Log in

Empat Anggota DPRDSU Ajukan Praperadilan

Anggota DPRD Sumatera Utara dari Partai Demokrat, Arifin Nainggolan dikawal petugas usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (16/7). Anggota DPRD Sumatera Utara dari Partai Demokrat, Arifin Nainggolan dikawal petugas usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (16/7).

KPK Tahan Arifin Nainggolan

Medan-andalas Empat anggota DPRD Sumatera Utara mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan status mereka sebagai tersangka kasus suap dari mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho kepada DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019.

Keempatnya adalah Washington Pane, M Faisal, Syafrida Fitrie, dan Arifin Nainggolan. Adanya gugatan praperadilan dari keempat tersangka tersebut tersebut disampaikan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Dianysah dalam siaran persnya, Senin (16/7).

"KPK menerima surat dari Pengadilan Negeri Medan terkait dengan praperadilan yang diajukan oleh empat orang tersangka dalam kasus dugaan suap dari Gatot Pudjo pada sejumlah anggota DPRD (Sumut)," kata Febri di Jakarta.

Pengadilan Negeri (PN) Medan telah menetapkan jadwal  persidangan untuk gugatan praperadilan tersebut pada tanggal 26 Juli 2018.

Febri menuturkan alasan praperadilan yang diajukan keempat tersangka antara lain bahwa para tersangka tidak menerima uang dari eks Gubsu Gatot Pujo Nugroho karena mereka mengaku tidak pernah menandatangani kwitansi atau slip atau bukti transfer sebagai tanda terima uang. Sebagian juga beralasan tidak mengetahui adanya dana ketok palu.

"Sedangkan alasan yuridis, keempatnya menyatakan penetapan tersangka seharusnya dilakukan setelah proses penyidikan terlebih dahulu," urai Febri.

Atas pengajuan prapradilan dari para tersangka, KPK kata Febri beranggapan bahwa sebagian besar alasan praperadilan sebenarnya masuk pada pokok perkara.  Bantahan tidak menerima suap dengan alasan tidak ada bukti kwitansi tidak akan memengaruhi penanganan perkara ini karena KPK telah memiliki bukti kuat sejak awal.

"Selain itu, pembahasan pokok perkara berada di ranah pembuktian di proses pengadilan tipikor," sebutnya.

Sementara terkait dengan alasan penetapan tersangka seharusnya dilakukan sejak penyidikan, hal ini pun kata Febri bukan merupakan alasan yang baru dan telah sering diuji di sidang praperadilan.

"KPK dalam melaksanakan tugasnya mengacu pada ketentuan Pasal 44 UU KPK yang bersifat khusus. Dalam hal KPK menemukan bukti permulaan yang cukup maka dapat ditingkatkan ke penyidikan," tukas Febri.

Arifin Nainggolan Ditahan

Sementara itu pada Senin (16/7) sore, KPK resmi menahan seorang lagi  anggota DPRD Sumut yang menjadi tersangka penerima suap dari mantan Gubsu Gatot Puju Nugroho.

Tersangka yang ditahan tersebut adalah kader Partai Demokrat Arifin Nainggolan. Arifin yang pada pemanggilan pertama pekan lalu tidak hadir karena alasan sakit, ditahan 20 hari ke depan di Rutan Polres Jakarta Pusat.

"Seharusnya hari ini yang diperiksa sebagai tersangka sebanyak tiga orang. Dua tersangka lainnya yakni RDP (Rahmianna Delima Pulungan) dan BPU (Biller Pasaribu). Namun hanya ANN (Arifin Nainggolan) yang hadir," sebut Febry.

Selain itu, kata Febri, tiga tersangka yang sebelumnya tidak hadir dalam pemanggilan sebelumnya pada Jumat (13/7), direncanakan penjadwalan ulang untuk dipanggil pada pekan ini.

Tiga tersangka itu merupakan mantan anggota DPRD Sumut 2009-2014 masing-masing DTM Abul Hasan Maturidi (DTM), Richard Eddy Marsaut (REN), dan Syafrida Fitrie (SFE).

"Kami harap tersangka hadir dan memenuhi kewajiban hukum yang diatur undang-undang," ucap Febri.

Dengan penahanan Arifin Nainggolan, KPK total telah menahan 10  tersangka dalam kasus tersebut, yakni lima mantan anggota DPRD Sumut 2009-2014 masing-masing Fadly Nurzal, Rijal Sirait, Rooslynda Marpaung, Helmiati dan Muslim Simbolon serta lima anggota DPRD Sumut 2014-2019 masing-masing Rinawati Sianturi, Sonny Firdaus, Mustofawiyah, Tiaisah Ritonga, dan Arifin Nainggolan.

Sebelumnya, KPK pada 3 April 2018 telah mengumumkan 38 anggota DPRD Provinsi Sumut sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi memberi atau menerima hadiah terkait fungsi dan kewenangan anggota DPRD Sumut 2009-2014 dan/atau 2014-2019.

38 anggota DPRD Sumut 2009-2014 dan/atau 2014-2019 tersebut diduga menerima hadiah atau janji dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Puji Nugroho.

Pertama, terkait dengan persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut Tahun Anggaran 2012-2014 oleh DPRD Provinsi Sumut. Kedua, persetujuan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2013 dan 2014 oleh DPRD Provinsi Sumut.

Ketiga terkait pengesahan APBD Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2014 dan 2015 oleh DPRD Provinsi Sumut. Terakhir, terkait penolakan penggunaan hak interpelasi oleh DPRD Provinsi Sumut pada 2015.

KPK mendapatkan fakta-fakta yang didukung dengan alat bukti berupa keterangan saksi, surat, dan barang elektronik bahwa 38 tersangka itu diduga menerima "fee" masing-masing antara Rp300 sampai Rp350 juta dari Gatot Pujo Nugroho terkait pelaksanaan fungsi dan wewenang sebagai anggota DPRD Provinsi Sumut.

Atas perbuatannya, 38 tersangka tersebut disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat 1 dan pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Ke-38 orang tersangka itu adalah Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M Yusuf Siregar, Muhammad Faisal, DTM Abdul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan.

Selanjutnya Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawati Munthe, Dermawan Sembiring, Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan Sarumaha, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian.

Kemudian Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah dan Tahan Manahan Panggabean. (AFS/ANT)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 12.87 km/h

  • 11 Dec 2018 28°C 22°C
  • 12 Dec 2018 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px