Log in
BPKD_Pemkab_Aceh_Selatan.jpg

DPRDSU Dapil V : Bantuan Sembako Provsu Sebaiknya Diganti Uang Tunai

Anggota DPRDSU Dapil V, Yahdi Khoir Harahap, Darwin Marpaung, dan Ahmad Hadian saat menggelar sidak bantuan sembako Provsu di Batu Bara Anggota DPRDSU Dapil V, Yahdi Khoir Harahap, Darwin Marpaung, dan Ahmad Hadian saat menggelar sidak bantuan sembako Provsu di Batu Bara


Batu Bara-andalas Anggota DPRD Sumatera Utara Dapil V, Yahdi Khoir Harahap, Ahmad Hadian dan Darwin Marpaung menggelar sidak ke tempat penyimpanan paket bantuan sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19 dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di SMA Negeri 1 Sei Suka, Batu Bara, Minggu (31/05/2020) pukul 10.00 sd 13.00 WIB.

Kegiatan tersebut dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan anggota dewan sebagai Tim Monitoring Percepatan Penanggukangan Covid 19 khususnya dalam hal ini penyaluran bantuan masyarakat terdampak Covid-19 yang bersumber dari APBD Provinsi. "Kami akan terus melakukan monitoring di Dapil V Asahan, Batu Bara dan Tanjung Balai,"kata Yahdi.

Menurut Yahdi Khoir dan Darwin, dari pelaksanaan sidak tersebut ditemukan timbangan beras, gula dan minyak goreng sesuai dengan porsinya. Namun kualitasnya tidak sesuai dengan nilai paket sebesar Rp225.000,- terutama beras dan mie instan. Beras memang ditetapkan kualitas medium, tetapi menurut pengamatan beras tersebut, ada yang kualitasnya di bawah medium karena jumlah beras pecahnya lebih dari 50 % bahkan diperkirakan sampai 70 %.

Dari 7 merk beras yang diamati bahkan ada 2 merk yang berbau beras sudah lama (apek) dan terkesan dioplos. Bahkan ada 1 merk yg banyak terpaksa ditolak oleh petugas dari Dinas Sosial Kabupaten Batu Bara, karena dijumpai karungnya bocor dan kondisi tidak layak. Kemudian mie instan kualitasnya sangat rendah dengan isi yang sangat sedikit tidak seperti biasanya mie instan.

Merknya pun tidak pernah terlihat di pasaran. Sesungguhnya beras dan mie instan tersebut sangat tidak layak untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. "Terkesan asal ada saja. Sehingga bisa disimpulkan bahwa kualitas bahan tidak sesuai dengan nilai bantuan sebesar Rp 225.000,"kata Yahdi, Hadian, dan Darwin.

Dan, yang lebih memprihatinkan dan membuat terkejut sekaligus geram, ketika anggota DPRDSU Dapil V menemukan paket bantuan yang diterima sudah dalam keadaan terpacking dalam kardus dari provinsi diletakkan begitu saja di selasar SMA Negeri 1 Sei Suka dalam keadaan tidak disusun rapi, terkesan cuma diletakkan begitu saja tanpa alas dan penutup terpal.

Kebetulan pada malam harinya turun hujan lebat. Akibatnya ratusan paket basah kardusnya hancur dan isinya berserakan di lantai dan halaman sekitar selasar sehingga beras pun basah kuyup. Mie instan berserakan di lantai, gula juga demikian dan dibiarkan begitu saja. Ratusan paket yang berserakan tidak layak lagi diberikan kepada masyarakat. Ratusan paket itu sia-sia alias tak berguna.

Kelihatannya penanganan penyimpanan paket bantuan sebelum disalurkan ke masyarakat tidak dilakukan dengan serius dan seolah-olah tidak ada kepedulian.
Anggota DPRDSU Dapil V saat itu juga menghubungi Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Batu bara, drg Wahid Khusyairi dan Kadis Sosial Batu Bara Ishak Liza untukmemberitahukan sekaligus menegur kondisi tersebut.

Keduanya berjanji akan memindahkan tempat penyimpanannya. Ishak Liza juga berjanji akan mengganti paket sembako yang rusak tersebut. Anggota DPRD Dapil V, Yahdi, Ahmad Hadian dan Darwin, akan melaporkan temuan ini kepada Pansus Covid 19 yang telah dibentuk DPRD Sumut beberapa waktu lalu.

Terkait dengan temuan Anggota DPRDSU Dapil V juga merekomendasikan agar bantuan berikutnya diberikan dalam bentuk uang tunai saja. Yahdi menilai, ada beberapa keuntungan jika diberi dalam bentuk tunai. Yakni tidak merepotkan banyak pihak. Nilainya secara utuh sampai ke masyarakat dan dapat menggunakannya sesuai kebutuhan dengan kualitas bahan yang lebih baik.

"Masyarakat juga dapat membelanjakannya ke warung yang ada di sekitarnya sehingga uang bantuan tersebut secara ekonomi berbutar di kabupaten/kota, sehingga tidak memperkaya segelintir pengusaha, tapi dapat menggairahkan ekonomi usaha-usaha kecil di daerah,"kata Ahmad Hadian, Darwin dan Yahdi.(UJ)

 

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C