Log in

Eramas No 1, Djoss No 2

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Edy Rahmayadi - Musa Rajeckshah (Eramas) dan Djarot Syaiful Hidayat - Sihar Sitorus (Djoss) diabadikan bersama Wagubsu Hj Nurhajizah Marpaung, Ketua KPU Sumut Mulia Banurea dan Ketua Bawaslu Sumut Syafrida Rasahan seusai pengundian nomor paslon gubernur dan wakil gubernur, di hotel Grand Mercure Medan, Selasa (13/2). andalas|fuad siregar Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Edy Rahmayadi - Musa Rajeckshah (Eramas) dan Djarot Syaiful Hidayat - Sihar Sitorus (Djoss) diabadikan bersama Wagubsu Hj Nurhajizah Marpaung, Ketua KPU Sumut Mulia Banurea dan Ketua Bawaslu Sumut Syafrida Rasahan seusai pengundian nomor paslon gubernur dan wakil gubernur, di hotel Grand Mercure Medan, Selasa (13/2). andalas|fuad siregar

Pengundian Nomor Urut Pilgubsu 2018

Medan-andalas Gegap gempita menandai proses rapat pleno pengundian nomor urut pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) yang akan bersaing mendapatkan suara terbanyak rakyat Sumatera Utara, pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 27 Juni 2018 mendatang.

Kedua pasangan Calon yang ditetapkan KPU Sumut sehari sebelumnya ditetapkan menjadi Calon Cagub dan Cawagub tampak didampingi para Pengurus Partai Politik pengusung masing - masing, anggota dan para simpatisan, jumlahnya kurang lebih 100 orang.

Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Edy Rahmayadi - Musa Rajeckshah (Eramas) memeroleh nomor urut satu (1), sedangkan pasangan Djarot Syaiful Hidayat - Sihar Sitorus (Djoss) mendapatkan nomor urut dua (2), dalam rapat pleno terbuka pengundian nomor calon Gubernur dan wakil Gubernur di hotel Grand Mercure Medan, Selasa (13/2).

Pasangan Eramas yang didaulat mengambil nomor urut terlebih dahulu sesuai dengan urutan pendaftaran di KPU oleh calon wakil Gubernur Musa Rajeckshah, mendapatkan urutan nomor satu untuk pencabutan nomor. Dan ternyata Edi Rahmayadi yang melakukan eksekusi tersebut berhasil menarik nomor urut angka satu (1), dan disambut yel-yel meriah " Eramas, Eramas, Eramas " dari pendukungnya.

Sedangkan pasangan Djoss (Djarot Syaiful Hidayat - Sihar Sitorus), otomatis meraih nomor urut angka  dua (2) dan disambut hiruk pikuk para pendukungnya dengan yel-yel "Djoss...Djoss...Djoss...”

Pencabutan nomor undian kedua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur itu juga dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serta penyerahan nomor urut masing-masing yang telah memiliki logo KPU kepada pasangan calon.

Tampak paslon "Eramas" mengenakan kemeja putih, celana hitam dan memakai peci. Sedangkan pasangan Djoss mengenakan baju putih dengan selempang. Kedua pasangan tampak sumringah dan antusias mengikuti prosesi tersebut.

Pasca ditetapkan menjadi pasangan calon, keduanya juga saling bersalaman dan saling merangkul sebelum acara dimulai. Sementara itu Ketua KPU Sumut Mulia Banurea SAg, MSi dalam sambutannya menyambut baik kehadiran kedua pasangan calon. Karena itu ia berharap agar pesta demokrasi pemilihan gubernur pada 28 Juni mendatang agar berjalan dengan baik, lancar dan tidak ada halangan.

"Mari kita laksanakan proses kampanye yang dimulai pada 15 Februari mendatang, dengan prinsip kejujuran, dengan dialog serta akuntabel," pinta Mulia seraya mengetuk palu pertanda dibukanya rapat pleno.

Ancam Diskualifikasi

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut Syafrida Rasahan dalam sambutannya meminta pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur kontestan Pilgub tahun 2018 agar tidak melakukan praktik money politic (politik uang). Juga tidak memunculkan isu SARA dalam berkampanye serta tidak melibatkan TNI atau Polri.

"Kita tidak segan-segan melakukan diskualifikasi terhadap pasangan calon yang nyata-nyata melakukan kecurangan," tegas Syafrida.

Sedangkan anggota Bawaslu Hardy Munthe di hadapan paslon dan pendukungnya meminta dengan tegas agar tidak ada kelak Gubernur atau Wakil Gubernur yang ditangkap karena korupsi dan tersangkut hukum.

Menurut Hardy pihaknya tidak akan ragu melakukan diskualifikasi, bila ditemukan ada baliho, alat peraga kampanye (APK) serta dana kampanye ilegal yang dilakukan secara sistematis, terstrukur dan massif.

"Kita tidak ragu mendiskualifikasi paslon yang menerima dana kampanye ilegal, melakukan praktik kampanye dengan melanggar aturan, kita akan audit, dan bila terbukti kita akan diskualifikasi," tandas Hardy.

Hardy Munthe juga memandang perlu menyampaikan hal tersebut kepada pasangan calon untuk menjaga kelancaran Pilgub Sumut 2018.

"Ini kesempatan, besok-besok bila anda sudah menjadi gubernur atau wakil gubernur sudah susah untuk dijumpai. Karena itu kami minta agar Pilgub ini berjalan dengan baik, tertib dan lancer,” tandasnya. (AFS)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 100%

Wind: 6.44 km/h

  • 22 Feb 2018 28°C 23°C
  • 23 Feb 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px