Log in

Enam Kurir Sabu 39,2 Kg Lolos dari Penjara Seumur Hidup


Medan-andalas Enam kurir 39,2 Kg sabu jaringan internasional lolos dari hukuman penjara seumur hidup dalam putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Medan yang bersidang pada Rabu (6/12). Majelis hakim dalam putusan yang dibacakan dua ketua majelis hakim yang berbeda menghukum para pelaku dengan hukuman bervariasi.

Ketua Majelis Hakim Erintuah menghukum Mulyadi, Saipul, Dedy, dan Andre Maulana masing-masing selama 20 tahun penjara. Dua terdakwa lainnya dalam berkas terpisah yakni Zakaria dihukum 16 tahun penjara denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan kurungan, sedangkan Harizal dihukum 18 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan kurungan oleh Ketua Majelis Hakim Johni Simanjuntak.

Namun sebelum menjatuhkan putusan terhadap satu dari enam terdakwa yang diadili, Johni Simanjuntak dalam pertimbangan menyebutkan Zakaria tidak terkait dengan jaringan sabu internasional dengan barang bukti 30 Kg yang diungkap oleh tim BNN di Jalan Medan-Binjai.

Usai pembacaan putusan, Muhammad Habibi selaku tim penasihat hukum  Saipul, Dedi, dan Harizal menyatakan masih pikir-pikir, sedangkan untuk Zakaria langsung banding. Sementara Mulyadi dan Andre Maulana melalui penasihat hukumnya juga menyatakan pikir-pikir.

Pada kesempatan yang sama, JPU dari Kejari Medan, Joice V Sinaga menyatakan banding atas putusan majelis kepada enam terdakwa. Di luar persidangan, Muhammad Habibi selaku penasihat hukum Saipul, Dedi, Harizal, dan Zakaria sangat keberatan dengan tuntutan maupun putusan majelis hakim. Muhammad Habibi yang disapa Habib menjelaskan bahwa dari fakta persidangan tidak terbukti ada pemufakatan jahat yang mereka lakukan.

Ia menjelaskan bahwa Zakaria sama sekali tidak mengetahui isi tas yang dibawa oleh Habibi (DPO). Habibi merupakan abang kandung Zakaria. Karena ia menumpang tinggal di rumah abangnya di kawasan Jalan TB Simatupang Sunggal dan selain itu tidak mengetahui apa isi tas yang dibawa Habibi.

"Keganjilan lainnya, kunci lemari maupun sebanyak 3.702 butir ekstasi yang ditemukan tidak ada kaitan dan bahkan dari hasil laboratorium menyebutkan tidak seluruh ekstasi," sebut Habibi.

Begitu pula saat penggrebekan petugas BNN, tidak hanya Zakaria semata akan tetapi ada beberapa orang lainnya di lokasi yakni Rahmat Maulana, Hendra, dan Safrizal.

"Namun ketiganya dibebaskan oleh semasa penyidikan, yang hingga saat ini kita tidak mengetahuinya. Kita tidak tahu apa alasannya namun ketiganya dibebaskan," ungkapnya.

Masih menurut Habibi, keganjilan lainnya, sekaitan pemufakatan jahat antara Dedi dengan Harizal juga tidak bisa diungkap dan ini terungkap dalam pengadilan. Begitu pula saat penggrebekan di rumah Harizal yang tak lain abang kandung dari Dedy (berkas terpisah), waktu petugas menemukan satu kilogram sabu dan 7 kilogram sabu di dalam mobilnya.

Anehnya lagi, saat dibawa oleh petugas BNN ke Kantor BPBD Sumut untuk pemeriksaan, Harizal dibawa oleh kenderaan lainnya dan bukan dibawa di dalam mobilnya.

Selain peristiwa penangkapan Riswan dan Mulyadi di kawasan Jalan Gatot Subroto Medan-Binjai, dalam penangkapan yang menewaskan Riswan tidak ada rangkaian pemufakatan jahat.

"Sebab para pelaku ditangkap di lokasi terpisah dan tidak ada bukti yang menguatkan pemufakatan dalam transaksi maupun peredaran sabu yang informasinya jaringan Malaysia, Aceh, dan Medan ini," ungkapnya. (AFS)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 11 Dec 2017 28°C 23°C
  • 12 Dec 2017 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px