," ujarnya.

Mutia menerangkan, Flu Singapura secara kasat memang serupa dengan flu burung. Hanya saja gejalanya akan disertai dengan demam, berupa panas yang cukup tinggi dan bintil di kulit.

"Untuk kematian juga bisa. Tapi yang jelas, penyakit ini tidak bisa didiagnosa secara langsung, harus spesifik diperiksa penunjang oleh dokter di rumah sakit," katanya.

Namun, lanjut Mutia, bila seandainya hasil penelusuran tim survailens menyatakan benar memang adanya warga yang positif menderita flu singapura, maka pihaknya akan langsung membuat surat edaran ke masing-masing puskesmas.

Untuk itu ia mengimbau, apabila ada warga yang menemukan gejala flu singapura ini agar jangan membiarkan penderitanya untuk tetap di rumah.

“Minimal, dapat segera dibawa ke Puskesmas. Sehingga identitas penderitanya jelas, agar dapat ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan," ujarnya.

Dikatakan, flu singapura adalah infeksi menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini disebut juga dengan HFMD (Hand, Foot and Mouth Disease) karena biasa menyerang kaki, tangan dan mulut. Meski terkadang virus ini ini juga menyerang di bagian pantat serta sekujur kaki.

Penyakit ini dikenal dengan nama flu singapura, karena pernah mewabah di Singapura pada tahun 2000-an. HFMD biasanya menimpa bayi dan anak-anak balita yang belum memiliki sistem imunitas yang kuat.

“Pada kulit penderita flu singapura biasanya muncul lenting-lenting yang berisi air dan luka-luka di sekitar mulut (mukosa), telapak tangan dan telapak kaki. Tapi, bisa juga bintil itu muncul di siku tangan, bokong, lutut, dan lipatan paha,” tutur Mutia. (YN/DTC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px