Log in

Edy Rahmayadi Ubah Pose Jari Seorang Pelajar Saat Foto Bersama


Edy Rahmayadi kembali menjadi objek pembicaraan di media sosial. Terbaru, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) itu menjadi perhatian karena mengubah pose jari seorang perempuan saat berfoto dengannya.

Hal itu terlihat di dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Video itu diambil ketika sejumlah pengunjung yang hadir dalam Pameran Pers di Kantor Gubernur Sumut ingin berfoto dengan mantan Ketum PSSI itu.

Seorang juru foto terdengar memberikan aba-aba. Edy pun sudah bersiap-siap. Lalu seorang perempuan berbaju merah tiba-tiba membuat pose dua jari. Sambil tersenyum Edy memegang tangan perempuan itu seakan melarang sang perempuan menunjukkan pose jarinya.

Lantas perempuan itu menurut dan kemudian mengangkat jempolnya. Tapi lagi-lagi Edy memegang jempolnya sembari mencontohkan pose berfoto yang layak. "Gini," ujar Edy menunjukkan kepalan tangannya.

Dari hasil penelusuran, video itu pertama kali diunggah oleh akun resmi instagram @humassumut pada Minggu (10/2) sekira pukul 08.00 WIB. Hingga pukul 17.00 WIB video yang diberi musik latar khas Warkop DKI itu sudah ditonton tiga ribu lebih netizen.

Video tersebut juga dilengkapi keterangan yang mencuri perhatian publik. "Tutorial pose berfoto yang aman menurut Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Beginilah contoh pemimpin yang netral," begitu tulisan yang tertera dalam video.

Video itu pun mengundang beragam komentar. Ada yang merasa video itu cukup kocak. Ada juga yang mengaitpautkan dengan politik jelang pemilihan presiden (pilpres) mendatang. "Ini baru gubernur. Tak menjilat penguasa," tulis akun @jam_gza dalam kolom komentar.

Akun @rickysulastomo menulis, "Ketika kepala daerah pilih 1 atau 2, pak edy berani bilang netral. Pak edy ga punya utang sama parpol, bukan loyalis parpol atau salah satu calon presiden. Itu baru abdi masyarakat namamya."

Tenaga Ahli Humas Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sumut, Parada Siregar yang dikonfirmasi, Minggu (10/2) mengatakan, video itu diambil pada Jumat (8/2). Edy hadir pada pameran pers yang digelar di lantai dasar kantornya. Saat itu, para pengunjung yang terdiri dari pelajar bertemu dan langsung mengajak Edy berswafoto.

"Nah, ketika hendak berfoto bapak gubernur pun melihat salah satu pengunjung berpose dengan mengacungkan jari dua. Kemudian menunjukan satu jari, pak Gubsu pun dengan sigap mengganti pose tersebut dengan kepalan tangan. Sebagai simbol perjuangan dan netralitas beliau ditengah politik yang memanas," jelas Parada Siregar yang juga merekam video tersebut.

Tak hanya banyak ditonton di akun instagram @humas_sumut. Video itu kini sudah diposting kembali oleh sejumlah akun media sosial. Parada mengatakan tujuan Edy Rahmayadi mengubah pose jari warga itu adalah untuk menunjukkan netralitasnya di Pilpres 2019.

"Makanya Pak Gubernur Sumut pun dengan sigap mengganti pose jari tangan tersebut dengan kepalan tangan sebagai simbol perjuangan dan netralitas beliau di tengah politik yang memanas," tutupnya.

Edy mendukung siapa?
Pasca-dilantik sebagai Gubernur oleh Presiden Republik Indonesia Jokowi, di Istana Negara, ada Gubernur yang langsung terang-terangan mendukung Presiden Jokowi.

Adapun kesembilan daerah yang dilantik langsung tersebut, adalah Sutarmidji dan Ria Norsan (Kalimantan Barat), Ali Mazi-Lukman Abunawas (Sulawesi Tenggara), Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman (Sulawesi Selatan).

Lukas Enembe dan Klemen Tinal (Papua), Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Jawa Barat), Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Sumatera Utara), Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi (Nusa Tenggara Timur), Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen (Jawa Tengah), I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Bali).

Beberapa di antara kepala daerah yang telah dilantik oleh Jokowi menyatakan, akan mendukung langsung dirinya pada Pilpres 2019 mendatang. Seperti halnya, Gubenur Papua yang langsung menyatakan mendukung penuh Jokowi -Ma'ruf Amin.

"Saya yakin, seluruh masyarakat Papua akan memilih Pak Jokowi untuk kembali duduk menjadi presiden RI,"ujar Lukas Enembe setelah dilantik dilantik.

Lain hal yang disampaikan oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dirinya mengatakan belum menentukan pilihan untuk kepada siapa menaruh harapan untuk memimpin Indonesia.

Lalu disinggung soal dukungan ke depannya akan mendukung koalisi Jokowi atau Prabowo. Edy mengatakan penentuan semuanya ada di tangan rakyat Sumatera Utara.

"Untuk masalah mendukung calon Presiden, ada 14 juta penduduk Sumut, nah, yang paling banyak suaranya untuk siapa?, itu yang kita dukung untuk maju memimpin Indonesia," katanya.

Dirinya, menaruh harapan kepada seluruh masyarakat Sumut, siapa yang akan menang di Sumatera Utara, itulah yang akan Edy Rahmayadi dukung untuk program kerja ke depan, bagaimana Indonesia.

Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah didukung oleh 10 partai politik, untuk memenangkan pemilihan kepada daerah di Sumatera Utara. Edy Rahmayadi mengatakan, dirinya belum tentu akan mengikuti kemauan partai politik.

"Saya didukung oleh 10 partai, enam partainya mendukung pak Jokowi dan empat partainya mendukung pak Prabowo, jadi saya berada di tengah-tengah. Tidak mendukung siapa-siapa," pungkasnya. (JP/TBN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px