Logo
Print this page

Ferry Suando Buronan KPK Menyerahkan Diri

Ferry Suando (berpeci putih) ke KPK usai menyerahkan diri, Jumat (11/1). Ferry Suando (berpeci putih) ke KPK usai menyerahkan diri, Jumat (11/1).

Tersangka Suap DPRD Sumut

Jakarta-andalas Mantan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara yang juga buronan KPK, Ferry Suando Tanuray Kaban, menyerahkan diri. Ferry adalah tersangka kasus dugaan suap yang keberadaannya sempat menghilang hingga akhirnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 28 September 2018. "Tadi jam 10 datang ke KPK dan sekarang sedang proses pemeriksaan oleh penyidik," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (11/1).

Sebelum menyerahkan diri ke KPK, Ferry terlebih dahulu menyerahkan diri ke Polsek Kelapa Dua, Serpong, Kabupaten Tangerang. Kedua polisi itu, adalah anggota dari Polsek tersebut. Ferry tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan dikawal dua orang polisi sekitar pukul 10.30 WIB. Ferry tampak mengenakan baju putih, peci putih, serta membawa sebuah koper berwarna cokelat.

Informasi dihimpun, sebelum menyerahkan diri ke KPK, Ferry terlebih dahulu menyerahkan diri ke Polsek Kelapa Dua, Serpong, Kabupaten Tangerang. Saat menyerahkan diri ke Polsek, Ferry diantar oleh istri dan keluarganya. Ia kemudian dikawal oleh polisi menyerahkan diri ke KPK dan selanjutnya menjalani pemeriksaan penyidik.

Ferry adalah tersangka kasus dugaan suap dari eks Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. KPK menerbitkan status DPO terhadap Ferry karena ia sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik.

Terkait kasus ini, penyidik KPK menetapkan 38 eks anggota DPRD sebagai tersangka. Mereka diduga menerima uang suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo terkait proses persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut periode 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut pada tahun 2015. Sebanyak 22 tersangka di antaranya sudah ditahan oleh penyidik.

Sebelumnya juga dalam kasus ini, KPK telah melakukan penangkapan untuk 2 tersangka yang beberapa kali mangkir dari panggilan penyidik. Kedua anggota dewan yang ditangkap itu ialah Musdalifah dan Muhammad Faisal.

Penangkapan itu dilakukan KPK karena keduanya dianggap tak koperatif dengan pihak KPK dalam proses penyidikan kasus suap terhadap anggota DPRD Sumatera Utara. Total dua panggilan sudah diabaikan Musdalifah dan Faisal kala itu. Sebagian di antara para tersangka itu sudah diajukan ke persidangan untuk diadili.

Dalam kasus DPRD Sumut, KPK menduga para tersangka telah menerima uang suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, yang masing-masing orang menerima sebesar Rp300 juta sampai Rp350 juta.

Para tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 dan Pasal 64 ayat 1 KUHP. (KMP/ANT)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
Info Pemasangan Iklan Online

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com