Log in

Edy Rahmayadi Imbau Masyarakat Dewasa

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memimpin Rakor dan Sinergitas bersama Forkopimda, tokoh masyarakat/agama serta pimpinan partai politik, di Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (20/5).  Andalas/ist Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memimpin Rakor dan Sinergitas bersama Forkopimda, tokoh masyarakat/agama serta pimpinan partai politik, di Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (20/5). Andalas/ist

13.002 Polisi Amankan Aksi 22 Mei

Medan – andalas Jelang pengumuman hasil Pemilu pada 22 Mei 2019 besok, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengimbau seluruh masyarakat Sumut agar dewasa menyikapi apapun yang menjadi hasil nantinya. Bagaimanapun, Sumut merupakan rumah bersama yang harus dijaga dan dilindungi sama-sama pula.

Hal ini disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sinergitas bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat/agama serta pimpinan partai politik, di Aula Raja Inal Siregar, Lantai II, Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (20/5).

“Tolong kita jaga bersama rumah kita ini, kalah menang itu biasa. Demokrasi diselenggarakan dalam rangka membangun suatu wilayah, ada kekurangan di sana-sini, kita sikapi dengan dewasa, evaluasi, dan ke depan kita perbaiki. Tanggal 22 Mei, kita serahkan kepada yang berwenang dan berkompeten pada bidangnya, rakyat tenang tetapi tetap menyimak jalannya pengumuman,” ucap Gubernur.

Gubernur juga menyampaikan harapan agar peserta rapat yang hadir memberikan imbauan kepada kelompok masing-masing untuk tetap tenang dan menjaga kondusifitas. “Mari kita tunggu hasil ini dengan tenang, semakin kita ricuh, semakin kita tidak menyelesaikan masalah,” tutur mantan Pangkostrad ini.

Rapat diawali dengan pemaparan tentang isu-isu berkembang yang diperkirakan dapat mengganggu stabilitas di wilayah Sumut oleh Kepala Badan Intetelijen Negara Daerah (Kabinda) Sumut Brigjen TNI Ruruh A Setyawibawa, khususnya situasi atau permasalahan yang berkembang setelah Pemilu. Kemudian, dilakukan diskusi dan sesi tanya jawab, serta pemberian saran dan masukan.

Hasil Rakor dan Sinergitas bersama Forkopimda, tokoh masyarakat/agama serta pimpinan partai politik menyepakati bahwa seluruh peserta kompak untuk turut menjaga keamanan dan mengutamakan persatuan di Sumut.

Turut hadir dalam Rakor tersebut mewakili seluruh unsur Forkopimda, Asisten Pemerintahan Pemprov Sumut Jumsadi Damanik, OPD dan ASN Pemprov Sumut, tokoh masyarakat, pimpinan parpol, tokoh agama, dan lainnya.

Turunkan 13.002 Polisi

Sementara itu, sebanyak 13.002 personel Polda Sumut disiagakan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan dalam rencana aksi unjuk rasa di Bawaslu Sumut dan KPU Sumut pada Rabu, 22 Mei 2019 besok.

"Kita fokus pengamanan di Bawaslu dan KPU. Personel pengamanan itu terdiri dari berpakaian dinas (terbuka) dan pakaian preman (tertutup)," ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Senin (20/5).

Nainggolan mengaku, kendati demikian, Polda Sumut tidak melakukan razia terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang hendak pergi ke Jakarta untuk mengikuti aksi unjuk rasa kedaulatan rakyat seperti beberapa Polda lainnya.

"Kita tidak ada melakukan razia," katanya.

Kendati demikian, Nainggolan tetap mengimbau kepada masyarakat Sumut agar tidak perlu mengikuti aksi ke luar Provinsi Sumut.

"Tidak usah ikut-ikutan, jangan mau terprovokasi," imbaunya.

Nainggolan meminta masyarakat tetap bersabar menunggu hasil pemilu yang dikeluarkan oleh KPU. "Kita tunggu hasil yang resmi dari KPU," pintanya.

Menurut dia, masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat di depan umum dipersilakan, asalkan tidak mengganggu masyarakat umum.

"Soal menyampaikan pendapat boleh saja yang penting pakai aturan, misalnya tidak menggangu ketertiban umum dan masyarakat," pungkasnya. (WAN/DA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px