Log in

Fadli Zon Minta Mendagri Mundur


Tak Becus Urus e-KTP

Jakarta-andalas Wakil Ketua DPR Fadli Zon mememinta Mendagri Tjahjo Kumolo mundur dari jabatannya karena dianggap tidak becus mengurusi KTP elektronik. Hal itu menyusul ditemukannya KTP elektronik berceceran di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Bahkan blanko ditemukan dijual lewat situs penjualan, dan di toko fisik.

"Saya kira saudara Tjahjo Kumolo sebaiknya mengundurkan diri aja. Ini enggak becus mengurus masalah e-KTP, mengurus DPT dan juga mengurus data-data kependudukan. Ini masalah-masalah basic kok. Selama 4 tahun ini ngapain saja gitu loh," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta Selatan, Selasa (11/12).

Fadli mengatakan, Tjahjo pernah mengaku siap dipecat jika tidak sanggup menjadi menteri. Dia menilai data kependudukan bisa berceceran seperti sampah itu sudah batas kelewatan.

"Saya baca itu menteri dalam negeri siap dipecat untuk apa itu, harusnya mengundurkan diri saja kalau memang tidak sanggup ya. Karena ini sudah kelewatan. Tidak ada di negara lain, seluruh dunia," tegasnya.

Fadli menyebut kasus KTP elektronik berceceran ini menjadi momen untuk Kemendagri berbenah. Terutama dalam hal perlindungan data penduduk. Dia mengecam apabila data tersebut malah dipegang oleh pihak-pihak swasta.

"Saya kira ini harus menjadi evaluasi total, sehingga data kependudukan itu menuju pada single identity number, seperti di negara-negara maju," kata dia.

Fadli heran Kemendagri bisa kecolongan. Seharusnya kata dia, Kemendagri bertanggung jawab atas peristiwa tersebut bukanlah malah melempar tanggung jawab.

"Kalau itu tindak pidana kenapa bisa kecolongan ya. Apapun tanggung jawab siapa data kependudukan? Tanggung jawab siapa? Ya yang bertanggung jawab itu sudah pasti di Kemendagri. Pentolannya ya Mendagri di bawahnya Dirjen Dukcapil, ya dua-duanya menurut saya enggak becus. Jelas kok itu," pungkasnya.

Tidak Fair

Mendagri Tjahjo Kumolo pun merespons pernyataan Fadli Zon. Tjahjo menilai pernyataan Fadli Zon itu tidak fair.

"Menurut saya tidak fair. Kalau pelaku kejahatan tindak pidana yang dilakukan orang lain, yang secara sengaja, tapi kesalahannya ditimpakan kepada Kemendagri. Kalau itu kita biarkan, maka kejahatan dan tindak pidana terus terulang sengaja dilakukan, lalu pejabat publik diminta tanggungjawab. Itu pendidikan politik yang tidak bagus," ucap Tjahjo saat dikonfirmasi, Selasa (11/12).

Dia mengatakan, seharusnya Fadli Zon menghormati kinerja Kemendagri. Sebab, jajaran Kemendagri telah berusaha menyelamatkan proyek KTP elektronik yang semrawut lantaran masalah korupsi.

"Ketika saya masuk jadi menteri masalah KTP tersebut sudah ada," kata Tjahjo.

Dia menegaskan, selama menjadi menteri, jajarannya, dan Dukcapil terus berusaha sekuat tenaga untuk menangani masalah ini.

"Secara perlahan dan pasti, jajaran Kemendagri, khususnya Dukcapil telah mampu mengurai masalahnya, mampu telah selesaikan masalah-masalah KTP. Perekaman KTP elektronik sukses bisa mencapai angka 97,3 persen seperti sekarang ini," katanya.

Karut marut e-KTP belakangan kembali menyeruak. Blanko e-KTP ditemukan dijual di Pasar Pramuka, Jakarta Timur dan di toko online. Selain itu, satu karung e-KTP ditemukan dibuang di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Sebelumnya, KTP-el yang sudah dan akan habis masa berlakunya ditemukan tercecer di sekitar Jalan Bojong Rangkong, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (8/12) siang.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan bahwa temuan KTP-el tercecer di Pondok Kopi, Jakarta Timur adalah masalah pidana.

"Semua ini murni tindak pidana, tidak terkait dengan hal-hal kepemiluan dan tidak mengganggu tahapan pemilu," ujar Zudan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/12).

Zudan memastikan blangko yang diperjualbelikan di Pasar Pramuka, Jakarta dan di toko platform jual beli daring adalah KTP-el palsu.

Sementara itu, ribuan keping yang ditemukan di kawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur adalah KTP-el yang dicetak pada periode 2011 sampai dengan 2013 dan sudah tidak berlaku alias kedaluwarsa. (G/MDK/LIP6/ANT)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C