Logo
Print this page

Erry Nuradi Raih Gelar Doktor

Gubsu Erry Nuradi saat menyampaikan disertasinya di depan Rektor USU Runtung Sitepu, tim promotor, dan penguji pada ujian promosi doktor di Gedung Rektorat USU, Jumat (18/8). Gubsu Erry Nuradi saat menyampaikan disertasinya di depan Rektor USU Runtung Sitepu, tim promotor, dan penguji pada ujian promosi doktor di Gedung Rektorat USU, Jumat (18/8).

Medan-andalas Di tengah aktivitas dan kesibukannya yang padat, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi ternyata mampu merampungkan pendidikan strata tiga (S3)-nya di Universitas Sumatera Utara (USU).

Disertasinya yang berjudul ‘Pengaruh Risiko Politik Terhadap Investasi dan Pengembangan Wilayah Provinsi Sumut’ mampu dia pertahankan  dalam ujian promosi doktor (sidang terbuka) yang digelar di Gedung Rektorat USU, Jumat (18/8).

Di hadapan Rektor USU, Runtung Sitepu bersama tim promotor, yakni  Badaruddin MS, Rujiman, Muslich Lufti (alm), dan tim penguji luar komisi yakni Subhilhar, Lic Rer Reg Sirojuzilam, dan Said Muhammad, Erry bisa menjawab segala pertanyaan yang dilontarkan.

Erry pun akhirnya dinyatakan berhak menyandang gelar doktor di bidang Program Ilmu Perencanaan wilayah pada Sekolah Pascasarjana USU dengan predikat sangat memuaskan.

Dalam sidang terbuka, Erry memaparkan alasannya memilih judul disertasi tersebut karena pelaksanaan demokrasi di Sumut melalui aktivitas politik baik dalam proses legislatif dan eksekutif, secara nasional maupun regional sangat penting karena membawa pembaharuan baru khususnya di bidang ekonomi. 

Menurut dia, selama masa agenda politik ini, ternyata menimbulkan risiko terganggunya kestabilan politik di wilayah Sumut sehingga menjadi pertimbangan bagi investor dalam melakukan investasi. Sementara, investasi dapat menjadi pendorong pengembangan wilayah karena kesempatan kerja, roda perekonomian daerah dan kesejahteraan akan meningkat.

“Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh risiko politik terhadap investasi di Sumut, mengetahui pengaruh infrastruktur terhadap investasi di Sumut, mengetahui pengaruh sumber daya alam terhadap investasi, mengetahui pengaruh sumber daya manusia terhadap investasi,” ujar Erry.

Selain itu, penelitian juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh perekonomian terhadap investasi di Sumut dan untuk mengetahui pengaruh pajak terhadap investasi di provinsi Sumut serta mengetahui pengaruh investasi terhadap pengembangan wilayah di Provinsi Sumut.

Penelitian ini mengunakan data primer dengan jumlah sampel sebanyak 244 badan usaha sebagai responden yang diambil dari 33 kabupaten/kota di Sumut. Teknik analisis penelitian dilakukan dengan analisis structural equation modeling (SEM).

Dikatakan Erry dengan mengambil lima indikator yakni hukum dan peraturan, konflik sosial budaya, konflik sosial ekonomi, konflik sosial politik serta penyalahgunaan wewenang oleh pejabat pemerintah, penelitian ini menyimpulkan hasil bahwa risiko politik berpengaruh negative dan signifikan terhadap investasi.

“Apabila lima indikator ini dianggap kurang aman oleh investor, maka realisasi investasi akan menurun, begitu juga sebaliknya. Bila risiko politik dianggap dapat menjamin keamanan berinvestasi, maka realisasi investasi juga akan meningkat,” papar Erry.

Dari hasil penelitian ini, Erry mengajukan beberapa saran yakni untuk meningkatkan persepsi investor terhadap risiko politik, maka perlu penanganan khusus terhadap lima indikator tersebut untuk dijadikan dasar kebijakan pemerintah, baik pusat dan daerah.

Pungutan liar yang selama ini membuat investor terganggu maka diperlukan peran serta dari pemerintah daerah dan satpol PP untuk menertibkannya.

Selain itu, untuk menarik investasi, baik domestik dan asing perlu dikelola risiko politik dengan lebih baik dan kondusif. Aspek yang perlu diperhatikan adalah kepastian hukum dan peraturan yang menyangkut birokrasi dalam berinvestasi.

Setelah meraih gelar doktor, Erry mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya untuk dapat meraih capaian tersebut. Apalagi dikatakannya, proses meraih gelar doktor ini cukup panjang dimulai dari 2010 dan baru dapat diselesaikan 2017 karena padatnya kegiatan dan kesibukannya.

Rektor USU Runtung Sitepu mengatakan tentunya suatu kebahagiaan bagi Sumut dan menjadi catatan dalam sejarah di Sumut pemimpinnya baik Gubsu dan Wagubsu sama-sama sudah bergelar doktor.

“Bahkan yang paling membanggakan lagi baik Gubsu dan Wagubsu dua-duanya berasal dari alumni USU,” kata Runtung sembari mengharapkan dengan gelar doktor yang diraih Erry diharapkan dapat membangun Sumut menjadi lebih baik.

Sidang terbuka promosi doktor ini turut dihadiri Wagubsu Nurhajizah Marpaung, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho, Ketua Tim Penggerak PKK Sumut Evi Diana Sitorus beserta ketiga buah hati Gubsu Erry Nuradi, serta sejumlah pimpinan SKPD di jajaran Pemprovsu. (RED)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com