Log in

Empat Nama Menguat di Bursa Calon Wakapolri


Sejumlah nama perwira tinggi (pati) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berpangkat komisaris jenderal (komjen) dan inspektur jenderal (irjen) dikabarkan menguat dalam bursa calon Wakil Kepala Polri (Wakapolri).

Kursi orang nomor dua di Korps Bhayangkara itu kosong setelah Komjen Syafruddin ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Rabu (15/8).

Seperti yang dilansir, terdapat empat nama orang pati Polri yang disebut menguat dalam bursa calon Wakapolri.

Mereka adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Putut Eko Bayuseno, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Ari Dono Sukmanto, dan Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Komjen Moechgiyarto.

"Sepertinya Idham," ujar salah satu sumber, Rabu (15/8).

"Bisa jadi Putut, Moechgiyarto, atau Ari Dono," ujar sumber lain.

Menurutnya, berbagai faktor akan menjadi penentu pilihan sosok Wakapolri ini, bergantung dinamika tarik ulur politik di tubuh Polri. Ada beberapa skema pergantian pejabat bila di antara empat nama tersebut terpilih sebagai wakapolri.

Bila Idham yang terpilih sebagai Wakapolri, maka Irjen Rudy Sufahriadi yang kini menjabat Komandan Korps Brigade Mobil (Dankorbrimob) Polri yang akan menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

Kemudian, bila Moehgiyarto yang terpilih sebagai Wakapolri maka Komjen Mochamad Iriawan yang kini menjabat Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Sesut Lemhanas) akan mengisi jabatan Kabaharkam.

Lantas jika Ari Dono yang terpilih menjadi Wakapolri maka posisi Kabareskrim kemungkinan besar akan diisi oleh Idham, Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Arief Sulistyanto, atau Wakil Kabareskrim Irjen Antam Novambar.

Pengamat kepolisian Neta S Pane membenarkan kabar nama Idham menguat dalam bursa calon Wakapolri.  Namun, menurutnya, sejumlah anggota Polri telah melayangkan penolakan terhadap rencana tersebut. Penolakan muncul lantaran rotasi tidak dilakukan dengan sistem 'urut kacang' jika Idham yang diangkat.

"Selama ini, pengangkatan orang nomor dua di Polri itu selalu diambil dari bintang tiga senior dan tidak pernah tidak urut kacang atau melompat dari bintang dua," kata Neta dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Bekto Suprapto mengatakan sosok Wakapolri pengganti Syafruddin harus merupakan orang yang dapat dipercaya oleh Tito dan mampu memberdayakan seluruh sumber daya Polri dalam mewujudkan visi dan misi 'Profesional, Modern, dan Terpercaya'.

"Harus sangat dipercaya oleh Kapolri dan mampu mewujudkan Polri yang Promoter dan dipercaya masyarakat sesuai dengan tujuan Polri yaitu terwujudnya keamanan dalam negeri," ujarnya.

Sementara itu Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan belum ada keputusan siapa pengisi posisi Wakapolri pengganti Komjen Syafruddin yang sudah diangkat jadi MenPAN-RB.

Tito mengatakan, pihaknya masih harus berkonsultasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menunjuk siapa orang nomor dua di Polri tersebut.

"Karena memang mekanismenya begitu. Itu hak prerogatif Presiden, setelah menyampaikan dan atas persetujuan Pak Presiden soal jabatan wakapolri," kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (15/8).

Tito menjelaskan tak ada batas waktu soal pergantian Wakapolri tersebut. Ia pun membantah bahwa Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz sudah ditunjuk untuk menjabat sebagai Wakapolri. "Belum ada. Belum," terangnya.

Tito menjelaskan, jabatan Wakapolri dapat diisi oleh jenderal polisi bintang dua dan tiga.  (CNNI/OKZ)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

25°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 90%

Wind: 6.44 km/h

  • 24 Sep 2018 30°C 23°C
  • 25 Sep 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px